“Jadi fix ya, kalian pemberkatan setelah natal tahun ini, terus resepsinya setelah kamu lulus,” ujar Damar memutuskan yang disetujui oleh sang istri serta kedua calon besannya. Bahu Andra luruh dan semakin tidak berminat terlibat dalam pembicaraan ini. Lagipula, sia-sia saja jika ia menentang. Pion catur sepertinya tidak memiliki suara dalam membuat keputusan. Ternyata agenda makan malam lengkap dengan menu serta dekorasi istimewa ini memang sudah di rencanakan untuk menentukan tanggal pernikahannya, tanpa meminta pendapat kedua anak muda yang nantinya akan menjalani kehidupan mereka sendiri. Berbeda dengan Andra, Danisha yang sejak awal orang tua dan calon mertuanya membuat hitung-hitungan selalu berusaha memprotes. Wajah gadis itu bahkan tampak sangat kesal hingga akhir. Namun, hasil a

