Siang ini keyla akan pulang dan sedang beres-beres. Awalnya key tidak memperhatikan televisi yang dari tadi menyala. Tetapi kegiatannya terhenti saat mendengar breaking news [berita terbaru] pesawat jatuh. Dilihat dan di dengarnya televisi dengan penasaran. Sebuah pesawat dari Bandung tujuan ke Samarinda mengalami hilang kontak di ketinggian 1000 kaki dan terjadi ledakan di udara setengah jam yang lalu di daerah laut Banjarmasin. Belum diketahui apakah ledakan itu dari pesawat yang hilang kontak tersebut. Tim Sar sedang dikerahkan untuk menelusuri daerah sekitar ledakan dan akan diupayakan untuk memberikan informasi lanjutan secepatnya.
Srrrrr
Darahnya pun berdesir dan lututnya langsung lemas mendengar berita itu. Keyla langsung pusing mengingat Afy yang tadi pamit mau ke Samarinda sudah pergi satu setengah jam yang lalu. Kecemasan menghantuinya. Salahnya tadi keyla gak nanyak detail pesawat apa yang ditumpangi afy. Kalau melihat dari jamnya sesuai dengan jam keberangkatan afy. Segera diraihnya handphone dan mencoba menelpon afy tapi nomor yang dituju masih berada di luar jangkauan. Key langsung teringat mimpinya tadi malam. Menggelengkan kepala berusaha untuk tenang dan stay positif berpikiran positif].
Rey masuk keruangan dan melihat key memegangi kepalanya.
" Kenapa key? Masih sakit kepala? kakak panggilin dokter ya kita gak jadi pulang" ucapnya cepat
" Enggak kak bukan gitu..Key menghela nafas lagi, aku baru lihat berita ada pesawat jatuh" ucap key
" Dimana? terus ? "
Key hanya diam tak menjawab
Tiba-tiba Rey mengingat sesuatu.
" Afy?" sela rey mengejutkan
Key hanya mengangguk.
" Astaghfirullah, pesawatnya udah pasti? nomor mesinnya berapa?" Tanya rey penasaran
Rey mencoba mencari saluran TV lain yang menampilkan breaking news pesawat jatuh karena bertanya sama orang yang panik pasti gak terjawab. Di dengarnya berita dengan seksama kemudian bertanya ke keyla lagi.
" Nama pesawat dan nomornya sama ?" tanya rey
" Aku gak tau kak karena gak nanyak se detail [lengkap] itu" ucap key lemas sambil mencoba menghubungi afy ulang.
" So? [Jadi?]"
" Asal kota dan tujuan sama, jam keberangkatan juga sama. Nomornya juga belum aktif" Jelas key lagi
" Tapi kan belum tentu afy ada di pesawat naas itu key" ucap rey menenangkan key
" Ya semoga aja" ucap key dengan suara kecil.
*****
Sepanjang jalan key tetap merasa cemas dan khawatir. Selalu dibukanya handphone untuk melihat update berita terbaru.
" kamu mau rujak? " tanya rey memecah keheningan
Key hanya menggeleng.
" Oh ya temenin kakak makan rujak boleh? lagi pengen nih" pinta Rey
" Okey yuk" jawab keyla
Publik sudah dihebohkan dengan Hotnews [berita panas] pesawat jatuh. Saat di tempat makan yang dibahas pelanggan lain juga tentang pesawat membuat perasaan keyla makin galau. Maksud hati rey mau meredakan suasana hati key malah membuatnya tambah murung dan ikut menyaksikan berita yang disiarkan di stasiun televisi.
Tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi dan keyla buru-buru mencari hapenya di dalam tas. Berharap telepon dari afy ternyata bukan dia melainkan bu Indra.
" Assalamualaikum, iya bu"
" Waalaikumsalam, key udah pulang ya ? " tanya bu indra
" Iya bu lagi di jalan pulang"
" Ibu kerumah sakit tapi kata suster kamu baru keluar setengah jam lalu" jelas bu Indra
" Iya bu maaf gak ngabari bu"
" Iya gapapa, ibu juga gak ngabari kalau mau datang yauda ibu kerumah ya" pinta bu indra
" Eumm ini key lagi nemenin kak rey makan bu, mungkin setengah jam lagi sampai rumah" jelas key
" Iya gapapa ibu mau mampir ke tempat lain dulu kok yauda lanjut dulu"
" oke baik bu, assalamualaikum"
" waalaikumsalam" Tiit.
" Bu indra mau ke rumah kak" ucap key
" Oke nanti kita singgah ke supermarket bentar sekalian beli makanan" ucap rey
" Oke"
" Eum.. keknya bu Indra suka banget nih sama kamu key" Ledek rey supaya key lupa topik pesawat.
" Tauk ah" jawab key ketus
" Kalau anaknya gimana? suka gak ya?" gelitik rey lagi
" Apaan sih kak!" ketus key
" Sepertinya Danish masih pengen kenal dekat, kakak rasa sih orangnya gak mau buru-buru dan terlihat santai dan mungkin emaknya aja tuh yang gak sabaran haha" ledek Rey lagi
" Tauk ah gelap" Jawab Key kesal
" Tapi menurut kakak sih Danish orangnya kaku dan serius gitu ya, mungkin karena baru kenal kali ya nanti kalau udah dekat sifat seseorang ketahuan deh apalagi kalau udah berumah tangga haaha" Cela rey
" Sotoy [sok tahu] kakak! emang kakak udah ngerasain berumah tangga?" tanya key
" Kata orang-orang sih Haha" Kekeh rey
" Yauda makanya nikah! udah ada calon belum?" ejek key balik
" Ada yang di taksir tapi gak tau doi [dia orang istimewa] nya suka juga atau gak" kekeh rey
" Yaelah tipe tak bernyali juga kakak! pepet terus jangan kasih kendur ntar ketikung orang lain galau" ejek key lagi
Rey hanya terkekeh sambil mencubit pipi adiknya.
" Nanti aja deh itu kakak pikirin, masih fokus ke kamu dulu" tambah rey.
" Key udah besar kak gak perlu di urusin lagi" tambah key
" Ya karena gak kakak urusin kamunya jadi sakit kek gini" ucap rey kesal
" Udah udah gak usah di bahas, Takdir" Ucap key
Rey hanya bungkam.
" Yuk gerak" ajak rey.
Di Rumah
Suara mesin mobil terdengar dari depan rumah key.
" Assalamualaikum" Ucap bu Indra dari luar pintu
" Waalaikumsalam" Jawab rey membukakan pintu dan mempersilahkan masuk.
Bu Indra di temani Danish. Kemudian key berjalan menuju ruang tamu membawakan minuman dan makanan hidangan.
" Ya ampun key kamu baru pulang loh, gak usah dihidangin gini kamu istirahat aja" cemas bu Indra
" Gapapa bu, udah mendingan kok"
" Loh Danish gak kerja? " Tanya key
" Izin sebentar temenin mamanya mau jenguk kamu dulu gapapa lagian jam ngantornya juga suka-suka kan Dan" ucap bu Indra menjelaskan sambil menekankan Danish untuk mengiyakan percakapannya.
Danish adalah seorang Ceo di perusahaannya sendiri. Perusahaan turun temurun dari keluarga Bu Indra. Karena bu Indra anak semata wayang dari neneknya Danish maka perusahaannya jatuh ke tangan bu Indra sepeninggal nenek dan kakeknya Danish. Dan sekarang bu Indra merasa sudah lelah bekerja dan menyerahkan tugasnya ke anaknya Danish. Maka dari itu Danish lah yang menjabat sebagai Ceo dan Dirut utamanya tetap bu Indra.
Danish hanya mengangguk.
" Gimana key, udah mendingan?" tanya danish
" Alhamdulillah udah kok, nih udah bisa pulang" Jelas key
" Jadi kapan ke singapura?" tanya Danish lagi
" Kenapa? Kamu mau temenin Keyla disana? okey mama acc [setuju] deh ntar mama yg urusin kantor" ucap bu Indra yang tiba-tiba menyela percakapan mereka.
" Mama! Danish tanya keyla bukan mama" kesal Danish
Bu Indra hanya terkekeh.
" Belum tahu sih, lihat sikon [situasi dan kondisi] dulu" jawab keyla
" Mungkin lusa atau minggu depan" Jawab rey menambahkan.
" Yauda nanti kabarin ya key, ntar tante jengukin deh kesana" ucap bu Indra lagi
" iya bu" singkat key.
Mereka berbincang beberapa saat kemudian bu Indra mengajak Danish pulang karena khawatir key terganggu dengan kehadiran mereka melihat kondisi key yang masih butuh banyak istirahat.
***
Dilihatnya lagi handphone belum ada panggilan dari afy dan key bergegas menghidupkan televisi karena masih khawatir pada afy. Update terbaru dari televisi bahwa ada beberapa puing-puing pesawat ditemukan di laut jawa dekat dengan pulau kalimantan. Tim Sar masih terus melakukan pencarian. Dan kemudian layar televisi menampilkan nama-nama penumpang yang ada di pesawat.
Keyla melompat lebih dekat ke televisi untuk melihat nama-nama yang terdaftar sebagai penumpang.
Di carinya satu persatu nama dan tap
matanya membola tertuju pada satu nama " Raffy Wardhana "
hatinya mulai gusar dan deg degan. Darahnya berdesir deras merinding dan perasaannya jadi gak karuan. Dipegangnya kembali keningnya dengan lutut yang gemetaran. Kembali lemas dan terkulai lemas duduk di kursi. Rey melihat key langsung menghampirinya.
" Key, are you okay? [kamu baik-baik saja]?
Key langsung menutup wajahnya dan menundukkannya ke lutut.
" Key!" panggil rey ulang
" Ada nama Raffy kak di tv" ucap key samar-samar dari balik tangannya.
Rey langsung melihat ke televisi dan bertanya dengan hati-hati.
" emang nama lengkap afy siapa? Raffy wardhana itu? "
" Setau aku namanya Raffy dan panggilannya afy tapi aku gak tau siapa nama lengkapnya karena aku gak pernah nanya" jelas key lagi
" Lah berarti belum pasti dong kalau itu dia, bisa jadi orang lain" kata rey menenangkan.
" Kalau itu dia gimana dong" ucap key dengan nada sedih.
" Tenang dulu key, coba kamu pastiin dulu deh nama lengkapnya siapa, stay positif dulu jangan mikir macem-macem" ucap rey menenangkan sambil membelai kepala key.
Key coba menghubungi Afy kembali dan tetap saja masih berada di luar jangkauan.