Alan segera bangun dari atas tubuh Alan, sementara Dodi yang terduduk di samping Kris hanya bisa terdiam di tempatnya. Bayu yang tersadar kalau kamarnya diterobos dengan begitu saja menjadi berang. “Apa yang kalian lakukan, masuk dengan seenaknya saja ke kamar orang. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, apakah kalian tidak menghormati hak Saya sebagai penghuni kamar ini yang membayar untuk kamar ini.” Hardik Bayu dengan penuh emosi. “Maaf, Tuan. Kami tadi dari luar mendengar suara-suara perkelahian dan juga suara-suara bernada emosi. Kami putuskan untuk langsung masuk saja.” “Apa yang kami lihat menguatkan dugaan kami, kalau sedang berlangsung tindakan tidak terpuji dan amoral di kamar ini.” Tutur petugas keamanan hotel dengan galak kepada Bayu. Bayu dengan emosi yang memu

