Episode 16

1266 Words
Tak langsung kerumah, Agha meminta Arif untuk singgah ke rumah makan cepat saji terlebih dulu. Lebih baik makan malam bersama Arif, ketimbang makan malam bersama orangtuanya. Pasti akan banyak pertanyaan seputaran momongan dan Agha malas tenteng itu. Bukan malas, namun ia tak ada jawaban. Sebenarnya Arif tak jauh beda dari orangtuanya, sama-sama ngeselin. Selesai makan malam Arif terlebih dulu mengantar Ayu pulang, baru mobil Arif melaju menuju kediaman keluarga Gadendra. Sesampainya di rumahnya, Agha berharap keluarganya sudah tidur tapi tidak mungkin. Ini baru pukul sembilan malam. Pasti mereka masih berkumpul di ruang tengah. Mobil Arif terparkir dengan sempurna di depan rumah keluarga Gadendra namun pria itu memilih untuk tidak masuk karena harus segera kerumah sakit. Ada pasien yang sedang membutuhkannya. "Gha, Re, gue langsung ya soalnya ada pasien yang butuh pertolongan" ucap Arif. "Ya udah, thanks" balas Agha. "Kak Arif, makasih ya?" ucap Resha. "Iya, loe hati-hati, kalau Agha macam-macam loe sikat aja dia" pesan Arif. "Loe jaga sepupu gue, awas aja berani sentuh dia, gue habisin loe?" Agha tersenyum miring. "Loe amnesia atau apa, dia istri gue jadi tidak ada masalah jika gue menyentuhkan" balas Agha. Arif tersenyum, dia begitu sangat senang jika menggoda Agha. "Ya udah gue cabut dulu" perlahan mobil Arif meninggalkan kediaman keluarga Gadendra. Keluarga Gadendra membuat sedikit kejutan untuk menyambut menantunya. Ibu dan Ayah yang memberitahu jika hari ini Agha dan Resha kembali ke ibukota. Resha menarik nafasnya pelan dan membuangnya perlahan. Gadis itu terlihat sangat gugup. Ini kali pertamanya ia menginjakkan kaki di rumah Agha, suaminya. Ia teringat cerita teman-temannya yang sudah menikah. Tinggal bersama mertua sama seperti kita tinggal di neraka. Ia juga pernah mendengar cerita, jika temannya sering diomelin dan di marahin sama mertuanya. Bahkan ada juga yang di perlakukan seperti babu dan suaminya hanya diam saja. Langkah Resha seketika terhenti teringat itu semua. Apalagi Resha sama sekali belum mengenal keluarga Agha. Melihat Resha yang masih mematung di tempatnya, Agha berbalik lalu menghampirinya. "Kamu gak papa?" tanya Agha yang membubarkan lamunan Resha. "Iya mas, aku gak papa" jawab Resha. Dengan ragu, Resha melangkahkan kakinya mengikuti Agha. Agha membuka pintu rumahnya, sepi. Lampu mati tapi pintu tak di kunci. 'Apa mungkin orang rumah lagi keluar semua' pikir Agha. Jika memang iya itu akan lebih baik. "Resha, kita la_" ddoorr. Resha dan Agha di buat kaget bersamaan dan lampu menyala. Ada tulisan WELCOME TO THE GADENDRA FAMILY, RESHA. Entah mengapa melihat Resha tersenyum seperti ini membuat hati Agha begitu bahagia. Hanya senyum. "Resha, selamat datang di keluarga Gadendra sayang" sambut mama sembari memeluk, Resha. Pelukan yang begitu hangat dan Resha pun membalas pelukan mama. "Selamat datang di keluarga kami, Resha" Resha, membalas sambutan papa dengan menyalami tangan papa mertuanya. "Deekk, selamat manjadi bagian dari keluarga Gadendra ya dan selamat menjadi nyonya Agha" giliran kak Fanya yang menyambut Resha dengan bahagia, tak lupa juga kak Fanya memberikan pelukan hangat untuk adik iparnya. "Terimakasih pa, ma, kak" balas Resha sopan. "Resha, jangan pernah anggap mama sama papa ini mertuamu ya tapi anggap mama sama papa seperti orangtuamu sendiri ya sayang?" ujar mama dengan begitu tulus. Resha menganggukkan kepala. "Iya ma" jawab Resha singkat. Mama menggandeng Resha, mengajaknya duduk bersama dan mengobrol. Tak memperdulikan Agha yang masih berdiri di tempatnya. "Dapat anak perempuan baru lupa sama gue anaknya sendiri" gerutu Agha yang terdengar samar-samar di telinga papa. "Agha, apa kau ingin berdiri terus di situ?" tanya papa. Tak menjawab, Agha berjalan malas dan ikut duduk di sebelah papa. "Suami loe kemana kak?" tanya Agha pada Fanya. "Masih di kantor" jawab kak Fanya singkat. Agha tersenyum meledek. "Rajin kali suami kau kak, jam segini masih belum pulang" kata Agha. "Makanya loe cepat balik kantor biar Ferdy kagak lembur terus" balas Fanya. "Gantian, waktu kalian nikah terus bulan madu dua Minggu, gue yang handle semua" ucap Agha puas dan berakhir mendapat lemparan bantal dari kak Fanya. "Kalian ini selalu seperti kucing sama tikus kalau sudah ketemu. Kamu juga Agha, tidak malu apa sama istri kamu?" kata papa yang di abaikan oleh Agha. "Resha, kamu jangan kaget ya sayang. mereka memang seperti itu" kata mama dengan penuh kasih sayang pada menantunya. "Gak papa mah, Resha juga suka gak akur sama sepupu Resha" jawab Resha dengan senyum manisnya. Walau baru mengenal dan baru pertama bertemu, namun dengan sangat mudah Resha menyesuaikan diri dengan keluarga Gadendra. Gadis itu terlihat begitu akrab dengan mama dan kak Fanya pun dengan papa. Mereka seperti sudah lama mengenal. Melihat itu, Agha merasa sangat bahagia. Matanya tak lepas memandang Resha. Senyum Resha, tawa Resha, sungguh membuat hati Agha merasa bahagia dan begitu damai. Tanpa ia sadari bibirnya melengkung membuat sebuah senyuman. "Resha, cantik dek ya?" goda Fanya. "Iya" jawab Agha masih dalam lamunannya. "Pantes lihatinnya sampai kayak begitu" mama yang menggoda. "Ini bukan kali pertama Agha lihatin Resha sampai begitu lho ma, ingat gak waktu Resha turun dari tangga, mata putramu itu tidak berkedip sama sekali. Dia begitu terpesona akan kecantikan istrinya" giliran papa yang ikut menggoda. Bukan hanya keluarganya, Resha pun juga ikut menggodanya. Bukan dengan kata, Resha menggoda Agha dengan memainkan mata nakalnya yang membuat Agha salah tingkah. Hanya Resha yang bisa membuat Agha sesalting ini di depan keluarganya. Papa dan mama hanya tertawa melihat tingkah aneh putranya. "Resha, sudah malam. Kamu pasti capek kan. Ayok kita istirahat" ajak Agha. "Iya-iya pengantin baru maunya di kamar terus" sepertinya kak Fanya belum puas menggoda adiknya. "Ya sudah kalian istirahat dulu, sudah malam juga" papa berkata. "Kalau begitu Resha permisi dulu pa, ma, kak" pamit Resha. "Jangan lupa bikinkan mama cucu" kata mama sedikit berteriak karena Agha dan Resha sudah di tangga. "Hhmmmm" jawab Agha singkat. Setelah sampai di atas, lebih tepatnya di depan kamar Agha. Agha membukakan pintu untuk Resha lalu mempersilahkan. "Ayok Resha masuk" ajak Agha yang melihat Resha ragu melangkahkan kakinya untuk masuk. "Mas, ta..." "Tidak akan ada yang menggerebek kita Resha" potong Agha, lalu menarik Resha untuk masuk dan segera Agha mengunci pintunya. Resha, duduk di tepi ranjang setelah Agha menariknya paksa untuk masuk. Dia melihat setiap sudut ruangan kamar Agha. Rapih. Kesan pertama yang Resha lihat. "Sudah lihatinnya?" tanya Agha yang sudah duduk di sebelah Resha dan membuat Resha kaget. "Ini kamar kita" ucap Agha sedikit berbisik di telinga Resha, membuat Resha sedikit menjauh karena dia masih belum terbiasa sedekat ini dengan Agha. "Tidak papakan kalau sementara kita tinggal di sini dulu?" tanya Agha. "Iya mas tidak papa" jawab Resha. "Mas?" panggil Resha. "Kenapa?" tanya Agha. "Bukankah di dalam surat perjanjian itu_?" "Lupakan surat perjanjian itu Resha, kita akan tetap seperti ini. Berumahtangga seperti orang pada umumnya" ucap Agha. "Apa itu artinya, Resha juga harus menjalankan kewajiban Resha sebagai seorang istri?" tanya Resha dengan polos. "Kalau untuk itu_" Agha menatap Resha dengan tatapan yang begitu dalam. Ini kali pertamanya Resha melihat wajah tampan Agha sedekat ini dan ini kali pertamanya juga ia sedekat ini dengan Agha. Hampir tak ada jarak di antara mereka. Resha, bisa merasakan deru nafas Agha yang sedikit tak beraturan. "Untuk itu, aku tidak akan memaksamu Resha, tapi kamu tau kan apa hukumnya jika menolak ajakan suami?" kata Agha. 'Tidak memaksa tapi bawa-bawa hukum segala, sama saja memaksa secara tidak langsung, ganteng' kata author. hehehe gaje. maafkan. "Iya mas, Resha mengerti" balas Resha. " Resha?" tangan Agha terulur, memegang jilbab Resha. Agha ingin membuka jilbab Resha. Hampir satu Minggu menikah, namun Agha belum pernah melihat Resha melepas hijabnya. Biar tidurpun, gadis itu selalu memakainya. Mungkin masih malu. "Mas, Resha mandi dulu ya?" dan Resha meninggalkan Agha begitu saja. Bukan tak mau tapi sungguh, Resha belum siap dengan semua ini. ****** Jangan lupa ya tekan tanda love nya... ❤️❤️❤️
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD