"Ayah, bunda." Panggil Rosa dengan suara bergetar saat dirinya melihat kedua orang tuanya di hadapannya.
Kedua orang tua Rosa menoleh ke arahnya dan mereka terkejut melihat Rosa. Bunda Uci menatap anak kesayangannya lekat dan bergegas melepaskan tangan suaminya.
Perlahan melangkah mendekati Rosa yang menundukkan kepala sambil menangis. Rosa merasa hatinya sangat sakit dia sudah berbuat salah kepada ibu kandungnya dan juga ayahnya. Dalam tangisannya Rosa memanggil nama sang ibu sambil meminta maaf.
"Bunda. Maafkan Rosa. Bunda, maafkan atas kesalahan Rosa." tubuh Rosa bergetar dan di saat bersamaan sebuah pelukan hangat dari Bunda Uci ke Rosa.
Pelukkan dari sang Bunda membuat tangisan Rosa kembali pecah. Kali ini tangisannya semakin kencang hingga membuat Bunda Uci ikut menangis.
Sedangkan ayah kandung Rosa, Pak Rudi hanya bisa diam menatap kedua wanita yang dia cintai menangis. Ada rasa amarah di dalam dirinya karena melihat anak kesayangannya seperti ini. Dia tahu kalau saat ini Rosa pasti mengalami masalah yang cukup besar dengan rumah tangganya tapi dia tidak ingin banyak bertanya karena bagi dia Rosa tetaplah anaknya.
"Maafkan Rosa, Bunda. Maafkan Rosa. Rosa sudah membuat bunda dan ayah seperti ini. Rosa sudah mendapatkan karma atas semua kesalahan Rosa. Rosa sudah menjadi anak pembangkang."
"Rosa tidak pernah sedikitpun mendengarkan apa yang dikatakan oleh bunda dan ayah waktu itu. Rosa salah bunda, ayah. Maafkan Rosa," tangis Rosa yang memohon ampun sampai dia harus jongkok dan mencium kedua kaki Bunda Uci.
Semua orang yang melihat ikut terharu mereka memang tidak tahu apa permasalahannya tapi mereka melihat interaksi keduanya yang begitu mengharukan hingga mereka semua yang ada di tempat tersebut ikut larut dan menangis.
"Sudah-sudah, jangan di sini tidak enak dilihat orang. Ayo ikut dengan kami. Ayo Rosa," ajak Pak Rudi kepada Rosa.
Rosa memandang ke arah ayahnya, dia tidak menyangka kalau ayahnya mau berbicara dengan dirinya. Karena saat dirinya menikah waktu itu ayahnya, Pak Rudi tidak sedikitpun berbicara dengan dirinya malah untuk bertemu juga tidak mau.
Sekarang ayahnya mau berbicara dengan dirinya untuk pertama kalinya setelah 7 tahun tidak bertemu. Rosa menganggukkan kepala mengikuti apa yang dikatakan oleh Pak Rudi.
Ketiganya pergi dari tempat tersebut masuk ke dalam mobil tidak ada yang berbicara sama sekali. Bunda Uci mengusap air mata Rosa, dia tidak menyangka bisa bertemu dengan anaknya. Rasa rindu seorang ibu kandung terbayarkan melihat putri Kesayangan yang ada di depan mata walaupun banyak perubahan tapi anaknya tetap sama seperti dulu.
"Kamu sudah makan ?" tanya Bunda Suci kepada Rosa.
"Sudah, Bunda. Rosa sudah makan. Bunda sudah makan?" tanya Rosa dengan lembut.
"Sudah, Bunda sudah makan. Kamu mau makan masakan Bunda? Masakan yang sering kamu minta. Kalau mau bunda akan masakan khusus untuk kamu," jawab Bunda Suci.
"Boleh, Bunda. Rosa sudah lama tidak makan makanan yang Bunda masak. Rosa sangat rindu dengan masakan Bunda. Kita bisa masak bersama nantinya," ucap Rosa yang dianggukan oleh Bunda Suci.
Dari depan Pak Rudi melihat interaksi antara keduanya dan dia sangat senang istrinya bisa tersenyum kembali dan semangat hidup dari Bunda Suci pun kembali tumbuh. Dia tidak akan marah dengan Rosa karena seburuk-buruknya Rosa dia tetap anaknya.
Anggap saja waktu itu kesalahan Rosa dalam melangkah dan sekarang dia sudah menerima pernikahan dari Rosa dan juga Bayu. Walaupun sejujurnya Pak Rudi tidak tahu jikalau Rosa sudah berpisah dengan Bayu.
Sesampainya, di rumah keduanya pun melakukan kegiatan seperti biasanya terdengar canda tawa dari dapur dan Pak Rudi hanya bisa tersenyum. Mereka pun kembali menjadi keluarga yang sangat bahagia makan bersama dan saat ini ketiganya kumpul di ruang keluarga.
Rosa memeluk ibunya menyandarkan kepala di dadanya Bunda Uci. "Bagaimana dengan rumah tanggamu, Rosa? Apakah baik-baik saja ? Ayah sudah menerima pernikahanmu. Bawalah ke sini Bayu. Ayah ingin bicara dengan Bayu suamimu."
"Apa kamu bisa membawanya ke rumah ini, Rosa?" tanya Pak Rudi dengan serius kepada Rosa.
Mendengar pertanyaan dari ayahnya, Rosa langsung duduk dengan tegak dan menjawab dengan gelengan kepala. Jawaban dari Rosa membuat kedua orang tua Rosa bingung.
Mereka menoleh ke arah Rosa dan ingin tahu lenapa Rosa tidak mau membawa Bayu ke hadapan mereka.
"Kenapa kamu tidak mau bawa Bayu, Rosa. Bukankah kamu sangat ingin restu dari ayah dan sekarang ayah sudah merestuimu apalagi yang kamu tunggu. Bukankah ini yang kamu mau, Sayang?" tanya Bunda Suci kepada Rosa.
Rosa menatap ke arah ibunya, dia bingung harus berkata dari mana. Akhirnya Rosa menceritakan semuanya kepada kedua orang tuanya.
"Mas Bayu sudah poligami dia menipu Rosa. Wanita itu dibawa dan dikenalkan ke Rosa sebagai saudara jauhnya tapi nyatanya mereka sudah menjadi suami istri."
"Mas Bayu menikah lagi tanpa izin dariku dan sekarang aku sudah keluar dari tempat itu dan mengumpulkan uang untuk mengajukan perceraian. Rosa tidak ingin dipoligami."
" Sejak pergi dari rumah itu Rosa tinggal dengan Lia dan bekerja dengan Lia menjual beberapa baju di media sosial. Dan alhamdulillahnya semua baju yang dijual laris Bunda," jawab Rosa yang membuat kedua orang tuanya terdiam.
Pak Rudi mengepalkan tangannya dari awal dia memang tidak suka dengan yang namanya Bayu. Pria itu tidak ada tanggung jawabnya sama sekali dan dia tidak berusaha untuk membujuk dirinya dalam mendapatkan restu dan sekarang terbukti kalau Bayu pria yang tidak bertanggung jawab kepada anaknya.
Rosa juga menceritakan apa yang terjadi saat dirinya di rumah mertuanya. Hanya air mata yang keluar dari Bunda Suci. Dirinya tidak menyangka kalau anaknya sampai seperti itu diperlakukan. Rosa selalu saja dimanja di rumah ini tapi di rumah mertuanya malah diperlakukan sewenang-wenang.
"Ya sudah, kamu di sini saja kalau untuk perceraian kamu tidak perlu pikirkan. Nanti ayah yang akan urus dan beritahukan kepada Lia temanmu itu kalau kamu tinggal di sini."
"Ayah akan antar kamu ke rumah Lia dan bawa semua barang-barangmu kalau kamu mau bekerja dengan Lia kamu bawa mobil dan pergi ke tempatnya. Jangan tinggal di sana lagi karena di sana itu satu kompleks dengan Bayu."
"Ayah tidak mau sampai kamu bertemu dengan Bayu lagi dan juga istrinya itu termasuk mertuamu. Kalau perlu kamu kerja saja di perusahaan ayah. Tidak perlu kamu berjualan seperti itu, apa kamu setuju?" tanya Pak Rudi menegaskan kepada Rosa untuk tidak perlu lagi tinggal di rumah Lia.
Dia tidak ingin anaknya bertemu dengan Bayu. Takutnya Rosa akan terpengaruh dan kembali menjadi istri dari Bayu dan lagi-lagi dia akan disiksa.
"Sekarang Lia ada di luar kota, ibunya sakit dan kami belum ada kerjaan semua barang-barang sudah kami kirimkan tidak ada lagi apa-apa di rumah itu jadi nggak perlu menunggu Lia. Nanti tinggal kabar Lia, ayah," ucap Rosa.
"Rosa ingin mempertemukan menemui ayah dan bunda dengan Lia tapi sayangnya Lia tidak ada. Karena Lia juga yang meminta kepada Rosa untuk bertemu dengan ayah dan bunda dan meminta maaf atas semua kesalahan yang telah dirinya lakukan di masa lalu," ujar Rosa lagi.
"Baiklah, kalau begitu lain kali saja bertemu. Hari ini kita pergi ke rumah Lia ambil semua barang-barangmu dan katakan kepada Lia kamu tinggal dengan kami berdua seperti yang ayah katakan kalau kamu masih mau membantu Lia tidak apa-apa silakan saja tapi kalau bisa bekerjalah dengan Ayah bantu perusahaan ayah."
"Karena itu juga perusahaan satu-satunya yang akan kamu miliki nantinya dan ingat Rosa jangan lagi mau balik dengan dia. Ayah tidak akan merestui kalau kamu kembali dengan dia. Kamu harus ingat bagaimana penderitaanmu bersama dengan keluarganya. Jangan sampai terulang kembali," tegas Pak Rudi yang tidak setuju jika Rosa kembali lagi dengan Bayu.
Rosa pun menganggukkan kepala, tidak ada sedikitpun niat dia untuk kembali dengan Bayu. Tekadnya sudah bulat untuk berpisah dari Bayu.
Sedangkan di rumah, Bayu bertengkar hebat dengan ibunya karena aduan dari istri keduanya Wandha.
"Kenapa Mama meminta Wandha melayani mama. Dia bukan babu dia istriku. Kalau Rosa mungkin bisa Mama lakukan itu. Tapi kalau Wandha tidak. Apa Mama mau Wandha seperti Rosa penampilannya?" tanya Bayu dengan cukup keras kepada Ibu Gita.
Hingga membuat ibu Gita terdiam Baru kali ini Bayu membentaknya karena wanita yang baru saja datang ke rumahnya.
"Kamu membentak Mama demi Wandha, Bayu?" tanya ibu Gita dengan suara lirih.