Bayu meninggalkan Saudara-saudaranya, yang masih tertawa terbahak-bahak melihat isi ransel tas ransel miliknya menuju toilet, untuk menuntaskan kebutuhan alamiahnya sebagai manusia. Sekembalinya Bayu dari toilet, Kris menepuk pelan pundak Bayu. “Ternyata sepupu ku yang ganteng dan gagah ini, dari dulu sampai sekarang tidaklah berubah. Kalau tidur harus selalu memeluk boneka beruang kesayangan miliknya. Ingat umur, Bung!” Ejek Kris kepada Bayu. Itulah sebabnya Bayu selalu membawa tas ransel kemana pun dirinya pergi untuk memuat boneka beruang miliknya. “Hei bagaimana kalau kita buang atau bakar saja boneka beruang ini, biar Bayu tidak lagi ketergantungan dengan boneka ini saat tidur.” Seru Alan, kepada saudara sepupunya yang lain. “Jangan!” Teriak Bayu sambil berlari merebut bon

