Winner

1036 Words
Sebesar dan sehebat apapun usahamu, tak akan mendapat hasil jika tanpa strategi. Arabella BG Pov on Mendengar permintaan pak Herman untuk jeda melegakan gue dan team, ada istirahat sekalian sambil menyusun strategi. Namun betapa kagetnya gue ketika menghampiri pos nyatanya sudah ada Abel yang menanti gue. Ada rasa senang sekaligus ke geeran melanda. Abel meminta gue mendekat dan segera membisikan sesuatu. "Sorry ya bukan maksud menggurui, coba kamu ingat setiap pergerakan dari kak Rendi, mungkin dari posisi kamu dilapangan nampak biasa, tapi saat aku perhatikan dari atas kelihatan banget kalau dia ngejaga pergerakan kamu. Lebih banyakan kak Daffa yang ambil point, dan itu juga kenapa kamu gak bisa cetak point banyak. Sepertinya mereka berusaha untuk membatasi gerak." Ucapnya yang membuat gue tersadar kenapa sampai tidak terpikirkan, gue mengangguki setiap yang dia ucapkan ada benarnya. Dan satu kalimat panjang yang membuat gue tercengan darinya adalah...!! "Lepaskan beban tugasmu, berikan Riki dan yang lain kesempatan mencetak point, ingat harus bergantian agar tidak terbaca. Pastinya mereka akan lebih sibuk memikirkan strategi baru dan disitulah moment dimana kalian nyerang, aturlah bagaimana sebaiknya dengan team kamu, good luck captain." Gue mengangguk paham dan lihatlah senyum dan suaranya sungguh indah membuat gue hampir gak bisa nafas sepersekian detik. Selanjutnya gue atur strategi dengan team gue setelah mendapatkan saran dari Abel tadi, dan juga gue sampaikan sebelumnya pada team penjabaran dari sisi Abel. Team sepakat dengan strategi baru dari gue, mereka pun percaya ucapan Abel pasti juga demi kemenangan kami. Saat one on one perebutan bola, sepertinya mereka tidak menduga jika Riki yang maju. Harapan gue adalah mereka berfikir jika gue sedang ada masalah cedera sehingga tidak bisa jumping, Mungkin. Padahal semua ini strategi dari kita, membuyarkan fokus mereka. Puas gue lihat keterkejutan dari mereka dan seperti kata Abel gue lihat kak Rendi selalu menyorot gue dari berbagai posisi, oke gue kode Riki dan Wira untuk segera menyerang kedepan, gue giring bola sampai dekat ring. Doble right Abel mereka menjaga gue ketat tanpa celah, ini adalah last minute dengan skor 44-46. Gue mengkode Riki segera gue oper dan shoot...Triple point. Teriakann membahana dari tribun membuat gue puas dan bangga. Ohh Abel membawa kami pada kemenangan hari ini. Gue menghampiri ke pos dan kami semua berhamburan saling memeluk terharu. BG Pov off * * Saat para pemain sudah kembali ke lapangan. Terlihat Abel cukup gelisah, namun tetap terlihat tenang. "Loe tadi ngomong apa Bell ke BG, kok si BG kayak manut banget." Tanya Metta penasaran kedua sahabatnya cukup menyimak. "Ada lah Mett cuma kasih saran dikit doang." "Iyaa sihh tapi Bell mereka mainnya beda banget kayak sebelum-sebelumnya dan sepertinya sih karena kekuatan cintamu." Potong Dekka. "Cinta apaan, ada2 saja sih kalian dahh fokus nonton.. go go go X four." Jawab Abel kemudian dia memimpin yel2 lagi. Pertandingan semakin seru, dan seperti dugaan Abel bahwa memang tim lawan mengincar kapten team X-4, dan kini sepertinya mereka tengah memikirkan strategi ulang. "Nice BG you did great job, my captain." Ucap Abel lirih, tak akan ada yang mendengarnya karena gemuruh tribun lapangan basket terdengar nyaring. * * Saat2 menit terakhir bola berada ditangan sang captain team X-4, dalam hati Abel cemas berharap BG mampu memanfaatkan situasi ini untuk memenangkan lomba basket pertama untuk kelasnya. Bahkan Abel menahan nafas saat BG dikawal 3 orang lawannya termasuk Rendi didalamnya. Abel tersenyum dikala BG memberi kode 3 pada Riki, itu artinya Riki harus shoot three points. Memang nekat tapi sepertinya BG yakin pada kemampuan Riki, bermodalkan nekat dan berharap keberuntungan terjadi dannnnn... Shooott.....!!!!! Blammmm... Pritttt "Yeyyyyyy masuk,." Spontan Abel berteriak dan segera berhamburan memeluk para sahabatnya. Saking terharunya tak sengaja dia meneteskan air mata, menoleh sesaat pada situasi dilapangan tak berbeda dengan apa yang dilakukannya dengan sahabatnya, dilapangan pun terlihat BG dan team menikmati euforia kemenangannya. "Guys turun yuk ke pos mereka."ucap Metta mengajak para sahabatnya. "Yo..yo yo Abel my girl, come to papa." Seloroh Kevin merentangkan kedua tangannya saat melihat Abel dkk menghampiri, sedangkan BG refleks menarik badan Kevin agar tak melanjutkan aksinya. "Minta dibogem loe Vin."sergah Metta ketus. "Aduuhh neng Metta jangan galak-galak sabar, nih bodyguard Abel juga gak mau kalah mau ngelindungi pujaan hatinya."balas Kevin tanpa disadari Abel terlihat senyam senyum mendengar ucapan darinya. Jangan ditanya BG mendengarnya membuat jantungnya berdebar. "Congrats ya kalian, jangan berhenti sampai sini selalu kompak." Ucap Abel meredakan situasi. Entah setan apa yang ada dikepala BG, spontan dia memeluk Abel membuat mereka yang ada disekitarnya speechless. "Makasih yahh Bell, kalau kamu gak bilangin aku tadi mungkin kita gak bisa menang." Ucap BG setelah melepas pelukannya, bukannya tak sadar tengah dimuka umum tapi BG serasa tak sanggup menahannya. "Ehh..ehh.ehh apaan main peluk2an.."potong pak Herman "BG gilak" "Aduhhh gak kuat hati adek bang" "Busett dah BG anak orang bawa KUA dulu baru main serang" "Ihhhh mata suci gue ternodai" "Uwooooww uwuu bangets" "Duhh cople goals yah" "aku kamu nihh sekarang" Seruan dan u*****n pun tak digubris. Abel merasa kikuk menghadapi situasi ini. "Spontan guys, gue cuma mau ngucapin terima kasih aja ke Abel berkat dia kita bisa menang, maaf yah Bell." Jawab BG dari segala u*****n yang diterimanya. Dia hanya cengar cengir tak mampu membendung kebahagiaannya. "Spontan apaan loe, curi kesempatan dalam kesempitan aja nih onta." Ucap Metta ketus, Abel hanya mengulum senyum tanpa berkata sepatah katapun. Sebenarnya Abel juga sama merasa senang ketika BG refleks memeluknya, ada rasa nyaman disana. "Biar gak pada bacot Dekk ijin gue bawa si Abel." Potong BG segera meninggalkan lapangan sambil menggengam erat tangan Abel, sang empunya tangan terlihat pasrah mengikuti kapten basket kelasnya. * ~ * Setelah kabur dari para sahabat keduanya, kini mereka sedang berada di taman belakang sekolah. Suasana Asri tanpa ada lalu lalang manusia, membuat keduanya dilanda rasa canggung. "Ehmmm kenapa kita kesini, bukannya istirahat." Kata Abel pada cowok sebelahnya. "Mau menormalkan jantung dulu nihh, deg2an takut dihajar Metta gue." Ucap BG, Abel pun tertawa mendengarnya. "Astaga naga..kamu yahh aku kira ada apa, hemmmp. Ehh sebentar keringetnya dilap dulu." jawab Abel kemudian mengambil tissue dan mengelap keringat di dahi BG. BG terdiam sesaat melihat jarak mereka dari dekat, merasakan hembusan nafas dari gadis itu. "Thanks yahh Bell." Ucap BG segera menarik tangan Abel yang berada didepan wajahnya dan memegangnya erat. "Ehhmm Bell Gue mau ngomong sesuatu." Deg tiba2 jantung Abel berdebar Gimana nihh.. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD