20.

1379 Words

Bell POV Sekolah selalu punya caranya sendiri untuk menyambut setelah libur panjang. Ribut, berisik, terlalu ramai, dan jujur saja, agak menyenangkan. Begitu aku melangkah masuk ke gerbang sekolah, suara-suara itu langsung menyerbu. Tawa, teriakan, cerita liburan yang saling tumpang tindih, langkah kaki, dan wajah-wajah yang terlihat lebih segar—atau justru lebih lelah—setelah liburan. "BELLLL!" Aku bahkan belum sempat menghela napas ketika tubuhku sudah ditabrak dari samping. "ROMEO!" teriakku sambil tertawa, hampir kehilangan keseimbangan. "Kangen banget hahaha" ucapnya lalu merangkulku erat. Kami berjalan berdampingan. Daffa menyusul dari belakang, menepuk kepalaku sedikit menoyor. "Masih hidup lo? Gimana liburan? Atau cuma tidur doang?" "Tidur la, kalau ga tidur jadi zombie no

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD