Yang datang menemui Rosa adalah Wandha dan ada Bayu juga. Keduanya tidak sengaja melihat Rosa duduk bersama seorang pria muda dan pria muda itu terlihat tersenyum ke arah Rosa.
Bayu yang melihatnya marah tidak terima kalau Rosa dekat dengan pria yang lebih muda darinya. Dan saat ini Rosa terlihat sangat berubah jauh dari yang dulu dan juga Rosa belum berpisah dari dirinya jadi Rosa masih istrinya.
Untuk itulah Bayu datang menghampiri Rosa dan membuat keributan di tempat tersebut.
'Kamu ikut aku pulang sekarang. Berani-beraninya kamu pergi dengan pria lain. Kamu itu masih istriku. Apa kamu ingin berzina dengan dia ?" tanya Bayu dengan suara yang keras hingga membuat semua pengunjung di restoran tersebut memandang ke arah mereka.
Rosa menggelengkan kepala dia tidak mengerti dengan apa yang Bayu katakan. Fitnah apa yang sudah Bayu berikan kepadanya. Sejak kapan dia berzina?
Rosa yang sudah memendam amarah dan sakit hati kepada Bayu berdiri dan menatap ke arah Bayu. Tatapan Rosa ke Bayu sangat tajam dan dia tidak lagi takut dengan Bayu saat ini. Karena selama dia menjalani rumah tangga dengan Bayu dia selalu saja direndahkan olehnya.
Karena takut berdosa Rosa menurut saja walaupun dirinya harus dihina tapi kali ini tidak. Dia bukan wanita yang lemah lagi seperti dulu.
"Kamu katakan apa tadi ? Istri kamu ? Apa kamu tidak sadar, ya, Mas Bayu. Apa kamu berpikir aku berzina dengan dia? Apa aku sehina itu dimatamu? Dengar baik-baik mas Bayu. Aku sebagai istri selalu tersiksa dan aku juga selalu disalahkan oleh keluargamu dan aku juga dihina."
"Apa pernah selama ini kamu peduli denganku. Apa pernah selama ini kamu memperhatikanku? Tidak pernah sedikitpun kamu memikirkan aku. Yang kamu tahu aku ini buruk dimatamu dan kamu selalu membandingkanku dengan orang lain."
"Dan sekarang kamu tuduh aku berzina. Kamu yang berzina dengan mengatasnamakan kalau kamu sudah berpoligami. Kamu berpoligami tanpa izin dariku. Ingat itu! Harusnya, kamu yang bisa disangkakan zina bukan aku."
"Aku berada di sini karena aku mempunyai tujuan yang lain tidak sepertimu dan kalau kamu katakan aku masih istrimu itu salah karena aku sudah mengajukan surat perceraian dan tunggu saja surat itu datang ke rumah dan kita akan bertemu di pengadilan."
"Jangan mencoba untuk menyalahkanku dan mengatakan kalau aku zina. Kmu yang sudah melakukannya bukan aku. Ayo Abi kita pergi dari sini sepertinya kita harus cari tempat yang lain agar apa yang dipikirkan oleh kedua orang ini benar," ucap Rosa yang langsung menarik Abi untuk keluar.
Rosa benar-benar kecewa dan marah dengan tindakan dari Bayu. Dia selalu saja menyalahkan dirinya tanpa koreksi diri sendiri. Abi yang tangannya ditarik tersenyum mengejek ke arah Bayu.
Abi senang karena Rosa menariknya pergi dan dia juga senang karena Rosa berani membela dirinya. Dia pikir Rosa itu lemah ternyata tidak. Di saat Bayu dan Abi berpapasan, Abi membisikan sesuatu di telinga Bayu hingga membuat Bayu mengepalkan tangannya. Wajahnya langsung memerah tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Abi kepada dirinya.
"Awas kamu, aku tidak akan menceraikanmu. Aku akan buat kamu menderita. Aku Bayu tidak akan membiarkan kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan, Rosa." Bayu geram dengan Abi dan Rosa.
Abi mengatakan ke Bayu kalau dia tidak akan pernah bisa mendapatkan Rosa karena dia yang akan mendapatkan Rosa. Tentu saja Bayu tidak terima dia tidak ingin Rosa mendapatkan pria seperti Abi yang dia yakini kalau Abi itu orang kaya karena penampilannya sangat rapi dan juga pakaian yang digunakan Abi juga sangat mewah berbeda dengan dirinya.Walaupun dia rapi tapi tidak semewah Abi penampilannya.
"Mas, lihat kelakuan dari istrimu itu. Bisa-bisanya dia bersama dengan pria lain. Aku yakin dia meninggalkanmu karena pria itu. Dia sengaja membuatmu marah dan dia juga sengaja bercerai darimu karena ingin bersama dengan pria itu."
"Kamu tidak perlu lagi mempertahankan dia Mas dia bukan wanita baik-baik dan dia akan memalukanmu nantinya. Bagaimana kalau dia hamil anak pria itu dan dia kembali kepadamu itu artinya kamu mendapatkan kesialan."
"Lebih baik pisah saja. Ceraikan dia, aku bisa membahagiakanmu lebih daripada dia," hasut Wandha yang tidak terima jika Bayu ingin mempertahankan Rosa.
Dia tidak ingin dimadu lagi. Bagi Wandha saat ini ialah wanita satu-satunya dalam hidup Bayu ya dia. Tidak boleh ada yang lain.
"Diamlah kamu Wandha. Aku tidak meminta pendapatmu," bentak Bayu yang segera pergi dari restoran tersebut. Karena semua orang memandang ke arahnya dan membicarakan dirinya.
Wandha yang ditinggal oleh Bayu mengepalkan tangannya dia tidak terima jika Bayu masih mencintai Rosa.
"Awas kamu, Mas Bayu. Aku tidak akan membiarkan kamu dan Rosa bersama. Aku akan mempengaruhi Mama Gita agar kamu mengurungkan niat untuk bersama dengan Rosa.
Wandha segera pergi dia menyusul Bayu yang ternyata sudah lebih dulu pergi meninggalkan dia. Lagi-lagi, Wandha marah karena dia ditinggalkan oleh Bayu.
Sedangkan Rosa dan Abi sudah berpindah tempat mereka mencari tempat yang aman dan nyaman untuk mereka membicarakan masalah pekerjaan.
Abi tidak akan membahas masalah pribadi Rosa. Walaupun dia ingin menanyakannya tapi tetap dia harus profesional.
"Ya sudah, nanti kamu tunjukkan saja sampelnya setelah itu kita bicarakan lagi dengan temanmu itu karena kamu katakan kalau ini punya dia. Jadi kita harus bicarakan bertiga agar tidak ada kesalahpahaman di antara kalian," jawab Abi yang dianggukan Rosa.
"Iya aku akan membicarakan kepada Lia nantinya dan setelah itu kita akan menentukan apa saja yang akan kita lakukan. Kalau tidak ada yang dibicarakan saya pamit dulu." Rosa mengundurkan diri.
Dia akan kembali ke rumah namun tangan Rosa ditahan oleh Abi.
"Maaf kalau saya lancang. Saya ingin bertanya apakah tadi suami kamu dan wanita tadi istri keduanya, ya?" tanya Abi yang akhirnya memberanikan diri bertanya ke Rosa.
Rosa yang mendengar pertanyaan dari Abi terdiam dan dia melirik ke arah tangannya yang dipegang oleh Abi. Abi yang tahu langsung melepaskan tangannya.
"Maaf." Abi tersenyum kecut karena dirinya sudah menyentuh istri orang.
"Dia suamiku dan akan aku ceraikan karena dia berpoligami tanpa sepengetahuanku. Aku tidak terima jadi aku memutuskan untuk mundur karena dalam rumah tangga tidak boleh ada dua wanita. Sebenarnya sah saja tapi aku belum siap dan aku tidak mau."
"Memang egois tapi itulah yang diinginkan oleh istri sah atau boleh dikatakan istri pertama dia tidak menginginkan ada cinta yang lain dalam rumah tangganya jadi aku sebagai istri pertama memilih mundur daripada di poligami dan menyakitkan hati. Hatiku terlalu sakit jadi aku memilih menyudahi rumah tangga ini," jawab Rosa membuat Abi hanya bisa diam.
Rosa segera pergi, dia tidak membicarakan yang lain. Karena menurut Rosa itu sudah cukup.
Abi memandang ke arah Rosa dia tahu bagaimana kesedihan Rosa saat mengatakan itu. Dan itu bisa dia lihat sorot mata Rosa ada kepedihan, penderitaan dan sakit hati serta amarah yang berkumpul jadi satu.
"Sesakit apa hidupmu saat berumah tangga dengan pria itu, Rosa. Kenapa rasa sakit itu tidak sedikitpun hilang di hatimu. Apakah dia memperlakukanmu dengan buruk saat menjadi suamimu ?" tanya Abi dengan raut wajah kesedihan.
Entah kenapa sepenggal cerita dari Rosa tadi membuat dirinya ingin melindungi Rosa. Walaupun jaraknya usia di antara mereka sangat jauh tapi Abi bisa merasakan bagaimana penderitaan dari Rosa.
Rosa meninggalkan Abi dia melangkahkan kaki menuju ke halte untuk menunggu busway lewat. Di saat bersamaan, Rosa tanpa sengaja melihat sosok yang selama ini belum pernah dia lihat.
Mata Rosa kembali berkaca-kaca dan menitikkan air mata. Dia tidak menyangka kalau dirinya bisa bertemu langsung dengan orang yang dia rindukan selama ini.
"Mimpi apa aku, semalam aku, Tuhan?" tanya Rosa pada dirinya sendiri.