Tanding Basket

1300 Words
Bahagia itu sederhana cuma ingin selalu didekatmu. Bagaskara H. Arabella berjalan memasuk sekolahnya setelah diantar oleh ayahnya, sambil mengendarkan matanya guna mencari sosok para sahabatnya. Nihil karena suasana sekolahnya masih terlihat sepi, Abel bergegas melangkankan kakinya. Saat hampir sampai dikelas sekitar beda 1 blok tepatnya dikelas X-3 dia dikagetkan dengan tepukan bahu dari belakang, refleks Abel menoleh dan ternyata Kevin sahabatnya BG. "Ehh Kepin." "Hemmmh..Bell entar nonton kita2 latihan yahh, biar si BG semangatnya meledak kayak bom atom hiroshima." "Lhaa apa hubungannya sama aku kok jadi bikin BG semangat." Tanya Abel. "Gatau ahh Bell apa gue kudu jelasin kayak rumus Fisika deh kalau ngomong sama elo, gak pekaan jadi orang."jawab Kevin "Ehhh marmut udah disini aja, morning cantik."sapa Riki memotong obrolan mereka berdua. "Sendiri aja si BG mana Vin,?tanya Riki "Kagak barengan gue, soalnya nanti katanya...!!" Ucap kevin mengambang sambil mengedipkan matanya ke Abel, sebenarnya Abel paham maksud Kevin dia hanya menghendikan bahu dan segera meninggalkan mereka berdua. "Udahhan yahh keburu masuk ni." Potong Abel. * * * "Guys bikin yel2 yuk buat sorakin team BG besok." Ucap Abel saat sedang berkumpul dengan para sahabatnya. "Hemmmh, pake theme song apaan Bell..??" Tanya Cindy semangat. "Ap..pa yahhh.." ucap Abel menggantung. "Blackpink lets kill this love gimana..??" "Contoh liriknya..??" Sahut Dekka "Bentarr.."jawab Abel * * Let's Do the best,. BG and team Rampapam perampapam.. You must be win.. X four in your area. Team BG the best, best, best.. (Sambil nyanyi pake nada blackpink) "Gimana..??"tanya Abel pada sahabatnya. "Boleh juga Bell" "Enak gampang dicerna" "Lhaa gampang ngapalinnya mahh keciiil." Sahutan para sahabatnya membuat Abel merasa puas dengan idenya. Setelahnya BG melihat Abel dan sahabatnya yang sedang asyik menghampirinya. "Pada ngapain, seru amat." Tanya BG sambil duduk di sebelah Abel memperhatikan dengan dekat gadis itu. "Nihh lagi bikin yel2 buat besok." "Owhh,.Bell ikut gue latihan bentar yuk. Sama kalian juga daripada gak jelas di kelas mau ngapain." Ucap BG yang Menyadarkan Abel dan sahabatnya melihat sekeling2nya sudah terlihat sepi. "Lhaa pada ngayap kemana, padahal tadi banyakan bocah." Ucap Metta terheran-heran. "Yaa udah yuk ikut BG ke lapangan aja kayaknya pada ngumpul disana dehh." Sahut Cindy yang sepertinya mulai bosan dikelas. 30 menit BG dkk latihan basket, mereka pun melipir ke pinggir dekat posisi Abel dan sahabatnya berada. "Capek yahh, nihh." Ucap Abel sambil mengacungkan botol minum ke arah BG dan membagikan juga pada teamnya yang lain. "Hemmp thanks." Balas BG "Pada kemana anak2 kok sendirian. Tanya BG pada Abel "Si Metta sama Cindy beli cemilan di kantin, Dekka ke toilet aku nungguin barang2."kata Abel sambil tersenyum tipis, menyadari dia sedang bersama para lelaki. "Kalau mereka balik, pulang yuk gue anterin, dan yahh gak ngerepotin kok." Ucap BG menyengir kuda melanjutkan katanya agar tidak dibantah Abel dan hanya diangguki saja tanpa berkata apa2. Setibanya dirumah Abel segera membersihkan diri dan berniat membantu sang bunda memasak. Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 20.23 karena setelah makan malam dia melanjutkan mengobrol dengan kedua orang tuanya. "Lahh dalahhh da jam segini aja." Monolog Abel "Bun aku ke kamar yahh ngantuk." Pamit Abel, ayah bundanya mengangguk. "Astagaa ngapain BG telp sampai segini banyak." Tuuuttt..tuuut Halo, BG maaf yahh tadi Hpnya nge carger jadi aku tinggal di kamar gatau kalau ada telp. Hemm, iya Bell gak papa kok Ehh ada apa BG, butuh sesuatu kah Enggak cuma ngingetin aja jangan bo2 malam2 biar besok fit nyemangatin aku lomba. Oww..its okay I'll do my best to supporting for you..you too must be a winner okay. Hemmss.thanks so pasti semoga lancar dan bisa menangin buat kamu. Dahh bo2 sana. Bye Bella. Babay. See u tomorrow See u too..nite Melihat pesannya terbaca BG pun merasa lega, dan segera mencoba memejamkan mata mengoptimalkan tenaga untu esok hari. * ~ * Pertandingan semifinal antara X-4 vs X-1, saat babak penyisihan X-3 vs X-4 dan dimenangkan team X-4, setelah waktu jeda sekitar 30 menit untuk berikutnya babak semifinal. "Go.go.go.. Sepuluh empaaat." Teriak Abel memimpin teman2nya dan segera melantunkan yel2nya. "Let's Do the best,. BG and team Rampapam perampapam.. You must be win.. X four in your area. Team BG the best, best, best.. Mendengar teriakan dari warganya BG tersenyum lebar terlebih menyorot pada sosok gadis yang dikaguminya. "Gilaaa, Abel semangat 45 menghayati sampai jiwa dan raga."goda Kevin pada sahabatnya "Totalitas banget lahh bro buruan di official." Sahut Riki membuat BG mendengkus kesal sedangkan teamnya tertawa terbahak-bahak melihat BG salting. "Yee gak segampang itu, nyeet. Kalau main gasrak gusruk takut kabur tuh bocah, loe pada kan tau si Abel tuh pandai baca situasi dan mimik orang." Jawab BG membuat Wira menyipitkan matanya. "Yahh loe liat aja si Yandi, belum gerak udah dijegal diawal sama para sahabat Abel, makanya alon-alon asal kelakon." Lanjut BG memberikan penjelasan pada temanya. * * * "Hajaar pak ketu, semangatss." Teriak Metta membahana saat pertandingan semifinal dimulai, posisi saat ini point masih dimenangkan tipis team BG, karena lawannya cukup kuat. "Heyy loe Mett, elaaahh cempreng tauk. Biar si Abel aja yang teriak sakit telinga gue." Ucap Yandi frontal melihat sekitarnya pada tutup telinga namun takut bereaksi membuat Metta tersenyum kecut. "Yee onta kalau nyorakin yahh kudu teriak, biar yang main dengar loe liat jarak sini ke lapangan berapa meter." Balas Metta "Lahh loe kira Hutan teriak2. Nohh liat tetangga sekitar pada budddi kena gonggongan elo." Seloroh Yandi tak kalah ketus, Metta memperhatikan sekitarnya. "Ehh..ehh maaf maaf yahh habis excited banget gue sumpah." Jawab Metta sambil cengar cengir. Prittt prittt Peluit wasit berbunyi skor akhir 38-42, pertandingan semifinal dimenangkan oleh sepuluh empat, pertandingan final dilangsungkan esok hari. Para murid segera membubarkan diri. "Hati-hati yahh maaf gak bisa nagnterin." Ucap BG pada Abel setibanya di gerbang sekolah. "Iyaa gak papa kok, buruan pulang langsung istirahat biar besok stamina nya Ok, dah babay." Balas Abel sebelum meninggalkan BG karena angkot sudah datang. Begitu pula BG setibanya dirumah bergegas mandi dan istirahat guna menghilangkan penat agar fresh saat tanding final besok. Sebenarnya BG hanya tampil full saat semifinal, pas babak penyisihan dia muncul diawal dan segera digantikan pemain cadangan hanya taktik mereka agar saat semifinal kapten team bisa tetap bugar dan alhasil mereka masuk babak final. **** Pertandingan final basket dimulai 1jam lagi semua pendukung masing2 team yang masuk babak final terlihat memenuhi Gor indoor lapangan basket. "Wahh wahh wauu..kacauuuu, seruu nihh." Ucap Metta membuat para sahabatnya bertanya-tanya. "Apaan Mett" "Apa sih Metta gak jelas." "Loe ngantuk Mett" "Sekurang kerjaan itu gue dimata kalian wahai para nyonya kuhh." Jawab Metta angkuh. "Lhaaa terus apaan Mett, ngomong tuh yang jelas jangan belibet kayak otak lu." Balas Dekka ketus, namun setelahnya mereka paham merunut apa yang ditunjukan Metta. "Pada pinter kan gak usah diajarin nyai kan." Kata Metta berbisik setelah menunjukan keberadaan Karina kakak kelas mereka dan para dayang2 setia disekitar Abel dan sahabatnya. Itu artinya yang akan tampil melawan kelas mereka team BG tentunya, sang pujangga kanjeng mami Karina yaitu yang mulia Prince Rendi. Pertandingan dimulai, kapten team X-4 BG berhadapan dengan kapten XI IPA 2 Daffa sahabat Rendi merebutkan bola dan BG berhasil mendapatkannya. Kejar-kejaran point yang diperoleh masing-masing team membuat penonton semakin terpacu adrenalinnya. Siapapun yang menang mereka sudah melakukan yang terbaik karena kedua team sangat solid dan seimbang. Abel meminta PJ dari Team BG yaitu pak Herman untuk mengajukan jeda agar BG melipir, ada sesuatu yang akan Abel lakukan pada BG entahlah apa itu. setelah para pemain berada di pos segera Abel menghampiri BG membisikan sesuatu, hal itu tak luput dari sekitarnya. BG nampak menganggukan kepalanya berkali-kali paham. Kemudian giliran BG menyampaikan ide brilliant dari Abel kepada teamnya yang menurutnya sangat membantu. Pertandingan dimulai lagi ternyata posisi pemain dirubah yang tadinya BG di depan diganti Riki dan Wira sedankan dekat ring ada Septian. Bola ditangan lawan BG memicingkan mata mengawasi posisi Rendi dibelakang Daffa yang memegang bola. Gerak-gerik Rendi dipelajari oleh BG atas ide dari Abel yang mempelajari lawan dari sisi atas arena. Bersambung.....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD