Author’s POV Pagi di Taman Safari selalu datang dengan keceriaan. Tempat wisata itu selalu menjadi pilihan terbaik liburan keluarga. Mobil keluarga Arsen melaju pelan memasuki kawasan Taman Safari. Jendela dibuka setengah. Udara Puncak yang sejuk masuk bercampur bau tanah basah dan rerumputan. Gian berdiri di antara jok depan dan tengah, tangannya mencengkeram sandaran kursi dengan mata berbinar. “Mas! Iat itu! Iat!” teriaknya sambil menunjuk ke arah sekawanan rusa yang mendekat tanpa takut. Arsen refleks mengulurkan tangan, memeluk pinggang kecil itu agar tidak terlalu condong ke depan. Gina memegangi keranjang berisikan wortel dan sayuran lainnya yang mereka beli sebelum memasuki kawasan hutan safari. Sementara Sarfaraz, duduk di balik kemudi mobil dan menanggapi pertanyaan anak bun

