Kini rasanya aku lebih tenang setelah menghirup udara segar pedesaan. Kembali aku menyusuri jalan untuk kembali ke posko. Sesekali aku berpapasan dengan warga yang hendak pergi ke sawah atau ke kebun. Ku lemparkan senyum semanis mungkin kepada warga yang berpapasan denganku. Aku sapa mereka dengan suara selembut kapas penuh kesopanan. "Nak... Nak... tunggu," kata seseorang memanggilku dari belakang. Aku pun menoleh ke asal suara tersebut. Dari jarak 20 meter aku melihat seorang perempuan berlari tergopoh-gopoh ke arahku. "Iya Bu, ada apa?" tanyaku saat dia telah berada dihadapanku. "Ini Nak Dionakan, mahasiswa KKN yang mengajar di SD 5?" tanyanya sambil mengatur napas. "Ya bu saya Diona, ada apa ya bu?" kataku yang sedilit kebingungan karena ada yang mencariku di pagi seperti ini, di

