Bab 20.

1146 Words

“Apa kabar?” tanya Laura menoleh sesaat melihat Asraf yang berdiri tak jauh darinya. “Baik.” “Kamu benar-benar membuatku bingung,” geleng Laura. “Ini urusanku, bukan urusanmu. Kenapa kamu bingung?” Prisha yang duduk di sebelah nenek Isabel bingung dengan percakapan itu. Prisha beranggapan lebih baik dia diam saja dan tidak ikut campur, karena ia orang luar di sini. “Ya. Tentu saja. Papi menyuruhku mengurus banyak hal karenamu.” “Lalu? Salahku? Apa aku memintanya pada kalian?” “Kamu tidak memintanya, tapi sebagai seorang Ayah, sudah pasti Papi akan membantu anaknya.” Asraf cuek sekali, karena ia menaruh sakit hati pada Laura, sementara Laura membenci Asraf bukan karena sakit hati, melainkan iri hati, karena keluarga Pramulia lebih condong pada Asraf, lebih mengutamakan Asraf, sement

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD