Kris akan tidur di kamar Bayu, yang langsung diolok-olok oleh Alan. “Gak, mau pisah, Bang. Takut hilang ya, kekasihnya.” Kris mendelik marah ke arah Alan, “Kau Ku hukum. Kau mendapatkan tugas dari ku nanti, hingga Aku tertidur. Aku mandi dulu, kalau Kau kabur kembali ke kamar mu, Aku akan mendatang mu.” Alan mencebikan bibirnya, seperti anak kecil, “Apakah, ada yang perlu ku jahit. Barangkali saja selama kalian bertanding tadi ada cedera. Aku sudah menyiapkan jarum dan benang, Kris. Spesial untuk mu Aku menggunakan jarum dari emas dan benang sutra dengan kualitas terbaik dan harga yang mahal.” Kris bergeming, tak diindahkannya ucapan Alan, dirinya pun berlalu menuju ke kamar mandi. Meninggalkan Alan yang menggerutu kesal karena ulahnya itu. Saat Kris sedang berada di dalam

