Bab 22

1113 Words

Sesekali menangkanlah egomu. Karena memanjakan hati sama saja membuatmu mati bunuh diri.    Selepas Jek pulang, aku kembali ke dalam rumah. Bersikap di depan pak Firman seakan-akan aku tidak mendengarkan percakapan mereka tadi. Dapat kulihat pak Firman masih bisa duduk santai di ruang tamu sambil menunggu ibuku yang masih belum juga keluar dari kamar. Di tangannya ada ponsel yang sejak tadi menjadi fokus laki-laki itu. Kucoba untuk tidak ikut campur dengan percakapan antara Jek dan pak Firman tadi. Tapi rasanya bibirku gatal. Mengapa tiba-tiba Jek mengatakan hal itu di depan bosku ini. Memangnya percakapan apa yang mengawali kalimat itu. Jujur saja, Jek dan pak Firman adalah dua laki-laki yang berbeda. Jika dengan Jek aku bisa bebas mengatakan apa saja. Sampai-sampai terkadang dia pun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD