"Al, mama ngajak ke rumah. Gimana?" "Boleh. Kapan?" Alyandra memang tidak pernah bisa menolak kalau Sheila yang meminta. Karena, ia paling tidak bisa menolak permintaan orang tua. Ya, selain itu juga, ia bisa mengobati perasaan rindunya kepada sang ibu yang tidak selalu bisa ia lihat setiap hari. "Tumben gak nolak." "Karena mama. Gak usah kepedean!" Alyandra mendengus kesal. Ia masih tidak habis pikir dengan tindakan Aly yang selalu seenaknya. Selalu membuat perasaannya campur aduk tidak karuan. "Iya, iya. By the way soal nomor yang waktu itu. Saya sudah cari tahu. Nanti, kalau sudah ketahuan, saya kasih tau kamu. Ini nomornya beda sama nomor yang biasa ayah kamu pakai, kan?" Alyandra mengangguk pelan. Jujur saja, ia takut kalau mungkin saja orang di luar sana memanfaatkan keadaan i

