Bab 18. Sisa Jaringan

1156 Words

Asraf tidak menunggu pujian, ia juga tidak mencari pengampunan, ia bergerak dalam diam. Satu per satu, sisa jaringannya runtuh, bukan dengan kekerasan mencolok, melainkan dengan keputusan-keputusan yang tepat sasaran. Rekening lama dibekukan melalui laporan anonim. Gudang-gudang kosong dilaporkan dengan koordinat akurat. Jalur distribusi yang dulu ia biarkan hidup, kini diputus dari akarnya. Nama Asraf tidak pernah muncul. Ia menggunakan orang-orang yang sudah lama ingin keluar, orang-orang yang muak menjadi bayangan. Ia memberi mereka jalan aman, identitas baru, jarak dari masa lalu. Tidak semua mau. Tidak semua selamat. Dan, itu adalah harga yang ia terima tanpa pembelaan. Di ruang kerja kecil yang tersembunyi, Asraf menatap peta kota dengan penanda merah yang terus berkurang. Setiap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD