Bab 13

765 Words

Pusing... itu yang aku rasakan saat pagi menjelang. Mentari bersinar dengan begitu indahnya di ufuk timur. Tapi... kantung mata bergelayut dengan begitu indahnya di kedua bola mataku. Korneaku terlihat jelas merah menunjukkan bahwa semalam aku tidak tertidur sama sekali. Kepalaku mulai berat menahan pusing yang diakibatkan karena tidak tidur. Perut mulai terasa mual menunjukkan begitu banyak tenaga yang aku gunakan tapi asupan makanan sangat kurang. Sepertinya tubuhku ini akan benar-benar ambruk dan tumbang "Di..." kata Lia dari belakangku. "Hhhmmmm... apa Li?" kataku sambil menahan pusing yang aku rasakan. "Maaf ya," katanya "Maaf untuk apa?" tanyaku yang bingung dengan permintaan maaf dia. "Maaf aku sudah banyak menyusahkanmu, maaf aku sudah mencakarmu begitu parah," jawabnya. "Sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD