Nindy masih sibuk tertawa setelah mendapat omelan panjang dari Alyandra sebab perkara semalam. Rupanya, temannya itu memang sudah merencanakan semuanya dengan sangat apik. Rasanya, cukup menyesal merasa bersalah kepada Aly yang ternyata hanya memanipulasi semua ini. Tentu saja, gadis itu kesal karena Nindy mengadu kepada Aly kalau dirinya uring-uringan karena tidak dikabari oleh pria itu. Padahal, kenyataannya bukanlah seperti itu menurutnya. Ia hanya takut kalau perkataannya menyakiti perasaan Aly. Bukan ingin dikabari. "Ya lo, sih. Denial terus. Bilang aja kalo sayang, Al. Kenapa, sih?" Nindy mengusap air matanya yang mengalir di sudut matanya karena terlalu kuat tertawa. "Aduh, aduh. Perut gue kram." Gadis itu memegangi perutnya yang membuat Alyandra bukannya bersimpati malah balik t

