Bab 5. Trik Wandha

1289 Words
"Baiklah, aku akan pertimbangkan untuk datang ke rumah Ibu dan ayahku. Aku sangat merindukan mereka. Kalaupun aku ditolak nantinya, aku sudah ikhlas. Aku tidak akan marah dan aku akan pergi," ucap Rosa dengan suara yang lirih karena saat ini dia sudah pasrah. Rosa tidak akan sedikitpun memaksa kedua orang tuanya untuk menerimanya kembali karena ini memang salah dia. Dia menikah dengan Bayu tanpa restu orang tuanya dan sekarang dia diperlakukan seperti ini dengan Bayu dan itu adalah karma untuknya. "Sudahlah, jangan sedih kita tidak tahu nasib kita itu seperti apa, Rosa saat ini. Mungkin kamu disakiti oleh Bayu tapi nanti kamu akan diratukan oleh pria lain. Kamu jangan sedih seperti ini akan ada pelangi setelah hujan." " Anggap saja ini pelajaran buatmu agar kedepannya kamu bisa bertindak lebih baik lagi lebih rasional lagi dan jangan bodoh untuk memilih pasangan. Tapi, menurut aku tidak semua pria sama seperti Bayu." "Aku tidak ingin kamu trauma karena masalah ini. Dan aku yakin kamu pasti mendapatkan jodoh yang lain." Lia memeluk Rosa sahabatnya dengan penuh cinta. Dia yakin saat ini Rosa pasti terpukul dengan apa yang dilakukan oleh Bayu kepada dirinya. Rosa berada di rumah Lia untuk sementara waktu. Dirinya membantu Lia untuk berjualan online dan penampilan Rosa juga sudah mulai berubah sedikit demi sedikit. Lia memperbaiki penampilan Rosa. Karena dia yakin Rosa butuh perubahan agar dia tidak minder dengan penampilannya dan agar Rosa tidak dipandang rendah oleh Bayu dan juga keluarganya. "Hari ini kita mau ke mana ? Apa kita mau ambil barang?" tanya Rosa yang mengikuti Lia. "Hmm, kita hari ini mau ambil barang seperti yang aku katakan waktu itu. Barang sudah sampai dan sekarang kita harus berjualan. Kita akan ambil di supplier yang biasa." "Aku yakin kali ini dia pasti akan kasih kita diskon. Ayo naik lah kita sudah terlambat ini. Aku sudah katakan kalau kita lagi di jalan padahal kita lagi ada di rumah, hahah," jawab Lia sambil tertawa memasang helm dan naik di sepeda motor yang akan membawa mereka ke toko di mana barang-barang yang ingin dia beli ada di sana. "Dih, kamu ini suka srkali berbohong. Tidak baik berbohong. Kalau memang kita lagi di rumah ya katakan saja di rumah ini tidak kamu malah katakan kalau kita di jalan. Bener-bener kamu ini keterlaluan." Rosa menggelengkan kepala melihat kelakuan dari sahabatnya. Lia hanya tertawa saja mendengar apa yang Rosa katakan. Keduanya pun segera pergi ke tempat toko yang akan mereka datangi untuk membeli barang-barang jualan online mereka. Sesampainya, di tempat tujuan tanpa diduga oleh keduanya Rosa ditampar oleh seorang wanita dan dia tidak lain adalah Wandha istri kedua dari Bayu. "Kenapa kamu menampar sahabatku? Apa salah dia," teriak Lia yang tidak terima Wandha nampar Rosa. Rosa yang ditampar terkejut ia memegang pipinya dan dia menatap tajam ke arah Wandha yang tiba-tiba menampar dirinya. "Diam kamu ! Kamu dan dia sama saja kalian ini memang benar-benar wanita yang tidak tahu diri dan kamu juga Rosa. Kalau kamu tidak ingin balik lagi katakan yang sebenarnya jangan aku yang disalahkan oleh orang-orang." "Dan satu hal lagi kenapa kamu tidak bisa menerima pernikahan Mas Bayu dan aku. Apa kamu ingin jadi ratu hingga kamu tidak ingin dipoligami, hah? Kamu ini munafik. Semua orang tidak masalah dipoligami dan mereka juga baik-baik saja dipoligami." "Dan mereka akur antara istri pertama dan istri kedua tidak ada yang saling iri tapi kamu. Cih, kamu iri kan denganku, kan? Coba lihat penampilanmu itu menjijikan, pembantu aja kalah dari kamu. Pantas saja, Mas Bayu menikahiku dan meninggalkanmu kalau kamu berpenampilan seperti ini." Wandha lagi-lagi menghina Rosa hingga membuat Rosa marah. Dan dia balik menampar Wandha dengan cukup keras. Rosa melampiaskan amarahnya yang terpendam. "Kamu katakan apa tadi ? Semua wanita tidak masalah di poligami, begitu maksudmu? Memang iya, sebagian tidak ada yang masalah, mereka baik-baik saja tapi ada sebagian yang tidak menginginkan poligami karena apa? Karena suami mereka tidak berlaku adil dan mereka tidak diberikan kebahagiaan yang sebenarnya." "Apa kamu tahu semua ada aturannya. Tidak sembarangan untuk melakukan sesuatu yang kita kehendaki. Kalau kamu memang setuju dengan prinsip yang kamu katakan tadi silakan tapi aku ingin lihat bagaimana nanti Mas Bayu melakukan poligami ke kamu." "Dan di saat itu aku ingin melihat reaksimu. Apakah kamu terima atau tidak? Kalau kamu terima itu artinya kamu wanita yang kuat tapi aku yakin kamu tidak akan bisa terima," jawab Rosa yang balik menantang Wandha jika suatu saat dia dipoligami oleh Bayu. Apakah dia kuat atau tidak. Wandha terdiam dia tidak mengatakan apapun. Jujur dia tidak ingin dipoligami. Dia ingin menjadi istri Bayu satu-satunya. Dari dulu dia sudah mengincar Bayu. Memang mereka adalah saudara jauh dan Wandha berpura-pura salah menghubungi seseorang dari situlah kedekatan mereka terjalin dan Wandha terus menghubungi Bayu kalau dia dalam masalah dan di saat itulah Wandha merayu Bayu untuk tidur dengan dirinya dan setelah tidur Bayu diminta untuk bertanggung jawab. Ibu Gita tidak tahu awalnya tapi setelah diberitahu dia pun terkejut dan dia tidak masalah hanya Rosa yang tidak tahu baru kejadian sebenarnya. Setelah kejadian itulah baru Rosa tahu kalau Wandha istri kedua dari Bayu dan dia dipoligami tanpa izin dari dirinya. "Kenapa kamu diam pelakor? Tidak bisa berbicara kah ? Bicaralah. Bukannya kamu katakan tadi semua wanita tidak masalah dipoligami. Lah, kamu sendiri malah diam. Takut ya, di poligami ? Ingat, karma itu ada. Kamu hari ini menyakiti hati istri pertama dan nanti kamu juga akan disakiti oleh wanita lain dan aku yakin saat itu kamu akan hancur tidak seperti temanku ini." "Dia kuat, dia tahan banting sakit mana yang belum dia rasakan semua sudah dia rasakan. Sedangkan kamu belum tahu kan? Apalagi mertuamu seperti apa ke kamu. Kamu akan tahu nantinya, mertua yang tidak tahu diri itu akan menyiksamu sama seperti yang sahabatku ini rasakan." "Ayo Rosa kita pergi. Kalau terlalu lama kita berhadapan dengan si pelakor ini kita akan sial. Ayo ... ayo," ajak Lia yang segera pergi dari hadapan Wandha. Dia puas mengatakan apa yang ada di hatinya. Mendengar cerita Rosa dia geram dan marah dan kebetulan dia bertemu dengan wanita yang sudah merebut posisi sahabatnya. Tentu saja Lia langsung membuat Wanda terdiam 1000 bahasa. Rosa pergi dari hadapan Wandha. Dia tidak lagi memperdulikan Wandha dan Bayu. Karena saat ini dia ingin fokus pada dirinya sendiri mengumpulkan uang dan dia akan konsultasi pengacara untuk mengajukan surat cerai. Rosa tidak ingin berlama-lama menyandang status istri dari Bayu. Dia terlalu sakit untuk mempertahankan status tersebut. Wandha hanya bisa menetap Rosa yang pergi meninggalkan dirinya. Wandha mulai mengingat pagi ini dia sudah melayani mertuanya yang cerewet itu. Biasanya Rosa yanh dipanggil setiap pagi tapi kali ini dia. Dan dia diminta untuk menyiapkan makanan dan juga semua yang ada di rumah itu. Wandha yang mengerjakan sehingga dia lelah dan marah dengan mertuanya itu. Wanda memilih pergi meninggalkan mertuanya yang berteriak kencang memanggil namanya. "Aku tidak ingin jadi pembantu di rumah itu. Aku akan minta kepada Mas Bayu untuk membawa Rosa pulang dan menjadikan pembantu di rumah. Aku tidak ingin mengerjakan pekerjaan rumah hanya Rosa yang mampu melakukannya. Aku akan menghubungi Mas Bayu dulu," ucap Wandha yang mulai berpikir untuk menahan Rosa agar tidak menceraikan Bayu dan menjadikan Rosa pembantu di rumahnya. Dengan sedikit ancaman mungkin Rosa akan luluh dan kembali ke rumah itu. Sedangkan Rosa berjalan menuju ke arah toko namun tanpa sengaja Rosa menendang kaleng dan tendangan tersebut mengenai seseorang yang sedang berdiri. Rosa yang melihatnya terkejut dia buru-buru mendekati orang yang tidak sengaja mengenai kaleng yang dia tendang tadi. "Maaf ya, saya tidak sengaja apa yang sakit ?" tanya Rosa yang panik karena melihat orang tersebut menatap ke arahnya. Begitu juga dengan Lia dia ikutan panik karena Rosa tidak sengaja menendang kaleng tersebut. "Kamu tanya mana yang sakit?" tanya orang tersebut dengan suara yang berat dan datar menatap tajam ke arah Rosa dan Rosa menganggukkan kepala.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD