21

1453 Words

Author POV Sepulang sekolah, Bell dan Ivan tidak langsung pulang. Itu bukan rencana besar. Tidak ada ajakan yang dramatis. Hanya keputusan spontan—berjalan kaki lebih jauh dari biasanya, menyusuri trotoar yang dipenuhi pohon, membiarkan sore turun perlahan tanpa terburu-buru. "Lo kurusan sekarang," komentar Ivan sambil menggigit es krimnya. "Liburan makan angin doang, ya?" Bell mendengus. "Enak aja. Gue makan banyak." "Banyak tapi pilih-pilih," sahut Ivan cepat. "Junk food iya, sayur enggak." "Sayur itu enak, tapi lebih enak ga dimakan," balas Bell tanpa ragu. Ivan tertawa. "Masih sama." Mereka berjalan berdampingan, bahu hampir bersentuhan. Percakapan mereka ringan—tentang guru yang menyebalkan, tentang Romeo yang hampir ketahuan bolos, tentang Jerry yang salah masuk kelas masuk.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD