Bab 30. Tidak Jujur

1095 Words

“Aku mau keluar hari ini, aku mau ketemu teman,” kata Prisha. “Teman?” “Iya.” “Kenalkan aku pada temanmu itu.” “Kenapa harus mengenalkannya? Kamu juga sibuk.” “Aku akan antar kamu.” “Tidak usah. Kamu bisa bekerja.” Prisha menolak. Pagi itu suasana meja makan yang semula hangat perlahan berubah menegang. Asraf meletakkan cangkir kopinya, menautkan jari, lalu menatap Prisha lebih serius dari sebelumnya. “Kamu bilang mau ketemu teman,” ulang Asraf pelan, namun nadanya mengandung tekanan. “Teman yang mana, Prisha?” Prisha berhenti mengaduk tehnya. Sendok kecil itu berdenting pelan saat ia meletakkannya. “Teman lama,” jawabnya lagi, lebih lirih. Asraf menyipitkan mata. “Nama.” Prisha mengangkat wajahnya. “Kenapa harus pakai nama? Aku cuma mau ketemu sebentar.” “Karena aku suamimu,”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD