“Ini kartu izin mengemudi, bukan kartu kre-dit,” ujar Alice yang semakin ujung semakin lambat. “Dia siapa?” tanya Danisha tajam dan membuat suasana didalam ruangan itu menjadi semakin dingin. Dyah beralih menatap putranya yang terdiam tanpa ekspresi dan seolah sedang meminta penjelasan. Sementara Alice juga langung menutup rapat bibirnya. Sikap ceria wanita itu langsung berubah canggung. “Ah, dia,” keraguan menghampiri Andra. Pasalnya ia tidak ingin jika kejujurannya akan berdampak buruk terhadap posisi Alice kedepannya. “Oh, maaf sudah tidak sopan,” sahut Alice menyela. Andra sempat menatapnya penuh peringatan untuk berhati-hati. Alice mengangguk singkat dan hanya dilihat oleh Andra, seolah mengatakan jika ia akan baik-baik saja. “Saya Alicia, sekretaris magang Pak Andra. Kalau Ny

