Bab 13. Dasar Tidak Tahu Diri

1297 Words
"Bisa apa ya?" tanya Abimana yang gugup untuk melanjutkan apa yang akan dia katakan. Abimana bleng hingga dia tidak tahu harus berkata apa. Rosa mendengar jawaban Abimana dan ekspresi Abimana hanya bisa tersenyum kecil dan kini Abimana menatap dia lekat dan penuh makna. "Maaf, Kak Rosa. Saya mengganggu, ya ?" tanya Abimana lagi yang langsung duduk tempat di depan Rosa. Abimana mendengar dari ayah Rosa kalau Rosa sudah bercerai dari suaminya dan ini lah kesempatan dia untuk mendekati Rosa. Dia pun sudah mengatakan kepada kedua orang tuanya kalau dia menyukai Rosa dengan segala kekurangan dan kelebihan Rosa. Tidak ada yang dia tutupi ke orang tuanya dan orang tua Abimana tidak masalah Rosa yang jadi istri Abimana. Bagi mereka Rosa sangat baik dan sudah kenal juga dengan orang tuanya. Hanya saja dia sangat menyayangkan Rosa bisa memilih suami seperti Bayu. Akan tetapi, semua orang mempunyai kehidupan masing-masing dalam artian takdir sudah menentukan seperti itu jadi tidak bisa diubah lagi. "Oh ya, apa yang ingin kamu katakan ? Kenapa terpotong ucapanmu dan dari mana kamu tahu aku di sini ?" tanya Rosa kepada Abimana. "Ah, tidak ada apa-apa aku salah bicara. Oh, ya bisa aku panggil dengan nama saja tidak perlu Kakak?"tanya Abimana kepada Rosa dan tatapan Abimana ke Rosa sangat lekat. Rosa yang dipandang sangat lekat oleh Abimana tersenyum kecil dan menganggukkan kepala. "Maaf kalau aku lancang bertanya apakah benar yang aku dengar kalau keputusan pengadilan sudah keluar kalau saat ini kamu sudah berpisah dari pria itu ?" tanya Abimana to the point kepada Rosa. Rosa menganggukkan kepala membenarkan pertanyaan Abimana. "Hmm. Benar, sudah keluar. Sekarang aku sedang menjalani masa iddah dan aku sudah lebih lega menjalani hidup," jawab Rosa. "Oh begitu ya. Baguslah, tapi apa tidak ada niat untuk menikah lagi?" tanya Abimana yang tersenyum dengan menunjukkan gigi putihnya. Rosa tidak bisa menjawab karena dirinya memang belum menginginkan untuk menikah bukan berarti tidak ingin menikah tapi dia masih menata dirinya dan juga hatinya agar tidak salah memilih orang lagi. Rosa sebenarnya ingin menikah sekali seumur hidup tapi karena takdir mengatakan lain dia harus berpisah dari suaminya dan sekarang dia akan lebih selektif lagi memilih suami. "Belum tahu lihat nanti saja," jawab Rosa. "Kamu mau menikahi sahabat aku?" tanya Lia dengan senyum menggoda. Abimana terkejut dan dia menggarukkan kepala. Dia benar-benar malu mendengar Lia mengatakan itu. Abimana tidak berkata apapun. Sejak pertemuan dengan Rosa hari itu, hubungan Abimana dan Rosa semakin dekat. Pekerjaan Rosa juga ada hubungannya dengan Abi. Karena memang mereka bekerja sama. Sedangkan di rumah saat ini Wandha berteriak kencang karena dirinya benar-benar lelah mengurus rumah yang tidak ada habis-habisnya terlebih lagi adik iparnya Bayu datang ke rumah dan dia memilih untuk tidak membantu Wandha. "Akhh! Aku lelah," pekik Wandha kencang. Adik Bayu sedari dulu tidak pernah melakukan pekerjaan Rosa lah yang melakukannya. Sekarang, Wandha yang menggantikan Rosa. Geram dengan adik iparnya Wandha menghampiri adik iparnya itu. "Hei, anak manja, Kenapa kamu hanya duduk dan seharian main handphone. Tidak bisakah kamu membantuku?" "Aku ini bukan babumu, aku ini istri dari abangmu dan aku hanya mengurus abangmu bukan kalian berdua," bentak Wandha yang sudah emosi. Dirinya tidak bisa seperti Rosa yang menurut dengan perkataan dari keduanya. "Kalau kamu memang tidak ingin menjadi istri abangku cerai saja. Kami tidak menginginkan wanita lemah di sini dan juga siapa suruh kamu menggeser posisi Kak Rosa." "Harusnya dia yang ada di sini dia juga tidak protes bekerja atas perintah kami. Dia mengerjakan semuanya dan dia juga tidak sedikitpun mengeluh tapi kamu mengeluh terus." "Tidak tahu malu," hina adik Bayu yang bernama Laras. Laras baru tahu Rosa sudah diceraikan oleh abangnya dan saat ini digantikan oleh Wandha dan saat dia memerintah Wandha selalu saja Wandha menolak dan tidak sedikitpun mengiyakan apa yang dia katakan. Malah dia diminta untuk melakukan pekerjaan yang sama saat ibunya tidak ada tapi sekarang saat ibunya ada Laras memilih untuk tidak mengerjakan apa yang Wandha inginkan. "Hei Wandha, jangan menyuruh anakku melakukan pekerjaan yang tidak dia inginkan ya. Kamu itu dinikahi oleh Bayu untuk melayani kami semua dan kamu tidak boleh membantahnya." "Kamu sendiri kan yang ingin menikah dengan Bayu. Jadi, kamu harus menerima kami semua. Sekarang serahkan uang yang Bayu berikan kepadamu seperti biasa jika Bayu gajian maka uang harus diserahkan kepadaku." "Dulu Rosa juga seperti itu dan kamu juga harus mengikutinya, paham kamu?" tanya ibu Gita yang meminta uang kepada Wandha karena saat ini dia dan anaknya ingin berbelanja. Seperti biasa kalau Bayu gajian uang harus ada bersama dengan dirinya. "Wah ...wah ... wah enak sekali. Uang itu diberikan suamiku untukku. Jadi, kalian tidak perlu menguasai uang itu. Mas Bayu sudah katakan untuk menyimpan uang itu." "Jadi, kalian tidak boleh memintanya. Kalau kalian mau aku akan berikan uang sesuai yang aku inginkan, kalian tidak boleh merampasnya. Dulu Rossa bisa kalian bodohi aku tidak." "Skarang kalau kalian mau makan masak sendiri. Bersihkan rumah ini sendiri, aku tidak mau. Aku sudah katakan dan aku tegaskan aku bukan babu kalian mengerti," tegas Wandha yang langsung pergi. Dia sudah muak dengan keduanya lebih baik memanjakan diri sendiri seperti dulu lagi daripada harus melayani keduanya. "Enak sekali aku dijadikan babu mereka. Aku ini Wandha bukan Rosa yang mau saja dibodohi oleh mereka. Aku dinikahi oleh Mas Bayu untuk dijadikan Ratu bukan dijadikan babu mereka. Dasar tidak tahu diri," umpat Wandha yang langsung masuk ke dalam kamar dan membanting pintu. Dia ingin bertemu dengan teman-temannya menenangkan diri dari semua masalah yang ada di rumah ini. "Wandha! Keluar kamu. Dasar menantu tidak tahu diri, kamu tidak boleh mengabaikan kami. Uang itu uang anakku serahkan uang anakku. Kamu tidak pantas menyimpannya, Wandha," teriak Ibu Gita yang tersulut emosi karena dirinya tidak diberikan uang. Sudah beberapa bulan ini dia tidak pernah lagi memegang uang gaji Bayu kalau diminta Bayu selalu katakan sudah sama Wandha dan saat dia meminta kepada Wandha hanya diberikan 100.000 ribu tidak lebih. Dan sekarang dia memberanikan diri meminta seluruh gaji Bayu. Namun lagi-lagi ditolak oleh Wandha. "Ma, bagaimana ini? Aku harus beli pakaian untuk kuliah. Sudah lama aku tidak membeli pakaian apa kata teman-temanku nanti. Aku mengatakan kepada mereka kalau aku ini kaya raya dan mereka juga melihat pakaianku sering berganti-ganti kalau sekarang tidak ganti nanti aku dikucilkan, Ma." "Dan uang belanja aku juga kenapa harus Rp100.000 bisa makan apa aku, Ma dengan uang segitu. Aku tidak bisa seperti ini, Ma. Mama harus beri aku uang kalau perlu katakan kepada Mas Bayu untuk berikan kita uang lebih seperti dulu lagi apa Mama tidak bisa membujuk Mas Bayu?" tanya Laras yang mendesak ibu Gita untuk membujuk anaknya Bayu untuk memberikan mereka uang seperti biasanya. "Kamu tenang saja Mama akan dapatkan uang itu. Wanita tidak tahu diri itu harus diberi pelajaran. Mama tidak bisa diperlakukan seperti ini enak sekali dia mengambil uang masmu." "Uang itu uang kita dia tidak pantas. Dasar wanita tidak tahu diri lebih baik Rosa yang menjadi istri kakakmu, menurut tidak banyak protes. Kalau dia selalu saja protes dan tidak nurut," jawab ibu Gita. "Kenapa Mama setuju menikahi dia. Harusnya Mama tidak perlu setuju. Biarkan saja dia jadi istri simpanan tidak perlu dilegalkan seperti itu." "Lihatlah kita yang rugi kalau masih Kak Rosa yang jadi istri Mas Bayu kita tidak seperti ini. Mama cepat lakukan sesuatu buat si Wandha tidak tahu diri itu. Buat dia menyesal karena sudah membuat kita seperti ini." Laras meminta kepada ibunya untuk memberi pelajaran kepada Wandha agar tidak sombong seperti saat ini. "Kamu jangan khawatir Mama sudah punya rencana untuk si Wandha tidak tahu diri itu. Fia harus mendapatkan balasannya. Mama tidak akan membiarkan dia seenaknya saja menindas kita." "Kita akan buat dia tersingkir. Dan kita akan membujuk Rosa untuk rujuk dengan kakakmu," ucap ibu Gita yang dengan percaya diri dengan rencananya. "Memangnya mama mau singkirkan dia dengan cara apa ?" tanya Laras yang penasaran apa yang ibunya akan lakukan kepada istri kedua kakaknya itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD