Bab 15. Sah

1294 Words
Dan saat menoleh terlihat Bayu dan juga Wandha mendekati mereka. "Wah ... wah, coba lihat si janda ini sudah menemukan tambatan nantinya tapi sayangnya brondong dan mungkin makondo. Aduh kasihannya," ejek Wandha sambil melirik ke arah Rosa yang saat ini menggandeng tangan Abimana. Namun reaksi dari Rosa biasa saja. Dia hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Wandha. Sedangkan Bayu menatap Rosa yang semakin hari semakin cantik. Sejak sidang pertama, dirinya tidak pernah lagi melihat Rosa. Sidang pun sudah diwakili jadi hanya dia saja yang datang sampai ketuk palu. Bayu berharap Rosa mau kembali. Namun nyatanya tidak. Setelah melihat Rosa hari ini Bayu merasa ada sesuatu yang membuatnya marah. Bayu tidak terima Rosa bersama pria lain. "Terima kasih ya karena sudah mengatakan itu. Tapi sayangnya aku tidak merasa makondo. Aku ini mempunyai pekerjaan. Walaupun hanya pekerjaan biasa tidak terlalu di atas tapi aku bisa menafkahi pasanganku." "Malah mungkin lebih baik dari yang dulu. Maaf ya aku tidak menyindir tapi itulah yang terjadi. Rosa saat ini bersama orang yang tepat dan dia akan selalu terlihat lebih menawan di tanganku." "Ayo, Sayang, kita pergi di sini sangat panas walaupun malam tapi panas. Aku sangat gerah." Abimana langsung membawa Rosa pergi dari hadapan Bayu dan juga Wandha. Rosa tidak berkata apa-apa dia memilih mengikuti Abimana dan meninggalkan Bayu dengan istri keduanya. Kepergian dari Rosa membuat Wandha tidak terima. "Dasar perempuan tidak tahu diri. Tidak mau poligami tapi dekat dengan pria lain dan masih muda. Lihat mantanmu itu dia sudah bersama dengan pria itu sejak menikah denganmu. Sekarang dia menunjukkan jati dirinya." "Kamu terlalu bodoh mas percaya dengan dia, selama ini mungkin uang gajimu pasti untuk pria mokondo itu." Wandha terus memprovokator Bayu. Ia tidak terima jika Rosa mendapatkan pria yang sangat tampan, gagah dan seksi. Bodinya juga jauh lebih hot daripada Bayu. Dan juga terlihat keduanya naik mobil mewah. "Mas, kamu dengar nggak apa yang aku katakan?" tanya Wandha sekali lagi yang geram karena Bayu tidak mengatakan apa-apa. Bayu memilih pergi. Wandha terus menjelek-jelekkan Rosa. Namun tetap diabaikan oleh Bayu. Wandha mengikuti Bayu wajahnya masam. Mereka sebenarnya ingin pergi ke pasar malam namun karena melihat Rosa dengan Abimana keduanya mengurungkan niat. Karena sudah lebih dulu marah dan kesal. Sampai di rumah Wandha terus mengomel dan dia menghasut Bayu sampai Bayu benar-benar kesal akhirnya Wandha mendapatkan pukulan dari Bayu. "Bisa diam ga?" tanya Bayu dengan amarah. Ibu Gita dan Laras yang melihat Bayu memukul Wandha terkejut. Mereka tidak menyangka Bayu memukul Wandha. "Ada apa ini Bayu? Kenapa kamu pukul dia? Apa yang sudah dia lakukan sehingga kamu sampai memukulnya? Bukannya kamu mencintai dia. Tapi kenapa sekarang kamu memukulnya. Ada angin apa ini?" tanya ibu Gita yang mengejek Wandha. Dia senang anaknya memukul Wandha. "Aku pusing orang di rumah ini. Kalian jika ingin tinggal bersama denganku jangan membuat masalah ikuti peraturan yang ada di rumah ini. Jika kalian tidak mau pergi. Apa kalian paham?" tanya Bayu dengan cukup tegas dan langsung meninggalkan ketiga wanita yang saat ini terdiam. Laras yang diminta untuk mencari Rosa tidak bisa menemukannya sehingga dia harus mencari cara menemukan Rosa lagi. Ide dari ibu Gita adalah memisahkan Bayu dan juga Wandha. Wandha yang dipukul oleh Bayu hanya bisa diam dia menoleh ke arah ibu Gita dan juga Laras yang terlihat biasa saja. "Apa Mama puas?" tanya Wandha kepada mertuanya. Namun dijawab oleh ibu Gita dengan mengangkat bahunya. "Itu urusanmu, rumah tanggamu aku tidak bisa ikut campur. Makanya jadi wanita itu patuh jangan membangkang hanya karena kamu dinikahi dan disayang oleh anakku kamu bisa menginjaknya? Tidak bisa." " Ingat, di atas langit masih ada langit jadi mulai sekarang patuh saja jangan suka membangkang jika tidak ingin jadi janda. Ayo Laras kita pergi." perkataan dari ibu Gita menusuk hati Wandha. Dia tidak menyangka kalau ibu Gita bisa berkata seperti itu. Padahal mereka itu saudara walaupun masih saudara jauh. Dia tahu kalau ibu Gita itu baik makanya dia mau menjadi menantunya. Walaupun harus istri kedua dan Bayu juga mengatakan dia tidak perlu melakukan apa-apa karena ada Rosa tapi nyatanya Rosa meninggalkan Bayu dan dialah yang mengurus semuanya. Sejak bertemu dengan Bayu dan juga Wandha saat itu Rosa tidak pernah lagi bertemu dengan keduanya. Rosa mulai menyiapkan pernikahannya. Pihak keluarga juga sudah bertemu dan mereka menerima Rosa. Rosa tidak menyangka kalau suaminya yang jarak usianya lebih muda dari dia memiliki pemikiran dewasa dan terkadang dia selalu saja manja dengan dirinya. Pada saat Abimana manja Rosa bersikap dewasa begitu sebaliknya. "Rossa. Kamu benar-benar cantik, aku tidak menyangka kalau sahabatku ini bisa menikah dengan si brondong itu. Dia sangat tampan dan sangat seksi." "Huuu. Pasti malam pertama kalian sangat luar biasa. Oh, ya beritahukan aku ya bagaimana malam pertama kalian," bisik Lia yang membuat Rosa melotot. Rosa mencubit lengan Lia. Pernikahan Rosa dipersiapkan dengan cukup matang. Persiapan pernikahan lebih kurang 4 bulan. Keduanya menjalin hubungan taaruf sambil menyiapkan pernikahan. Rosa benar-benar memantapkan hatinya menjadi istri dari seorang brondong seksi yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya. "Rosa, ayah harap ini pernikahanmu terakhir. Ayah tahu sekali bagaimana Abimana. Ayah sudah mengenalnya. Dia cukup dewasa dan dia cukup bertanggung jawab." " Restu ayah menyertaimu. Bahagialah bersama dengan dia dan kamu ambil pelajaran yang sudah kamu dapatkan di pernikahan yang dulu. Jadilah istri yang patuh pada suaminya. Jangan membantah apa yang dikatakan oleh suamimu ingat itu." pesan dari Pak Rudi kepada Rosa. Di pernikahan kedua ini Pak Rudi hanya ingin anaknya itu bahagia. Dia yakin kalau Abimana itu adalah sosok pria yang bertanggung jawab dan dia juga tidak akan menyia-nyiakan Rosa. Pak Rudi mengenal Abimana jadi sudah cukup untuk dirinya menyerahkan Rosa ke Abimana. Usia tidak begitu dipermasalahkan karena Abimana sudah meyakinkan dia kalau usia itu hanyalah angka intinya ketulusan dan kejujuran dalam berumah tangga. Dia memang masih muda tapi dia akan belajar lebih baik dan akan menurunkan egonya. Untuk itulah Pak Rudi mengiyakan apa yang Abimana katakan dan dia merestui pernikahan keduanya. Rosa di bawah ke tempat acara, gedung yang cukup besar pesta yang mewah disiapkan oleh Abimana dia ingin pernikahan ini menjadi pernikahan terakhir untuknya dan juga Rosa. Pernikahan dia dengan Rosa berdasarkan restu dari kedua orang tuanya. Pria tampan dan muda juga seksi tersebut menatap ke arah calon istrinya yang berjalan menuju ke tempat akad nikah. Tidak menunggu lama Pak Rudi mulai melakukan prosesi pernikahan dengan air mata yang tertahan Abimana dengan cukup tegas mengucapkan ijab kabul dan pada akhirnya para saksi mengucapkan kata sah. "Sah," ucap para saksi pernikahan Rosa dan Abimana. Sekarang Rosa sudah berganti status dia bukan lagi janda melainkan istri dari seorang pria muda tampan dan seksi Abimana. Seorang pengusaha hebat dan sukses walaupun penampilan biasa saja tapi aura Abimana terlihat sangat tegas. Keduanya bertukar cincin memberikan mahar dan Abimana menangis saat dia mengucapkan ikrar cinta di depan kedua orang tuanya dan di depan kedua mertua dan juga di depan istrinya dan semua saksi. Tamu yang hadir ikut terharu mendengar ikrar cinta dari Abimana. "Rosa jadilah istriku, temani aku disaat aku sakit disaat aku suka dan duka dan jangan pernah tinggalkan aku walaupun hanya sedetik." " Percayalah kepadaku sepenuhnya dan aku juga akan percaya denganmu sepenuhnya. Aku harap ini pernikahan kita yang terakhir dan tidak ada lagi pernikahan setelah ini dan tidak ada yang bisa menghancurkan pernikahan kita." "Aku harap kita bisa kuat mempertahankan pernikahan kita. Jangan pernah goyah, ya." Abimana mengungkapkan semua isi hati yang dia pendam. Dan dia meyakinkan Rosa kalau pernikahan kali ini tidak ada orang ketiga dan dia akan berusaha mempertahankan rumah tangganya dan tidak akan terbujuk rayu dengan pelakor. Rosa pun mengganggukan kepala ia melihat ketulusan dari suaminya ini. Walaupun masih muda Abimana benar-benar pria yang dia inginkan selama ini. Dari beberapa tamu ada yang mengenal Rosa dan mereka mengirimkan foto pernikahan Rosa dan foto tersebut sampai di tangan seseorang yang membuat orang tersebut mengepalkan tangannya dan marah foto pernikahan Rosa dikirim kepada dirinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD