Pernikahan Asraf dan Prisha digelar dengan kemewahan yang tidak berteriak, namun terasa di setiap detailnya. Sebuah ballroom megah dihias d******i warna putih gading dan emas lembut, berpadu dengan rangkaian bunga segar yang menjuntai anggun dari langit-langit kristal. Cahaya lampu dibuat hangat, menciptakan suasana intim meski ratusan tamu memenuhi ruangan. “Apa Nyonya siap?” tanya Yana. “Iya, Bibi Yana, aku siap.” “Nyonya sangat cantik, bahkan kecantikan Nyonya tak ada yang mengalahkan.” Prisha tertawa kecil mendengar pujian Yana. “Terima kasih ya, Bi, karena selama ini Bibi Yana sudah menjadi temanku.” “Jangan mengatakan itu, Nyonya, selama ini saya menganggap Nyonya selain majikan, Nyonya sudah saya anggap seperti anak sendiri.” Prisha hanya tersenyum. Saat Prisha melangkah masu

