Sepanjang jalan yang tenang dan hening afy mencoba mencairkan suasana.
" Oh ya berarti kak rey udah lama kerja di Singapura?" tanya afy sambil berkendara
" Udah bertahun-tahun dia tinggal disini, dulu kuliah disini habis itu nyambung kerja" Jelas key
" Oh ya? kuliah dimana? Afy penasaran
" NUS ( National University Singapore) " jawab key
" Oh ya? Sama dong aku juga, jurusan apa key?"
" oh ya? Kamu lulusan sini juga? Kak rey jurusan bisnis"
" Iya aku desain and environment, arsitek"
" Oh ya? hebat dong" puji key
" Eummm biasa aja kok hehe" merendah diri
" Berarti kamu dulunya tinggal di singapura juga?" key mulai penasaran
" Sampai sekarang key hehe"
" Maksudnya?" penasaran lagi
" Rumah aku disini, Mama papa dan adik aku kan warga negara sini, tinggal disini dari dulu jadi aku aja yang memilih mandiri dan tinggal sendiri di Indo, ada sih kakak aku juga tinggal di Indo tapi dia udah married ikut suami di Jakarta" jelas Afy
" Jadi kamu warga negara mana?"
" Udah pindah ke Indo hehe tapi bisa kok ngurus pindah ke sini lagi kalau aku mau" jelas afy lagi
" Ouu gitu, sering pulang kesini dong?"
" Udah jarang semenjak pindah ke bandung hehe.. dulu akunya tugas di Jakarta terus di pindahin ke Bandung beberapa bulan ini jadi belum ada waktu pulang kampung masih banyak kerjaan"
" Kenapa gak kerja disini aja? "
" Bosen sih, lebih senang di Indo banyak keluarga mama disana ada kakek dan nenek jadi lebih seru. Mama aku orang Indo asli, papa yang campuran Inggris dan Palestine tapi dari kecil udah jadi warga negara Singapura" jelas afy panjang lebar
" Oo gitu ya baru tau" keyla angguk-angguk.
Sampai di Apartemen Afy mengantar keyla masuk ke dalam. Awalnya key menolak untuk diantar tapi afy meminta lagi. Afy hanya berdiri di depan pintu.
" Kok gak masuk? tadi minta mau nganterin sampai ke atas" tanya key
" Iya sampai depan pintu aja, segan" afy memelas
" Sama siapa? kak rey kerja cuma ada aku sama si Ibu" Ucap key lagi
" Ou Danish juga kerja?" tanya afy
" Hah? maksudnya? lho kok kamu tau?" heran Key
Afy mulai salah tingkah
" Eumm oh iya kemarin aku lihat kamu sama Danish rame-rame sih di rumah sakit juga, itu hari waktu mama mau operasi" jelas Afy
"Ya ampun jadi kamu udah lihat aku dari kemarin kemarin? oh hahaha (tawa key pecah) ya ya ya pantes"
" Pantes apa key?" heran afy
" Chat kamu kek gitu" jelas key lagi
" chat? " masih mikir
" iya chat terakhir selamat bahagia haaha" kekeh key lagi
" Ohh iya selamat ya key" ucap afy masih dengan lugunya
" Selamat apanya? jangan bilaaaang??" key masih menahan ucapannya
" iya kamu sama Danish udaaah.."
" udah apa?" potong key lagi
" tunangan atau nikah mungkin" polos afy lagi
" Hahahaha kan aku udah bilang fy, kalau nikah aku pasti undang kamu.. udah dua kali deh kamu salah sangka" kekeh keyla lagi
" Lho terus kamu bilang tadi di rumah sakit yang tau kamu sakit hanya orang-orang terdekat, berarti Danish kan dekat dong" jealous afy
keyla masih tertawa
" Pak indra bos aku ya dia taulah aku sakit. Kan aku izin cutinya ke pak Indra sedangkan Danish pasti taulah dari bapaknya dan kemarin pak Indra dan keluarganya berkunjung kesini karena cuti" jelas key
" Ou gitu, jadi kamu sama Danish gak ada?" terpotong
" Hubungan gitu?" sambung key
Afy mengangguk sedangkan keyla tertawa lagi.
" Ya gak lah" tawa key
" Ouu berarti aku salah lagi maaf maaf" ucapnya lagi.
Afy mulai lega sekarang, sesaat berpikir tentang keyla dan Danish di taman kemarin. Dia mulai mengerti sekarang, mungkin Danish masih proses pedekate [pendekatan] dengan key.
Afy duduk mengobrol sebentar.
" Mau minum apa?" tanya Key
" Gak usah key, cuma sebentar kok" tolak Afy
" Okey"
Keyla teringat sesuatu lagi.
" Oh ya, kamu trending topik lagi ya ?"
" Maksudnya?" afy penasaran
" Berita di sosial media yang lagi viral tuh, ehm..sama mbak seleb, udah deket?" singgung key
" Oh itu, membosankan sebenarnya bahas dia gak penting.. jadi kemarin aku ke Jakarta terus gak sengaja ketemu dia lagi di resto. Biasalah ngulah lagi drama lagi pake acara foto-foto dari netizen biar seolah-olah dia ngedate sama aku padahal yang fotoin asisstant dia itu, pembodohan publik kan. Aku udah bilang kalo aku sibuk dia yang datangi kursi aku dan duduk di depan aku tanpa permisi, aku gak suka sebenarnya lihat kelakuannya dan hampir tiap minggu dia datang ke resto nanyain aku, niat banget" ucap afy geleng-geleng kepala
" Ouu giu toh kirain kamu udah kepincut [jatuh hati] sama mbak Z" ledek key
" Ya gak lah, gak akan!" tegas afy
" Awas kemakan cakap" ledek key lagi
" InsyaAllah enggak, aku tetap suka sama kamu" tiba-tiba ucapan afy membuat key salah tingkah lagi
" Walaupun kamunya gak suka sama aku" tambahnya lagi.
Keyla berusaha mencairkan keadaan dan mengalihkan percakapan.
" Oh ya maksudnya dia datang nanyain kamu ke cafe?" penasaran lagi
" Iya nanyain ke sepupu aku yg kebetulan bos disitu" jelas afy lagi
" Ouu gitu fans [penggemar] berat mungkin eh kebalik ya kan dia yang seleb" tawa key.
" Oh ya kamu kok bisa tahu beritanya?" tanya afy lagi karena kata key dia lagi malas megang hape sekarang ini.
" Iya ditunjukin kak rey.. gak sengaja saat main sosmed terlihat berita tentang kamu jadi kak rey ngasih tunjuk ke aku" jelas key
" Terus kamu cemburu?" pancing afy
" Ehm ohok ohok" (lagi minum) dan keselek mendengarnya.
" Are u okay? [Apa kamu baik-baik saja?]" tanya afy memegang pundak key
" Gak apa-apa kok" ucap key menenangkan dirinya yang deg degan.
" Oh iya key aku pamit dulu ya gak enak lama-lama gak ada kak Rey juga"
" Oh iya fy"
" Next [nanti] aku boleh mampir lagi kan?"
Keyle mengangguk.
" Oh ya key kalau kamu mau terapi lagi kerumah sakit biar aku aja yang antar jemput gak usah naik grab lagi ya mumpung aku masih disini dan tolong jangan tolak" ucap afy.
" Afy.." melirik afy seolah menolak
" Plisss (memelas dengan dua tangan memohon) oh ya kalau kamu butuh bantuan juga kabarin aku aja ya, aku siap bantu dan satu lagi kalau aku telpon tolong diangkat dong aku janji gak sering telpon kok, aku juga gak mau ganggu istirahat kamu tapi terkadang aku cuma pengen tau kondisi dan kabar kamu" pinta afy
" Maaf soal kemarin fy" kata keyla lagi
" Iya gak apa, Eumm kalau kamu gak mau angkat gak apa-apa tapi boleh aku minta nomor si Ibu itu atau kak rey? biar aku lega seenggaknya aku gak kecarian dan khawatir lagi" pinta afy
" Afy no, I'm okay [Afy tidak, aku baik-baik saja]" ucap keyla
" pliss.. kalau gak dikasih aku gak jadi pulang nih" memohon
Afy berinisiatif langsung meminta pada ART [Asisten Rumah Tangga] keyla dan akhirnya di kasih.
" Alhamdulillah walaupun gak dapat nomor kak rey yang penting ada nomor si Ibu" ucap afy lega
Keyla bersikap seolah mau marah tapi afy cepat tanggap dan langsung mengelak.
" Oh ya Aduh maaf key aku bau ni belum mandi, tadi malam jagain mama semalaman..tadi mau pulang alhamdulillah rezeki ketemu kamu. Tapi kalau dipikir-pikir kok ketemunya sering banget pas aku berantakan dan belum mandi gini ya malu jadinya" afy memelas
Keyla hanya tertawa sambil melirik dengan wajah sedikit kesal.
" Kamu belum mandi aja udah cakep gini fy" ucap key dalam hati.
" Key, aku pamit dulu ya salam sama kak rey" Membuyarkan lamunan key
" Oh ya makan yang banyak, isitrahat cukup dan makan obat ntar kalau gak mau aku datang lagi kesini buat suapi kamu!" tambahnya.
Kemudian ngomong ke ART nya.
" Bu.. saya pamit ya kalau ada telepon masuk dari saya mohon di angkat ya bu soalnya susah nelpon keyla gapernah diangkat" ledek afy sambil tertawa.
Keyla masih dengan wajah kesalnya.
" Iya iya makasi ya tumpangannya tadi" ucap key sambil mengantarkannya ke depan pintu.
" Sama-sama key" Pergi meninggalkan apartemen.
Hati afy mulai senang kembali, kegalauannya sudah hilang dan semangatnya muncul kembali. Senyum sumringah terpancar di sudut bibirnya sambil berjalan keluar dari gedung apartemen.