Rosa menganggukkan kepala dia memang tidak sengaja melakukan itu dan bukan keinginan dia menendang kaleng kosong ke arah pria muda yang protes ke dia.
"Aduh, Dek. Mohon maaf ya teman saya ini tidak sengaja maafkan atas semua kesalahannya. Ada yang sakit ? Kalau ada kami akan ke rumah sakit." Lia mewakili Rosa meminta maaf kepada pria tersebut.
Pria muda tersebut tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Kamu panggil saya adik ?" tanya pria tersebut yang bernama Abimana Mahendra.
Pengusaha hebat terkenal dan juga seorang putra tunggal dari keluarga Wijaya Mahendra.
"Terus kalau bukan panggil adik, kami berdua panggil apa? Kakanda ? Papanda atau Yayangda begitu?" tanya Rosa yang mulai kesal dengan ketengilan dari pria ini.
Lia sudah tanya baik-baik dan minta maaf malah pria ini tengil seperti itu jawabannya.
"Aku suka yang terakhir. Yayangda. Panggil itu saja tapi khusus untuk kamu tidak perlu kakak," jawab Abimana yang membuat Lia membolakan mata saat ditunjuk Abimana.
"Ck, kamu fikir aku mau gitu memanggilmu dengan sebutan itu? Dalam mimpimu saja. Ayo Rosa, kita pergi kalau kita lama di sini kita pasti akan terkontaminasi dengan dia," ajak Lia menarik tangan Rosa untuk pergi.
Abi menggelengkan kepala, dia tidak percaya kalau dirinya bertemu dengan wanita yang menarik.
"Rosa. Baiklah, aku akan mengingatnya," jawab Abimana yang langsung pergi.
Rosa dan Lia berbelanja barang-barang kebutuhan live jualannya di media sosial. Setelah mendapatkan semuanya, barang-barang tersebut langsung diantar ke rumah. Mereka pun kembali pulang ke rumah dengan menggunakan kendaraan sepeda motor.
Keduanya tertawa dan saling bertukar pikiran untuk usaha mereka. Walaupun semua usaha dari Lia tapi Rosa memberikan ide-ide yang cemerlang. Di rumah barang-barang diturunkan dan mulailah mereka memilah-milah barang-barang tersebut.
"Hari ini kita akan live kamu pakailah pakaian yang bagus terus setelah itu aku akan meriasmu. Ayo ... ayo." Lia memerintahkan kepada Rosa untuk segera bersiap.
Mereka akan live untuk menarik penonton yang ada di seluruh Indonesia. Mendengar permintaan Lia Rosa pun menganggukkan kepala dia memakai pakaian yang diberikan oleh Lia dan tidak lupa dia menggunakan riasan.
"Nah, seperti ini. Kamu kan cantik tidak ada yang bisa mengalahkanmu. Pelakor manapun kalah kalau disamakan denganmu. Termasuk si gundik Bayu itu. Dia kalah jauh di atasmu. Kali ini pasti akan ada yang menarik perhatian."
"Oh, ya pria yang tadi pagi kita lihat itu tampan juga tapi sayang dia masih berondong bukan seleraku. Apa dia tipemu? Dan dia terus menatap kearahmu." Lia membicarakan si pria tadi.
Rosa yang ditanya menggelengkan kepala. "untuk saat ini aku belum berpikir pria. Tapi, kalau nanti Tuhan memberikan jodoh lagi yang pasti aku mau jodohku itu baik, tidak pelit dan juga membelaku dalam hal apapun," jawab Rosa.
"Aamin. Semoga saja semua yang kamu doakan itu terkabul. Sekarang ayo kita live," ajak Lia kepada sahabatnya untuk segera live streaming menjual barang-barang yang tadi mereka beli.
Rosa pun mulai melakukan live streaming dia menjual beberapa pakaian dan ternyata semua pakaian mereka habis terjual. Saat live tiba-tiba masuk komen dari seseorang hingga membuat Rosa dan Lia saling memandang satu sama lain.
"Ganti rugi karena sudah membuatku cedera," jawab komentar tersebut dari akun Abi tampan sekali.
Itulah nama media sosial yang meminta ganti rugi atas cedera yang lakukan Rosa. Tentu saja komentar tersebut membuat semua orang yang masih di live langsung bertanda tanya dan melihat profil dari Abi tampan sekali.
Dan mereka mengatakan kalau Abi sangat tampan benar-benar tampan.
Siapa Abi itu ?" tanya penonton live Rosa.
Rosa yang tidak tahu segera buka suara. "Maaf ya, saya tidak tahu dan saya ucapkan terima kasih karena sudah membeli barang-barang kami. Semoga rezeki kalian akan bertambah, Aamin ... Aamin," ucap Rosa kepada para pelanggan setianya.
Tanpa Rosa duga akun Abi tampan sekali mengirimkan gift kepada mereka. Berkali-kali hingga membuat Rosa dan Lia serta orang pun ikut terkejut. Gift yang cukup besar nilainya.
"Terima kasih buat akun yang bernama Abi tampan sekali. Terima kasih gifnya ya, semoga rezekinya semakin bertambah," jawab Rosa dengan sopan dan langsung mengakhiri livenya.
Keduanya saling memandang satu sama lain. "tadi dia mengirimkan gift yang sangat banyak. Gila sepertinya dia orang kaya Rosa. Sepertinya dari yang dia katakan kalau kita melukainya, apakah orang yang tadi?"
"Apakah dia orang kaya Rosa?" tanya Lia kepada Rosa dijawab dengan bahu yang diangkat.
"Sudahlah biarkan saja dia masih berondong jadi tidak perlu lagi dilayani. Rezeki kita tadi. Ayo bersiap untuk packing dan sepertinya kita harus menyewa orang untuk membantu kita packing barang-barang yang akan kita kirimkan."
"Apakah semuanya cod atau transfer?" tanya Rosa kepada Lia.
"Transfer semuanya agar tidak ada yang cod. Aku menutup kolom COD. Walaupun tutup COD mereka membeli barang-barang kita." Lia memeluk sahabatnya.
Dia tidak menyangka kalau kali ini rezeki mereka melimpah. Sejak saat itu Rosa melakukan live dan selalu muncul Abi tampan sekali dan memberikan gift yang cukup besar.
Awalnya tidak diperdulikan, lama-kelamaan Rosa penasaran siapa pria tersebut dan ternyata pria tersebut mengirimkan pesan kepada dirinya.
"Pria itu meminta kita bertemu. Dia ingin bekerjasama dengan kita, bagaimana?" tanya Rosa.
"Ya sudah kalau begitu, kita bertemu saja. Kapan dia ingin bertemu?" tanya Lia.
"Besok. Apa kamu bisa bertemu dengan dia bersama denganku?" tanya Rosa kepada Lia.
"Besok tidak bisa. Aku harus pergi pulang kampung. Ibuku sakit, aku ingin melihatnya kita tidak jualan dulu ya. Kamu tinggallah saja di sini saja dulu. Tapi, nanti hati-hati jangan mau diajak dia," jawab Lia kepada Rosa.
Rosa mengganggukan kepala. Akhirnya, dia yang akan bertemu dengan Abi tampan sekali. Rosa penasaran Abi ingin membicarakan apa?
Keesokan harinya Rosa bertemu dengan orang yang dia temui pagi itu. Abi memandang Rosa dari atas sampai bawah. Abi tidak menyangka kalau Rosa sangat cantik, baik di live maupun secara langsung.
"Silahkan duduk, Mbak Rosa. Saya ingin membicarakan sesuatu. Tapi, mana teman Anda yang cerewet itu?" tanya Abi.
Rosa tersenyum kecil mendengar Abi mengatakan kalau Lia cerewet.
"Dia lagi pulang kampung ibunya sakit sekarang kita bicarakan saja tentang kita. Anda mau bahas apa?" tanya Rosa.
"Kerja sama. Tapi, sebelumnya saya mau katakan sesuatu. Yang pertama kaki saya terluka karena kaleng itu. Dan Mbak Rosa harus menggantinya walaupun sangat kecil tapi ada luka yang sangat dalam yaitu di sini. Ya, tempat di sini," tunjuk Abi ke arah dadanya.
Rosa menaikkan alisnya melihat apa yang Abi tunjuk kepada dirinya.
"Lagi patah hati ya?" tanya Rosa.
"Bukan. Lagi jatuh cinta pada pandangan pertama," jawab Abi yang tersenyum membuat Rosa bingung harus jawab apa.
"Kalau memang jatuh cinta ya katakan jangan sampai dia lari itu saran saya. Asalkan kamu tulus sama dia saya yakin wanita tuh pasti akan setuju," jawab Rosa yang membuat Abi menganggukkan kepala.
"Menurut Mbak sendiri apakah aku akan diterima nantinya kalau aku mengatakan kalau aku jatuh cinta padanya?" tanya Abi yang membuat Rosa menganggukkan kepala.
"Tentu saja siapa yang katakan kalau dia tidak jatuh cinta kepadamu. Dia pasti itu jatuh cinta kepadamu," jawab Rosa.
"Baiklah. Kalau Mbak sendiri bagaimana?" tanya Abi balik yang membuat Rosa terdiam.
Rosa mulai mencerna setiap kata-kata dari Abi. Sepertinya dia terperangkap dengan kalimat-kalimat yang Abi lontarkan kepadanya. Rosa mulai berpikiran kalau berondong yang ada di depannya ini menyukai dirinya.
Rosa terdiam karena mendengar tepuk tangan dari samping dan dia terkejut melihat siapa yang berdiri di depannya.
"Wah, ternyata dia pergi dari rumah bukan karena tidak mau di poligami ternyata ingin bersama dengan pria yang cukup muda. Kamu sadar diri. Dia ini pantasnya jadi adikmu bukan kekasihmu."
"Dan kamu. Apa kamu tahu dia itu masih istri orang apa pantas berada di sini? Mana masih muda dan kamu apa kamu tahu siapa dia ?" tanya orang tersebut yang membuat Abi terdiam dan memandang ke arah Rosa.
Abi melihat wajah Rosa menahan amarah kepada orang yang tiba-tiba datang mengganggu pembicaraan dirinya.
"Memangnya kenapa kalau aku tahu dia istri orang. Aku tidak berbuat zina. Aku tidak memalukan siapapun aku. Ini tempat terbuka dan semua orang juga melihatku. Apa jangan-jangan kamu cemburu melihat Mbak Rosa bersama denganku?" tanya Abi berdiri dan mulai menantang orang tersebut.