Lomba

1731 Words
5 Hari menghadapi Ujian, kini Abel dan sahabatnya cemas menanti pemberitahuan hasil ujian karena hari ini merupakan jadwal remidial bagi murid yang nilainya dibawah B. Namun tidak bagi Abel karena dia merasa yakin dengan dirinya bahwa tidak akan mungkin mengikuti Remidi. "Duduk sini aja yah kalian kalau mau ke papan pengumuman sana, tolong sekalian check punyaku yah." Ucap Abel saat menemukan kursi kosong dekat papan pengumuman. "Gue sama Cindy aja yang liat, Loe sama Dekka biar gak digangguin parasit."jawab Metta yang diangguki Abel dan Dekka. **** "Weyy aman loe berdua, cuma gue doang sama Cindy yang remidi Matematika sama fisika."kata Metta saat kembali setelah dari papan pengumuman. "Hemmmb oke gihh masuk kelas remidi kita tunggu di taman belakang yahh, mo ngasoh bentar." Balas Dekka sambil menarik tangan Abel dan diacungi jempol oleh Metta. Saat memasuki kelas remidi Metta dihadang oleh Riki sahabat BG yang tiba-tiba memberhentikan langkahnya. "Ehh Mett loe liat BG nggak..?" "Lhaa kagak ngapain loe tanya BG sama gue, kan elo sohibnya."balas Metta "Yaa sapa tau si BG lagi sama Abel, kan elo buntutnya Abel." Sahut Wira "Mang si BG sapanya Abel sampek kudu samaan." "Si bocah oneng, kan BG lagi deket sama Abel gimana sihh.!!"sahut Kevin yang membuat Metta mengerutkan dahinya. "Dahlaahh kita mau remidi nihh minggir, gue gatau dimana BG yang jelas tadi gue ninggalin Abel berdua sama Dekka doang kaga ada si BG, loe cari dahh sono di ruang pak Herman sapa tau ada disana."jelas Cindy segera meninggalkan tempat. Dan benar tak lama mereka melihat BG baru keluar dari ruangan pak Herman Wali kelasnya. "Heyy bro dicari, dimari ternyata." Ucap Riki "Hemmbb apaan nyari2, gue dipanggil nohh, ada pengumuman penting dari pak Herman nanti gue infoin." "Yaudah loe gak kena remidi kan kita tinggal dulu titip paketan pak Sam tolong kasihkan, nanti sekalian latihan basket."timpal Wira dan mereka berpisah saat itu juga. Setelahnya BG mengantarkan paket pak Sam dan hendak menuju kantin tak sengaja melihat Abel dari ujung matanya, segera dia menghampiri Abel yang sedang bersama Dekka. "Haii nggak kena remidial nihh."ucap BG membuka percakapan dibalas gelengan Abel "Yah kalok kena mahh gak mungkin disini pak ketu, situ mahh juga ngapain kalau kena remidi kesini." Timpal Dekka yang membuat BG garuk2 kepala yang tidak gatal. "Iyaa deh iya." "Sini duduk, kita lagi nungguin anak2 kelar remidi sekalian cari angin." Ucap Abel sambil menepuk bangku sebelahnya "He,emb. Ohiyaa senin besok sampai jumat ada kegiatan free class sabtunya ambil raport mungkin akan ada beberapa lomba, nahh hari rabu gue lomba basket mewakilin kelas nonton yahh." Jelas BG panjang sambil menatap lekat mata Abel. "Iyaa pastilahh aku nonton sama anak-anak kalau perlu kita bikin yel2 penyemangat biar seru." Jawab Abel "Lahh terus selain Basket ada lomba apalagi emangnya bos."tanya Dekka "Iyaa nanti gue jelasin di kelas setelah remidi selesai, yuk ke kelas kayaknya udah kelar remidinya." Jawab BG dan mereka bergegas menuju kelas. "Yooo guys mohon perhatiannya sebentar, gue ada pengumuman penting." Kata BG di depan kelas "Jadi senin besok kita free class dan Osis mengadakan kegiatan Lomba. Kelas kita mendaftarkan lomba kebersihan kelas dan basket, untuk kebersihan kelas penilaian dimulai hari senin dan diumumin hari jumat. Jadi kita sudah mulai lomba dari senin yah guys. Untuk basket dapat jadwal hari rabu mohon supportnya dilapangan bagi yang berkenan, sampai disini ada pertanyaan." Jelas BG panjang kali lebar kali tinggi, jiwa kepeminpinan BG terlihat berwibawa dimata Abel. "Trus pak ketu lomba kebersihan kelasnya ini tema bebas apa gimana.??" Tanya Metta "Bebas kok mungkin ada yang punya ide."tanya BG "Kalo konsep mahh loe tanya si Abel z dia yang paling cerdas urusan begituan." Ucap Yandi yang mendapat sorot tajam dari BG dan Abel yang disebut namanya pun membuka suara. "Banyak konsep bisa Tema alam, artistic, pemandangan, PHBS, instagramable, culture, atau bisa juga scientific. Tapi kalau artistic, instagramable, scientific kayanya jangan karena butuh modal banyak, belum lagi kita harus merubah tata letak kelas yang belum tentu diperbolehkan oleh sekolah, Kalau saranku mending tema alam, culture atau PHBS aja deh, hemmm jadi tinggal ditetapin aja." Jawab Abel yang membuat kelas hening dan semua temannya menyimak dengan seksama sesaat Abel menyelesaikan ucapannya barulah bereaksi. Emang nggak salah gue jatuh hati sama bidadari.ucap BG dalam hati sambil tersenyum tipis. "Huaaa Abel awesome." "Memang cerdas luar biasa" "Otak luu encer banget Bell" "Busset kagak pernah ngomong sekalinya ngomong panjuaaang" "Calon masa depan tuh kayak gini" "Ini baru temen gue" "Tadi sapa yang bilang Abel calon masa depan sini maju baku hantam, hayuuk."ucap Yandi menggoda Abel "Yeee playboy sariwangi" "Dasar otak kardus" "Kelaut aja sonoo" Begitulah keributan yang terjadi setelah kultum Abel usai. Tak ingin membuat kelas semakin gaduh BG menggentikan aksi warganya. "Enoughhh...so guys dari tema yang dikatakan Abel kira2 kita mau pake yang mana, voting yahh silahkan sekretaris kelas dicatat."potong BG pada huru hara warganya. "Sesuai hasil voting kita sepakat ambil tema PHBS, gue minta tolong untuk Abel bisa menjelaskan apa saja yang harus dipersiapkan untuk konsep PHBS, maju sini." Ucap BG hingga membuat sorak warganya menggema, diketahui bahwa pak ketua kelasnya memang gencar mendekati Abel. "Acieeeeee" "Uhhhhhuuuy" "Duaarrrrr" "Pyaarrr" "Meoooong" "Embeeeekk" "Hukk-huuk" "Oiing-oing" Begitulah sorakan warga X-4 pada ke uwwuuan pak ketu dengan Abel sampai segala aneka binatang disebut2. "Ehhhmmm syuttt, jangan berisik yahh temanku. PHBS adalah perilaku Bersih dan Sehat, jadi kita gunakan barang reuseable seperti kaleng cat bekas untuk tempat sampah, tong bekas untuk tempat cuci tangan dan nanti bekas air cuci tangan dialirkan ke arah pot bunga depan kelas, lalu kita sediakan tempat khusus untuk kotak obat. Tempat sampah disediakan ditiap baris jadi nanti ada 4 tong sampah dalam kelas. Di depan kelas ada tempat sampah yang sudah dipisah jenis sampahnya, untuk tulisan yang harus di tempel nanti aku kasih kan catatannya. Jadi kita menjadikan kelas kita bersih dan ramah lingkungan bermanfaat untuk sekitarnya." Jelas Abel membuat temannya terkagum-kagum. "Mungkin ada tambahan lagi dari teman2 biar ide ku ini bisa kalian sempurnakan." "Udah cukup sihh kalau menurut gue, nanti kamu ikut gue belanja yah, ada yang nyaut gue gibeng." Ucap BG yang membuat sahabat Abel cekikikan setelahnya. **** Monday Dipastikan hari ini akan menjadi hari yang sibuk Abel untuk mempersiapkan lomba, BG sampai pusing melihat Abel yang begitu semangat sampai2 terlihat pucat kemungkinan dia kelelahan. "Duhh Bell sini bentaran, kan sudah dibagi tugas masing2 biarin mereka kerja sesuai porsinya."tahan BG menghentikan langkah Abel "Ehhh emm iyaa abis aku excited banget sihh.." kata Abel "Nih jadi pucet banget kecapekan pasti, istirahat dulu dipantau aja anak2 kalau gak beres baru dbenerin." Ucap BG sambil mengelap keringat di dahinya, kemudian menyorot tajam pada Kevin yang hendak bersuara untuk menggoda. "Dahlaah Bell tinggal dikit kok loe bagian koreksi z yahh, ntar sakit kalau kecapekan." Sahut Dekka dan diangguki Abel. **** ~~~> "It's Done, yeaaahhhh." Abel bersorak puas melihat hasil kerja team sekelas. "Yaaa ampun teriakannya renyahh banget sihh, coba kalau si Metta bisa sakit kuping." Ucap Yandi sambil mencubit gemas pipi Abel. "Duuh ya kardus luu ngajak baku hantam sini gue layanin, napa loe sensi amat ama gue."seloroh Metta "Ceilaahh baperan amat yuuu..canda elahh gitu udah keluarin tanduk." Jawab Yandi "Masih mo berantem di lapangan gihh jangan disini bisa rusak rumah tangga orang." Sahut Dekka ketus "Rumah tangga sapa maksud elo Dekk."Tanya Andika teman Yandi "Yahh si bege, maksudnya kalau loe berantem disini yang ada kita gak jadi ikut lomba kelasnya bakal kalian berantakin lagi mikir pake otak bukan dengkul." Jawab Dekka "Wushhhh sendiko dawuh nyai Dekka."seloroh Yandi "Pada gak mau ke kantin ini masih mau lanjut ribut nya, yuk ahh Dekk."ajak Abel pada sahabatnya, mereka berempat menuju ke kanti bersamaan. **** "Mett, tolong pesenin aku somay sama es teh." Ucap Abel "Gue soto aja Mett sama es jeruk. " Timpal Dekka "Okay tunggu yah nyonya2 yuk Cind ikut."jawab Metta. "Ehh Bell gue cariin dikelas disini ternyata." Kata Airin teman Abel beda kelas yang masih 1 kompleks beda gang, Abel menoleh padanya. "He,emb Ai kenapa ada perlu kan bisa chat.!!" Jawab Abel "Gak sempat chat Bell gue sibuk dekor kelas, btw kelas loe okeh punya." Ucap Airin "Yaa iyaa lah keren sapa dulu otak dibaliknya, princess Abel."sahut Dekka "Iyaa gue percaya, si Abel langganan dekor kompleks acara 17an, tadi gue juga mo minta bantuan sebenarnya tapi berhubung emang temen2 gue pada gak kompak jadi ya males." Jelas Airin diangguki keduanya. "Silahkan nyonya2 dinikmati, Ehh ada tamu. Gak makan kamu Ai.??" Tanya Metta pada Airin, sahabat Abel sudah lama mengenal gadis berjilbab itu semenjak mereka dekat dengan Abel. "Seloww gue bawa bekal kok udah makan juga di kelas.,ohiya Bell kamu kenal kak Rendi."sahut Airin "Hahh, hemmm nggak kenal cuma pernah sebangku pas Uas kemarin, ada apa..??" "Ahh enggak temen sekelas gue pada ngomongin elo, katanya elo suka caper sama kak Rendi."ucap Airin "Uhhhuuuuks." "Ehh buset Bell, ya ampun pelan-pelan." Seloroh Metta melihat Abel tersedak dan menepuk-nepuk dadanya sampai meneteskan air mata membuat sahabatnya dan Airin panik. "Ehh woy gimana nih, bawa Uks yah Bell." "Bell ya ampun, sorry yahh gue gak bermaksud bikin loe gini." Ucap Airin menyesal "Hemmp, uhuk, eh g-gak pa-pa kok Ai, Mett mintak tissue."kata Abel terbata sambil mengusap air mata. Ditengah kehebohan yang terjadi karena kondisi kantin yang sedang penuh tiba-tiba saja ada yang menghampiri. "Abella kenapa kok kayak menangis." Abel mendongak mengenali suara orang berbicara padanya. "Aku gak nangis kok kak cuma tersedak tadi." Jawab Abel singkat, dan yah yang menghampirinya adalah Rendi. "Owalahh iya, kalau makan pelan-pelan jang sambil mengobrol, ya udah dilanjut aja aku tinggal." Ucap Rendi segera meninggalkan lokasi. "Nahh loe lihat sendiri Ai, gak perlu Abel CAPER soalnya emang dia jadi pusat perhatian buktinya kak Rendi yang nyamperin gak perlu tuh Abel buang2 keringat untuk dapet perhatian dari cokers."jelas Metta "Gak gitu Mett makanya gue tanya Abel kok bisa2nya dia jadi bahan gunjing secara Abel gak suka neko2 dan jarang banget tampil dimuka umum."jawab Airin "Gini yahh Ai aku gak butuh diperhatikan orang because this is me you know it Ai, cuma gara2 gak sengaja nabrak karena lagi terburu waktu jadinya kayak gini dehh. Biarlah anjing menggonggong ntar capek sendiri."jelas Abel dan diangguki Airin Tettt Tooot Teett "Dah buruan masuk, babay Ai hati2 banyak haters dikelasmu." Ucap Metta membuat Abel kesal dengan kalimat frontalnya. "Mulutnyaa yahh minta ditampol, suka bener dehh." Sahut Abel "Lhaa abisnya kayak gak punya bahan gosip lain aja, kenapa mesti elo yang digunjingin, pasti kerjaan kompor mleduk nyai Karina."Jelas Metta, Abel menghendikan bahu. Jika kamu merasa benar teruskan, jangan ragu. Karena dengan keraguan lah yang akan membuatmu terperosok kedalam jurang kegagalan. Putih Abu-abu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD