"Kamu berbeda dari Rosa. Kamu terlalu boros dan kamu tidak bisa apa-apa. Apa gunanya kamu menjadi istri Bayu tidak bisa diandalkan menyebalkan," gumam ibu Gita memandang ke arah Wandha.
Dia tidak berani untuk berbicara langsung karena takut Wandha ngamuk. Wandha dan Rosa itu berbeda jika dia berkata sesuatu maka Wandha akan dan mengatakan yang tidak tidak kepada Bayu dan tentu saja Bayu terpengaruh oleh perkataan Wandha. Kalau Rosa mengadu malah Rosa yang dimarahin Bayu dia di bela. Itulah perbedaan Wandha dan Rosa.
"Kamu pikir saja sendiri. Habis dari sini lakukan pekerjaan rumah jangan protes. Aku tidak ingin kamu protes. Sebagai menantu harus mengikuti perkataanku, paham!" tegas ibu Gita yang membuang wajahnya.
Karena saat ini wajah Wandha langsung berubah masam mendengar apa yang dikatakan olehnya. Wandha dan ibu Gita selalu saja bertengkar masalah rumah tangga terlebih lagi untuk masalah pekerjaan. Ibu Gita selalu meminta Wandha melakukan ini dan itu.
Awalnya Wandha menolak mengikuti perkataan Bu Gita namun hasutan dari ibu Gita ke Bayu membuat dirinya tidak bisa untuk membantahnya terlebih lagi Bayu yang akhir-akhir ini selalu uring-uringan dan marah.
Hingga dirinya lah yang jadi bahan lampiasan dan mau tidak mau dialah yang jadi pembantu di rumah.
Sedangkan di ruang sidang pertengkaran terjadi antara juga Bayu dan Rosa hingga membuat sidang ditunda.
"Saya mohon kepada para hakim yang hormat saya tidak akan mau mediasi. Dan itu sudah menjadi keputusan saya," jawaban tegas dari Rosa membuat Bayu kesal dan mengepalkan tangannya makin keras.
Bayu tidak menyangka kalau Rosa benar-benar ingin berpisah darinya.
"Kamu tidak ingat bagaimana kita dulu ? Dulu kamu mencintaiku dan kamu tidak ingin berpisah dariku." Bayu yang tidak tahu malunya mengatakan itu.
"Aku sudah lupa kalau aku pernah mencintaimu. Jangan ingatkan aku tentang kebodohanku yang lalu. Aku harap waktu bisa berputar kembali dan aku tidak akan pernah mengenalmu," jawab Rosa tepat di depan para hakim.
Karena tidak ada titik terang sidang berakhir. Para hakim meninggalkan ruangan. Rosa pun ikut pergi bersama pengacaranya. Namun Bayu menarik tangan Rosa. Dia menahan Rosa agar tidak keluar dan dia ingin berbicara dengan Rosa.
Namun pengacara Rosa segera melepaskan tangan Bayu dari kliennya.
"Jaga sikap Anda, jika Anda bersikap kasar dengan klien saya maka saya akan tuntut Anda dan satu hal lagi jika ingin bicara di persidangan saja. Ayo mbak Rosa kita pergi sekarang," ucap pengacara segera membawa Rosa pergi dari hadapan Bayu yang menahan amarahnya.
Rosa segera keluar dari ruangan. Di luar dia melihat kedua orang yang sudah menunggunya. Rosa mengabaikannya, dia pergi begitu saja.
Wandha mendekati Bayu yang wajahnya menunjukkan raut wajah yang marah dan kesal.
"Bagaimana, Mas? Apa dia nuntut harta gono gini? Kalau memang iya jangan kasih enak kali kamu yang kerja dia yang mendapatkan harta," hasut Wandha.
Hasutan Wandha tidak dipedulikan oleh Bayu. Bayu segera pergi dia Ingin menyusul Rosa agar bisa berbicara dengan dirinya. Wandha dan ibu Gita melihat Bayu pergi meninggalkan mereka segera menyusul.
Mereka ingin tahu apa yang Bayu lakukan. Apakah dia ingin mengejar Rosa? Wandha sebenarnya tidak ingin Rosa kembali menjadi istri dari Bayu dia ingin Rosa benar-benar berpisah namun dirinya sudah tidak tahan dijadikan pembantu dan disuruh ini dan itu untuk itu dia setuju Rosa kembali dengan Bayu dengan catatan Rosa akan dijadikan pembantu kembali. Sedangkan dia tidak.
"Terima kasih banyak. Nanti beritahukan saya kapan sidangnya. Tapi, sepertinya Anda saja yang pergi saya tidak bisa dan kalau bisa seperti yang saya katakan jangan ada mediasi langsung saja," jawab Rosa kepada sang pengacara.
"Baiklah saya akan melakukan seperti yang Mbak Rosa katakan. Saya akan usahakan tidak ada mediasi kalaupun ada mediasi saya saja yang datang dan saya akan tetap katakan kalau Anda tidak ingin rujuk dengan Mas Bayu."
"Jadi Anda tidak perlu lagi datang ke persidangan cukup hari ini saja karena hari ini kan sidang pertama. Jadi, wajar kalau Anda datang tapi sisanya biar saya saja," jawab pengacara yang dianggukan oleh Rosa.
Keduanya pun berpisah. Rosa naik ke mobil namun saat pintu hendak ditutup Bayu menahannya.
"Mau apa lagi kamu? Pergilah tidak ada yang perlu dibicarakan semua sudah selesai. Kamu sudah memilih dia kan sekarang silahkan pilih dia dan rawat dia. Bukannya dia lebih cantik dari saya," jawab Rosa dengan perkataan yang formal.
Biasanya Rosa tidak pernah seperti ini. Bayu melihat perubahan sikap Rosa kepada dia. Entah kenapa dia tidak suka.
"Kamu benar-benar tidak ingin balik denganku lagi? Apa karena pria itu ? Apa pria berondongmu itu yang menghasutmu?" tanya Bayu dengan wajah yang datar.
Bayu masih menahan amarahnya saat mendengar kalau Rosa sekarang dekat dengan brondong.
"Apa urusanmu? Tidak ada urusan denganmu. Aku mau dekat dengan siapa saja itu hakku. Kamu dekat dengan wanita manapun aku tidak sedikitpun melarang sampai menikah pun aku tidak pernah sedikitpun protes."
"Jadi sekarang ini jangan dekati aku lagi dan kita akan bertemu di sidang selanjutnya. Urus istri mudamu itu," ucap Rosa yang segera mendorong Bayu dan segera menutup pintu.
Karena dia yakin kedua orang itu pasti akan memaki dirinya dan benar saja saat Rosa sudah menutup pintu Wandha dan ibu Gita berteriak dari luar memukul-mukul mobil Rosa.
Akan tetapi tidak dipedulikan oleh Rosa. Mobil langsung pergi meninggalkan parkiran. Wandha menjerit dia memukul Bayu berkali-kali.
"Mas, ada apa denganmu. Mas, aku tanya kenapa diam. Kenapa kamu masih mengejar wanita itu. Apa kamu masih mencintainya? Aku memintamu untuk rujuk supaya dia dijadikan pembantu bukan untuk dijadikan istri lagi."
"Kamu ini kenapa sih Mas Bayu. Kenapa lemah sekali. Dia itu tidak pantas untukmu. Akulah yang pantas dia itu hanya cocok dijadikan pembantu pembantu di rumah kita. Apa kamu paham," bentak Wandha dengan cukup keras.
Bayu hanya bisa diam dia menahan amarahnya belum pernah selama ini dirinya dibentak oleh wanita. Rosa saja tidak pernah seperti ini tapi Wandha malah membentaknya di depan semua orang.
Ibu Gita tidak suka melihat anaknya dibentak langsung menampar Wandha. "Jangan bentak anakku."
Wandha memegang pipinya yang memerah karena ditampar oleh mertuanya. "Kenapa memukulku" tanya Wandha.
"Jaga ucapanmu! Dan jaga harga diri suamimu berani-beraninya kamu membentaknya. Apa hak kamu membentaknya. Sebagai istri kamu jaga sikapmu kurang ajar kamu. Kamu tidak berhak untuk membentak suamimu atau pun mertuamu."
"Kamu harusnya jaga sopan santunmu dasar tidak tahu diri memang benar kamu itu tidak pantas untuk menjadi istri Bayu. Hanya Rosa lah yang pantas dia lebih sopan daripada kamu."
"Ayo Bayu kita pergi. Kita jangan dengarkan wanita tidak tahu diri ini." Ibu Gita segera menarik tangan Bayu.
Dia marah karena Wandha sudah membentak anaknya dan semua orang yang berada di parkiran melihat mereka. Tentu itu akan mencoreng nama baik Bayu.
Wandha yang melihat ibu Gita dan Bayu pergi meninggalkan dirinya hanya bisa menggepalkan tangan. Dia tidak menyangka menikah dengan Bayu akan seperti ini. Dia pikir menjadi istri kedua hidupnya akan senang karena Bayu sudah katakan dia tidak perlu mengerjakan apa-apa semuanya sudah dikerjakan oleh Rosa.
Rosa yang akan mengerjakan semua kebutuhan rumah tangga dari masak, mencuci pakaian dan semua yang tapi nyatanya dialah yang melakukan semua itu. Awalnya dia menolak namun karena Bayu yang memintanya akhirnya dirinya melakukan semua pekerjaan dan pada akhirnya dia mempunyai ide untuk membawa Rosa kembali.
Namun nyatanya Rosa tidak mau kembali dan dia memilih untuk bercerai.
"Awas kalian. Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia aku akan menghancurkan hidup kalian," gumam Wandha tidak terima jika dirinya diperlakukan seperti ini.
Sejak hari itu Wandha terus mendapatkan perlakuan yang tidak enak di rumah. Dia benar-benar seperti Rosa. Ingin protes tapi Bayu malah membela ibunya.
Sedangkan Rosa menikmati kebersamaan dengan kedua orang tuanya dan pada akhirnya setelah perjalanan cukup panjang Hakim mengetuk palu keduanya berpisah.
Bayu tidak melihat Rosa lagi sejak hari itu, dia juga semakin uring-uringan mendengar ibunya mengatakan kalau Rosa didekati oleh pria muda. Sedangkan Rosa yang sedang berkumpul dengan teman-temannya tanpa sengaja bertemu dengan Abimana.
"Halo Kak Rosa. Kita ketemu lagi kali ini aku bisa ...." Abimana menghentikan ucapannya dia ragu untuk melanjutkannya karena takut jika Rosa bersikap seperti waktu itu ke dia.
"Bisa apa?" tanya Lia.