Berjumpa Dengan Teman Lama

2069 Words
Afy kembali berjaga mamanya. Pagi ini ia teringat keyla dan menelpon untuk menjemputnya ke rumah sakit tapi jadwal terapinya seminggu hanya empat kali. Siang harinya Afy mengunjungi keyla ke apartemen. Seperti biasa hanya ada keyla dan Ibu ART. Keyla sudah memberitahu Rey tentang Afy. Mengobrol sebentar kemudian mengajak Keyla untuk keluar berkeliling Singapur. Keyla tidak menolak. Sebelumnya Afy mengajaknya ke rumah sakit untuk bertemu mamanya sekalian afy mengantar makan siang papanya. Afy mengetuk pintu ruangan. Ada papanya yang duduk menonton televisi di sebelah mamanya. " Assalamualaikum ma pa" salam afy " Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan " Maaf ya lama, afy ngajak teman Afy kesini" ucapnya Keyla langsung menyalamin kedua orang tua afy sambil memperkenalkan diri. Mamanya tersenyum. " Oh jadi ini fy wanita pilihan kamu yang udah buat kamu murung kemarin-kemarin dan sekarang kamunya udah terlihat sangat happy [Senang]" ledek mamanya " Mama!" wajah afy memerah Keyla juga salah tingkah mendengar ucapan mamanya. " Sangat cantik ya fy, sama seperti mama kamu" tambah papanya lagi. Wajah keyla pun memerah dan gerogi. "Cchh.. papa mama apaan sih, malu tuh keyla" kesal afy Mama dan papanya tertawa bersamaan. " Maaf ya key, mama papa aku memang suka ngeselin kadang" ucap afy ke keyla " Gak apa apa kok" balas keyla " Yuk makan bareng yuk semua, afy loh yang masak ini key udah lama gak masakin buat mama papanya" ucap mamanya bangga " Hmmhh mama, kan mama yg request [minta] tadi pagi" ucap afy " Kamu bisa masak fy?" tanya keyla kaget " Sedikit" singkat afy Sang mama langsung ngambung " Pinter masak loh afy ini key, kamu belum pernah dimasakin ya? sini cobain masakannya enak loh" ajak mamanya. Afy jadi malu. Keyla gak bisa nolak dan ikut makan bersama mama papanya padahal keyla baru saja selesai makan sebelum pergi dengan afy. " Emmm" Keyla membolakan matanya sambil mengangguk mencicipi masakan afy " Kenapa key?" afy penasaran " Delicious [lezat]" (menjempolkan tangannya) Wajah afy kembali merah. " Tuh kan mama benar kan key" ucap mamanya ke keyla " iya tante hehe" ucap key " Panggil mama aja jangan tante" pinta mamanya. Keyla yang mendengar kembali salah tingkah. " i..iya ma" ucapnya gagap. Afy hanya tersenyum melihat tingkah mamanya. "Kalau pulang biasanya afy yang selalu masak untuk keluarga, udah lama gak pulang jadi lidah mama udah rindu masakannya.. lagian afy ini aneh bukannya ngurusin bisnis makanannya malah milih jadi pegawai, memang aneh ini anak" cerewet mamanya lagi " Mama cukup" ucap afy kesal " Bisnis ?" tanya key " Iya.. oo kamu gak di kasi tau ya, bisnis makanannya banyak tuh di Ibu kota dan daerah. Ada perusahaannya juga tapi bukannya di urusin malah nyuruh sepupu-sepupunya yang urusin sementara dia lebih senang jadi pegawai pemerintah kan aneh" cerewet mama lagi Afy menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Duuhh ma, udah udah cukup jangan bahas itu lagi" pinta afy Mamanya tertawa dan meminta maaf ke keyla. Mereka pun mengobrol satu sama lain. Takut keyla gak nyaman afy cepat-cepat mengajak Keyla pulang. Awalnya mamanya menahan mereka tapi afy memberikan kode ke mamanya yang akhirnya mamanya pun mengerti dan mengizinkan keyla pulang. Afy juga izin mau jalan sama keyla kepada kedua orangtuanya. Keyla pamit meninggalkan kedua orangtua afy. Di Mobil Key teringat percakapan mereka kemarin tentang selebgram Z. " Oh jadi cafe yang sering di datangin Z itu kamu ownernya" tanya keyla penasaran. " Hmm.. kok jadi bahas itu key" " Iya teringat kata mama kamu tadi" " Hmm iya aku ownernya" ucap afy dengan berat hati. " Pantesss si Z itu ngebet" tambah key " Maksudnya?" tanya afy " Si Z tau kamu ownernya?" tanya key Afy mengangguk "gak sengaja dikasi tau sama sepupu aku" katanya lagi. Keyla pun mengerti sekarang. " Terus kenapa kamu gak urusin bisnis malah jadi pegawai?" penasaran lagi Afy tertawa " Bisnis tetap aku urus, cuma mantau aja sih.. biar di urus sama sepupu aja hehe. Kalau jadi pegawai udah nyaman aja sama kerjanya hehe" jelas afy Keyla hanya mengangguk. Afy mengajak keyla jalan-jalan hari ini, mengunjungi Garden by the bay. Mengobrol banyak dan yang penting membuat keyla senang. " Key, kalau capek bilang ya biar kita pulang. Kamu gak boleh capek-capek kan" ucap afy " Gak apa kok, belum capek" ucap keyla lagi. Mereka saling ngobrol, bercanda, dan bermain. Afy selalu membuat keyla tersenyum oleh tingkah konyolnya. Mereka bermain truth or dare [kebenaran atau tantangan] keyla memilih "dare". Afy menantang key untuk naik Singapore Flyer (biang lala raksasa). Awalnya keyla menolak dan minta di revisi jadi "truth". " Yakin pilih truth? [Kejujuran] ntar pertanyaan aku gak bisa di jawab juga tuh" ucap afy membuat bimbang Keyla menjadi ragu dan gak siap dengar pertanyaan afy takut afy bertanya soal perasaan akhirnya keyla mau menerima tantangan untuk naik Singapore flyer. Ditemani afy, mereka berdua menikmati wahana. Keyla mulai deg-degan karena belum pernah naik biang lala yang paling tinggi se Asia itu. Waktu masih berada di bawah jantungnya masih aman semakin lama makin tinggi dan berada di puncak keyla mulai merinding dan gemetaran melihat ke bawah. Di tutupnya matanya kemudian Afy langsung duduk disampingnya menenangkan Keyla yang ketakutan. Gak sengaja Keyla memeluk pinggang Afy dan menenggelamkan wajahnya di bahu Afy. Tangan kanan Afy memegang tangan keyla dan tangan kirinya melingkar di kepala keyla (sedikit memeluk) menenangkannya. " Are u okay? [kamu baik-baik saja?] mau turun?" tanya afy " Gapapa aku cuma nervous [gerogi] gak pernah soalnya" ucap key dengan suara gemetar di tambah angin yang kencang di atas membuat suaranya gak jelas. Afy mendekatkan telinganya di wajah keyla dan bertanya "apa?" Keyla berbisik di telinga afy "Gak apa-apa fy, nervous sedikit" Afy masih berusaha menenangkannya masih dengan posisi yang sama seperti tadi. Sesaat keyla tersadar dan jadi salah tingkah mengubah posisinya dan sedikit menjauh dari afy. " Ma maaf fy, aku gak sengaja maaf" " Gak apa-apa key, kalau kamu takut pejam mata aja di bahu aku ntar lama-lama kamu gak takut lagi" mencoba menenangkan keyla " Coba tarik nafas perlahan, bayangin yang indah-indah jangan lihat kebawah kalau masih akrofobia [takut ketinggian]" tambah afy lagi. Keyla mulai mengikuti intruksi dan mencobanya. Mulai membuka mata perlahan. Afy hanya memandangi wajah cantik keyla yang masih memejam mata sambil ketakutan itu. Pandangan yang sangat dalam dan afy tersenyum saat keyla berhasil membuka matanya perlahan. Afy tetap menenangkan dan memberi sugesti positif supaya keyla lupa lagi berada di ketinggian. Afy mencoba mengambil hapenya dan merecord [merekam] pemandangan dari ketinggian kemudian beralih ke wajah keyla. Keyla menutup wajahnya dengan tangannya supaya tidak terekpose kamera. Tapi afy tetap merekamnya membuat keyla menyerah. afy merekam mereka berdua dan mengambil gambar selfie mereka. Afy juga mengambil foto keyla sendiri. Akhirnya keyla berhasil lolos dari akrofobianya, sudah mulai tenang dan menikmati pemandangan sekitar. " Indah ya masyaAllah" ucapnya " Iya indahnya ciptaan tuhan yang ada di depan aku" ucap afy memandang key key menoleh ke afy kemudian afy langsung gelagapan mengalihkan pandangan ke tempat lain. Afy membuat suasana jadi riang dengan candaannya. Keyla tampak menikmati suasana. Tak terasa waktunya sudah selesai dan hari mulai malam. " Udah lapar key? sebelum pulang mau makan dulu?" tanya afy " Eumm enggak fy, makan di rumah aja lagi jaga makanan soalnya gak boleh makan yang aneh-aneh" jelas key Afy mengerti dan langsung mengantarkan keyla pulang. Di Apartment Sampai di apartemen Afy mengantarkan key sampai ke dalam tapi Rey belum juga pulang. Ibu ART juga sudah pulang karena tugasnya sudah selesai. Afy menemani key sampai rey pulang. Beberapa menit kemudian Rey pulang tapi tidak sendiri melainkan membawa seorang wanita. Wanita itu teman kerjanya yang lagi dekat dengan Rey. Sudah lama wanita itu pengen jenguk Key tapi baru sempat sekarang. Sengaja pintu apartment tetap di buka karena hanya ada mereka berdua. Afy gak mau rey berpikir macam-macam tentang mereka. Sebelumnya keyla juga udah izin ke Rey keluar dengan afy seharian. " Assalamualaikum.. Keeey" Panggil rey dari depan pintu " Waalaikumsam" dijawab mereka bersamaan Disusul salam oleh wanita yang berada di belakang Rey. Afy berdiri menyambut Rey masuk. Sementara wanita yang berada di belakang afy terpelongo melihat afy dan gak sengaja menjatuhkan bingkisan yang ia pegang. " Afy..!" ucap wanita itu masih dengan shocknya Rey langsung menoleh ke Nadine (wanita itu) dan melihat ke afy juga. " Nadine?" kaget afy juga " Kamu kembali kesini?" tanya nadine yang masih berdiri terpatung. Rey mengambil bingkisan yang jatuh dan menuntun Nadine masuk ke dalam. " Eh maaf rey" ucap nadine karena rey mengambil bingkisannya. Mereka saling bersalaman satu sama lain dan mengobrol. " Long time no see [Lama tidak berjumpa]" ucap afy saat bersalaman Nadine yang masih enggan melepas tangan Afy disaksikan oleh Key dan Rey. "Ehm" tambah afy membuyarkan Nadine. " Eh maaf maaf habisnya aku kaget lihat kamu disini, kamu kembali ke singapura? sejak kapan?" ucap Nadine antusias " Enggak, aku cuma pulang sebentar, mama aku oprasi kemarin" jelas afy. " Oh ya? jadi gimana kondisi mama kamu?" " Alhamdulillah sudah membaik" balas afy Nadine cewek campuran Melayu China yang memiliki wajah bak Artis Korea dengan mata sedikit sipit, hidung mungil yang mancung, bibir yang tipis dengan wajah imut dan berkulit putih bersih. Nadine teman kuliah Afy dulu. Mereka satu jurusan dan sekelas juga. Dari dulu Nadine sudah menyukai Afy tapi perasaannya bertepuk sebelah tangan karena Afy hanya menganggapnya teman. Nadine selalu mencari perhatian supaya afy dekat dengannya. Afy banyak membantunya semasa kuliah dalam hal menyelesaikan tugas kampus dan lainnya. Mereka menjadi akrab satu sama lain tapi afy hanya menganggapnya teman dekat saja gak lebih. Afy tidak pernah peka terhadap perlakuan Nadine dulu. Sampai setelah lulus kuliah Afy memutuskan untuk pindah ke Indonesia dan Nadine merasa kehilangan sejak saat itu. Perasaannya masih ada sampai sekarang walaupun tak sebanyak dulu. " Kok bisa kamu kenal afy?" tanya Rey heran " Iya teman sekelas dulu waktu di kampus, satu jurusan. satu kampus juga loh sama kamu" (menunjuk ke Rey) " Oh ya? afy di NUS juga?" kaget rey " Iya " singkat Nadine. " Oh ya? Kalau gitu seletingan dong kita fy? " tanya rey ke afy " Hehe iya kak" jawab afy " Kenapa selama ini manggil kakak kalau seumuran, panggil nama aja" pinta Rey " Hehe gak apa, karena keyla manggil kakak jadi ikutan" " Jadi kamu seumuran kak rey? (keyla menepok jidat) kenapa gak bilang dari dulu? malah aku manggil kamu nama seharusnya kakak dong!" ucap keyla menyambung pembicaraan. " Gapapa key kan aku yang minta kamu panggil nama supaya lebih deket aja" jelas afy " Hmmmm" keyla hanya berdehem sedikit marah. " Kok bisa kamu kenal adiknya Rey?" tanya Nadine lagi " Iya kami teman sekomplek di Indo" jelas afy " Oh gitu.. oh iya Key saya temannya Rey. Maaf baru bisa jenguk sekarang kemarin lembur terus" ucap Nadine " Oh iya kak gak apa-apa kok" ucap Keyla " Ehm.. jadi ini cewek yang kakak ceritain kemarin-kemarin" (berbisik di telinga Rey) Rey langsung memijak kaki key yang kebetulan mereka duduk sebelahan. " Aduuh" Rengek keyla dengan suara pelan. Afy menyaksikan kelakuan mereka berdua. Sementara Nadine masih memandangi Afy. " Oh ya di minum, di makan cakenya" ucap rey mencairkan suasana. Nadine malah terus bertanya ke Afy karena mereka baru bertemu lagi. Nadine juga meminta kontak Afy dan menanyakan rumah sakit dimana mama afy di rawat. Rey melihat sesuatu yang berbeda dari Nadine semenjak bertemu dengan Afy lagi. Rey masih tahap pendekatan dengan Nadine, ia belum berani mengutarakan perasaannya karena ragu Nadine gak punya perasaan yang sama ke dia. Rey sengaja menunda supaya bisa dekat terus dengan Nadine karena gak mau pertemanannya jadi canggung kalau ia mengutarakan perasaannya dan mungkin Nadine malah menjauh nantinya. " Kak (melihat afy dan nadine) makan dulu ya biar key siapin" ucap key " Eh gak usah key" ucap Nadine dan Afy bersamaan " jangan repot-repot key, aku mau pamit pulang kok nih" ucap Afy " Iya sama aku juga" sambung Nadine. " Pulang sama ya Fy, aku nebeng" ucap Nadine ke Afy Rey langsung menyambung " Gak aku anter aja nad? Tadi kan kamu kesininya bareng aku" ucap Rey " Oh gak usah gak usah Rey, mumpung ada Afy sekalian sama dia aja ya kan Fy" ucapnya menekankan Afy Afy melihat ekspresi wajah Key. Gak ingin key cemburu, ia juga melihat ekspresi Rey yang berubah. " Eumm" mencari alasan " Gak usah nolak! jangan sombong deh! udah lama kita gak ketemu kan? anggap aja lah kawan lama bertemu kembali yuuk" ucap Nadine sambil berdiri mengajak Afy pulang. Afy gak bisa nolak. Afy pun berpamitan ke Rey dan Keyla.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD