Bab 14. Menikah Denganku

1250 Words
"Kamu tunggu saja apa yang akan mama lakukan. Mama mempunyai ide yang sangat cemerlang untuk istri dari kakakmu itu. Karena sudah membuat kita berdua seperti ini. Sekarang cepat kamu temui Rosa dan katakan kepada dia kalau kamu sangat merindukan dia dan menginginkan dia kembali menjadi kakak iparmu." "Dan kamu harus berhasil membujuknya. Mama ingin dia luluh dan kembali menjadi istri Bayu. Sedangkan abangmu akan mama urus belakangan. Mama yakin kalau abangmu masih mencintai Rosa," ucap ibu Gita kepada anaknya Laras. "Tapi, Ma, apakah Rosa mau kembali dengan mas Bayu? Bukankah mereka sudah tidak saling mencintai dan juga saat ini Rosa sangat membenci mas Bayu. Kalau memaksanya kita akan berurusan dengan polisi. Apa tidak takut jika dia melaporkan kita ke polisi karena pemaksaan?" tanya Laras lagi. "Aduh, kamu banyak sekali protesnya. Sudah sana cari Rosa. Kamu bisa karang-karang saja nanti saat ketemu dia. Kamu katakan masmu sakit dan hanya mau dijaga oleh dia. Ayo sana kamu jangan banyak drama. Kamu mau uang tidak?" tanya ibu Gita. Laras menganggukkan kepala dia tidak lagi berkomentar dan segera pergi dan mulai melakukan drama untuk membujuk Rosa kembali padanya. Sedangkan Rosa yang bekerja di kantor menikmati masa kesendiriannya tanpa Bayu. Dia benar-benar happy dan bisa menikmati semua yang dulu tidak pernah dia rasakan dalam artian dia selalu mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri hingga dia lupa bagaimana menikmati kehidupan. "Rosa, kamu sudah 3 bulan bercerai dari Bayu apakah bahagia?" tanya Lia yang saat ini sudah kembali ke kota dan sekarang dia bekerja dengan Rosa. "Menurutmu apakah aku bahagia paskah bercerai dengan pria itu ?" tanya Rosa mengedipkan matanya. "Aku lihat sih memang bahagia. Kamu terlihat lebih cantik dan terawat. Maaf ya bukan artian kamu waktu itu tidak terawat tapi kamu waktu bersama dengan Bayu menyedihkan. Kamu diperlakukan layaknya pembantu waktu itu. Intuk membahagiakan dirimu saja tidak bisa. Kamu juga tidak diberi gaji malah kamu yang memberikan makan mereka bukankah itu keterlaluan namanya," ucap Lia yang mulai mengingat bagaimana sahabatnya menderita di rumah Bayu. "Sudahlah, jangan memikirkan itu. Semua sudah berlalu. Aku ingin menikmati hidup dan menjalani apa yang seharusnya aku jalani," jawab Rosa. "Kamu tahu tidak si brondong itu mulai mengincarmu. Apakah kamu membuka hatimu untuk dia? Menurut aku dia lebih baik daripada Bayu walaupun masih muda usianya dan di bawah kamu tapi dia tidak seperti Bayu." "Dan dia juga menerimamu. Menikahlah dengan dia atau kalau tidak kalian bisa saling mengenal dulu setelah itu menikah. Kasih dia waktu 3 bulan untuk taaruf. Kamu pasti bahagia dengan dia," tunjuk Lia ke arah Abimana yang tiba-tiba datang mendekatinya. Sejak putusan cerai Lia dan Rosa menghabiskan waktu untuk jalan-jalan. Dan saat ini mereka berada di pasar malam. Abimana yang bosan keluar mencari udara segar eh pada akhirnya dia bertemu dengan Rosa dan Lia. Abimana bertemu Rosa hanya di kantor dan itu juga sekilas saja tidak berbicara dia takut Rosa menjauh karena statusnya. Setelah tahu Rosa resmi bercerai Abimana tidak melepaskan Rosa lagi. Abimana tidak peduli jika dirinya ditolak intinya usaha. "Halo semua, kita ketemu di sini. Apakah aku mengganggu kalian?" tanya Abimana yang langsung duduk dan dia melambaikan tangan ke arah Rosa dan juga Lia. "Oh, tidak. Aku tinggal kalian berdua ya. Aku mau pergi dulu sampai ketemu lagi, tapi tunggu dulu kamu harus jaga dia ya. Kembalikan dia ke rumahnya. Kalau ke KUA nanti saja," ejek Lia yang langsung lari takut jika Rosa marah kepadanya. Rosa melotot tidak menyangka kalau sahabat itu bisa berkata konyol seperti itu. Rosa tersenyum malu karena perkataan dari temannya itu. "Maafkan dia ya. Dia memang seperti itu," ucap Rosa. "Tidak apa-apa, santai saja. Oh, ya Rosa. Aku ingin berbicara denganmu apakah kita bisa bicara berdua saja?" tanya Abimana. Rossa mengganggukan kepala dia tidak lagi menutup dirinya seperti dulu. Ibunya pernah mengatakan "coba buka hati untuk pria lain siapa tahu ada yang bisa menerimamu dan bisa menjadi imam yang sesungguhnya." "Tidak salah kalau kamu membuka hati kembali tapi ingat cintai priamu sekedarnya karena jika kamu mencintai priamu secara ugal-ugalan maka kamu akan ditinggalkan tapi jika priamu mencintaimu secara ugal-ugalan raih dia jangan lepaskan dia." "Itu artinya dia pria sejati pria yang pantas untuk kamu perjuangkan." Dari situlah Rosa mulai hatinya dia tidak takut lagi untuk mencintai pria. Abimana tersenyum dia sangat senang Rosa mulai dekat dengan dia. "Kamu suka ke sini ya, Rosa?" tanya Abimana yang ragu dirinya mengajak Rosa ke sini. Harusnya dia mengajak Rosa makan malam romantis tapi nyatanya dia malah mengajak Rosa ke sini. "Aku suka ke sini karena ayah dan bunda selalu mengajakku kesini. Kita naik bianglala itu," tunjuk Rosa ke arah bianglala yang berputar-putar. Abimana mengganggukkan kepala dia pun segera membeli karcis dan tidak lupa membeli gulali. Keduanya pun sekarang naik menikmati pemandangan malam yang benar-benar sangat cerah dan Rosa mengingat saat dirinya pertama kali diajak oleh ayah dan bundanya. "Maaf Rosa, aku ingin mengatakan sesuatu. Aku harap kamu tidak marah." Abimana mulai mengutarakan isi hatinya. Dia ingin Rosa mengetahui kalau selama ini dia mencintai dirinya. Rosa menatap ke arah Abimana yang terlihat sangat tampan terlebih lagi lampu-lampu yang ada di sekitar bianglala menambah ketampanan brondong muda dan seksi ini. "Apa yang ingin kamu katakan? Aku tidak akan marah," jawab Rosa lagi. "Aku ingin menjadikan kamu istriku. Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa. Aku hanya bisa menjagamu dan mencintaimu seumur hidupku. Aku tahu kamu trauma dengan namanya pernikahan tapi aku akan perlahan menghapus traumamu dan aku akan menjadi suami yang baik nantinya." "Aku tidak akan mengumbar kata-kata manis tapi aku akan mengatakan kepadamu kalau aku tulus mencintaimu dan jika kamu masih belum bisa mencintaiku nantinya tidak apa aku tidak memaksamu tapi izinkan aku untuk menjadi bagian dari hidupmu dan menggenggam tanganmu sampai akhir hidupku," ucap Abimana yang langsung berlutut sambil mengeluarkan cincin berlian dan mengarahkan kepada Rosa. Rossa yang melihat Abimana berlutut di depannya tidak bisa berkata apa-apa dan setiap kata yang diucapkan oleh Abimana kepadanya sebenarnya membuat dia terharu. Tapi kembali lagi dia tidak ingin seperti dulu yang termakan ucapan manis dan pada akhirnya dia akan menderita. Namun melihat ketulusan dari Abimana Rosa langsung menjawab dengan menganggukkan kepala dan mengucapkan satu kata. "Iya, aku menerimamu," Sontak saja Abimana meneteskan air mata dia tidak menyangka ternyata lamarannya diterima. Dia berpikir kalau Rosa tidak ingin menikah dengan dirinya karena usianya jauh di bawah Rosa tapi pada akhirnya dia diterima. "Benarkah kamu menerima aku? Kamu tidak malu menerimaku sebagai suamimu yang usianya jauh darimu?" tanya Abimana lagi. "Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, tidak malukah kamu menerimaku menjadi istrimu yang usianya tua?" tanya Rosa dan dijawab oleh Abimana dengan menggelengkan kepala. "Aku tidak malu dari awal aku bertemu denganmu aku sudah jatuh cinta denganmu. Mungkin terdengar klise atau mungkin terdengar seperti anak ABG tapi aku merasakan getaran cinta saat hari itu." " Jadi, aku berusaha untuk mendapatkan kamu walaupun sulit aku tetap berusaha dan akhirnya aku bisa mendapatkan kamu. Terima kasih Rosa," ucap Abimana terharu dan bahagia bisa mendapatkan Rosa. "Aku juga terima kasih karena kamu sudah mau menerima aku dengan segala kekuranganku. Aku akan menjadi istri yang baik untukmu dan tidak akan mengecewakanmu," jawab Rosa dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku percaya. Aku tidak akan membatasi pekerjaanmu jika kamu mau bekerja aku akan mendukung tapi jika tidak mau bekerja tidak apa-apa aku serahkan kepadamu," jawab Abimana yang tidak sedikitpun mengekang Rosa bekerja. Rosa mengganggukan kepala mendengar kalau Abimana mendukung dirinya tanpa menunggu lama Abimana memasangkan cincin di jari Rosa dan keduanya menikmati pasar malam dengan penuh bahagia. saat keduanya hendak pulang terdengar suara panggilan dari belakang. Rosa dan Abimana menoleh ke belakang ingin melihat siapa yang memanggil mereka dengan cukup kencang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD