Ujian Akhir Semester telah menyambut seluru para murid SMA Tunas Kelapa. Abel tiba disekolah pukul 06.35, ada waktu 25 menit untuk mencari posisi duduk dan bersiap mengikuti ujian. Saat memasuki tempat dimana lokasi no ujian tertulis begitu kagetnya Abel saat dia mendapatkan posisi duduk dengan seniornya kelas XI, dan yang menjadi teman sebangku ujianya adalah Rendi.
"Lhoo kok sebangku sama kak Rendi", ucap Abel dalam hati. Sedetik kemudian dia tahu alasan mengapa bisa-bisanya dia sebangku dengan Rendi, karena nama lengkapnya Arayan Rendino jadi masuk akal jika bisa tepat sebangku dengannya. Fyi di SMA Tunas Kelapa saat Ujian diberlakukan posisi duduk kelas X bersebelahan dengan XI sesuai no urut absensi, entahlah mengapa ada peraturan demikian. Mungkin jika junior sebangku dengan seniornya dapat mengurangi tindakan curang selama ujian..
"Permisi kak, aku dapat duduk disebelah kakak."ucap Abel sopan sambil menunjuk kursinya dan langsung diangguki Rendi tanpa berkata sepatah katapun.
"Ommmo, bisa-bisanya si Abel dapat rejeki nomplok. Bisa kacau dunia persilatan." Seloroh Metta saat masuk kelas mendapati Abel yang duduk sebangku dengan Rendi.
Sontak semua orang dalam kelas memandang pada orang yang dimaksud, dan Metta yang merasa mendapat perhatian seketika menutup mulut menyadari kesalahannya.
"Astaga bacot lohh, Mett nohh matanya pada melotot gara2 elo." Sahut Dekka, dan langsung menarik Metta agar segera menuju posisi duduk ujiannya. Terlihat BG kesal dan hanya menghela nafas berat melihat situasi canggung seperti ini, Abel yang sekilas menoleh BG pun tak luput memperhatikan gerak gerik BG.
120 menit kemudian ujian 2 Mapel berakhir, para siswa segera menyerbu kantin untuk menyegarkan fikiran sekaligus mengisi perut.
"Hemmpp.."
"Ngapain loe hela nafas Bel." Sela Metta, membuat Dekka mendengkus sebal.
"Gatau nihh nggak nyangka aja bisa sebabgku sama kak Rendi, jadi gak nyaman." Jawab Abel
"Kenapa gak nyaman takut si BG cemburu yahhh." Ucap Metta sambil menaik turunkan alisnya.
"Dahhlahh Bell ngapain loe ngurusin bocah edan gatau diri ini." Potong Cindy dengan tegas, Abel tidak menggubris Metta dan memilih melanjutkan makan makanannya.
"Yuuk ahh balik giliran ujian Bhs.Inggris nihh, gue belom belajar." Ajak Dekka pada sahabatnya, dan ketiganya segera berdiri mengikuti nya.
Saat dilorong menuju lokasi ujian tiba2 ada segerombolan gadis yang dengan sengaja menghadang rombongan Abel.
"Ohh ini yang katanya cewek Caper ke Rendi, boleh juga tapi gak lebih cantik dari gue." Ucap gadis cantik yang cukup seksi sedangkan Metta dan Dekka segera membuat pagar betis untuk Abel, merasa ada hawa ketegangan Abel segera mengurai suasana.
"Hemm, sorry to say nihh gak perlu yahh aku caper ke orang karena aku gak kekurangan perhatian dan kasih sayang kok." Ucap Abel sambil berlalu melewati mereka, sedangkan para sahabatnya menahan ketawa mendengar Abel mampu berbicara tajam dan menusuk lawannya.
"Cantik make up aja bangga, pantesan gak dapat perhatian dari Coker." Kritik Metta yang langsung pergi menyusul Abel, sedangkan gerombolan caper kicep mendapat perlawanan dari adik kelasnya.
"Ehh Mett Coker apaan, trus yang tadi tuhh siapa..??" Tanya Abel
"Cowok Keren Bell, ya ampun katrok banget sihh loe. Yang ngatain loe tuh Karina Teman dekat kak Rendi tapi lebih sering ngaku pacarnya sihh."jelas Metta, Abel hanya mengangguk paham.
"Bell nanti pulang gue anterin yah, please.!!"potong BG saat melihat Abel melintas dekat kursi duduknya
"Hemmmp gak ngetepotin nih entar." Balas Abel
"Enggak lahh dengan senang hati banget bisa anterin elo dengan begitu gak bikin aku khawati kalo kamu naik angkot." Jelas BG dan segera diangguki Abel.
"Dahh sana duduk dah masuk tuhh." Kata Abel, BG hanya mengacungkan jempolnya tanda setuju.
"Okayy semua buku, catatan dimasukan kalau catatan Bon bu kantin gapapa di buka biar kalian ingat bayar hutang, duduk tertib jangan bikin gaduh." Ucap pak Sam yang menjadi pengawas ujian berikutnya dan disahuti oleh para murid.
"Ceilahhh pak segala Bon2an diingetin"
"Yeee sorry to say qt2 mah bayar kontan pak"
"Segala utang disebut pak Sam mah gak keren"
"Kasbon juga cuma 20rebu pak"
Dan masih banyak lagi sahutannya, segera dipotong pak Sam agar tidak bikin heboh kelasnya.
"Sudah-sudah kalau mau berisik keluar dikebon sana, ini kelas tertib semua." Yang membuat semua murid kicep diam.
"Kerjakan dengan jujur, kalau ketahuan nyontek saya suruh push up 50x." Lanjut pak Sam
"Siapppp pak" jawab kompak para peserta ujian.
****
----->
Setelah selesai mengerjakan soal Ujiannya Abel membereskan alat tulisnya dan berlalu berpamitan pada Rendi.
"Duluan yahh kak sampai ketemu besok, babay."
"Okay take care yahh." Balas Rendi
BG menghampiri Abel yang menuju ke arah motornya. "Sudah yukk langsung apa mau mampir kemana dulu."??
"Hemmm, terserah manut pengemudi aja dehh, penumpang ngikutt.."jawab Abel sambil tersenyum malu, membuat BG gemas melihatnya seraya mengacak rambut Abel, mereka berjalan berdampingan menuju parkiran.
Saat di perjalanan BG menyampaikan tujuan yang akan mereka kunjungi terlebih dahulu agar mendapat persetujuan dari Abel.
"Mampir warung Mbok Yem dulu yah, tempat nongkrong andalan gue." Langsung mendapat persetujuan dari sang gadis.
"Jauh ng tempatnya.??" Tanya Abel
"Enggak kok 5menit lagi sampai, tempatnya enak asri dijamin suka."jawab BG
Setibanya diwarung mbok Yem, BG mengajak Abel duduk di gazebo agar bisa mendapatkan pemandangan asri persawahan. Abel merasa senang mendapati pemandangan seperti ini.
"Sukaaakk.??" Tanya BG melihat Abel sangat menikmati keindahan sekitar.
"Bangettss, temen2 kamu gak kesini.?" Sahut Abel
"Bentar lagi mereka otwe kayaknya, pulang sekolah mesti mampir sini kok." Jelas BG mendapat anggukan dari Abel. Tak lama terdengar beberapa deru motor yang dikenali motor para sahabat BG.
"Wahh..wahh wauuu, udah mojok aja nihh."ucap Riki setibanya di gazebo BG dan Abel.
"Wehhh udah official belom nihh." Timpal Kevin sontak membuat Abel merasa canggung, melihat Abel tiba2 tidak nyaman dengan ucapan sahabatnya BG ambil sikap.
"Jangan kelewatan." Geprak BG pada mulut Kevin sambil melirikan matanya mengkode pada para sahabatnya. Riki dan Wira paham dengan maksud BG pun segera mengurai kecanggungan yang terjadi.
"Lhaa tadi kenapa nggak bawa para ciwi-ciwi sihh kan biar seru..!!" Ceplos Riki
"Yahh itu mahh mau loe bambang, etapi kapan2 ajakin mereka kesini yah Abel kayak pas ke Taman kota." Balas Wira
"Hee,embb tanya pak bos BG aja kapan bisa jalan2 bareng, seru2an." Jawab Abel, sedang BG yang memperhatikannya dari tadi hanya tersenyum tipis.
"Senengg nggak kalau diajak jalan2." Sahut BG
"Senenglah asal rame2."
"Kalau berdua aja emangnya kenapa." Tanya BG
"Yaa kalau berduaan aja entar ada orang ketiganya yaitu Setan."ceplos Kevin segera mendapat toyoran dari Riki karena hanya Kevin yang tidak mengerti maksud BG yang ingin melakukan pendekatan.
"Yee si kampreet"
"Dasar bege luh Kev"
Begitulah sahutan dari Riki dan Wira sahabat BG.
"Iyaa setannya elu marmut, jauh2 sono." Jawab BG ketus Abel tertawa geli melihat tingkah para sahabat BG. Kevin yang mendapat serangan dari BG dan sahabatnya hanya menggaruk kepala yang tidak gatal. Setelah Ashar mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing2, BG mengantarkan Abel kerumahnya.
"Makasih yahh, gak mampir dulu nihh." Tanya Abel
"Enggak deh lain kali aja kalau rame2."
"Okayy see u, take care yahh babay." Abel melambaikan tangannya.
Selepas menghilangnya BG meninggalkan kawasan rumahnya Abel bergegas masuk kedalam rumahnya.
Jangan lupa tap Lovenya yahh readers. mamacii