Bab 12

923 Words

Malam semakin larut, semuanya telah tertidur lelap dalam buaian Sang malam yang begitu dingin dan sepi. Hanya tinggal aku seorang diri yang belum dapat memejamkan mata padahal kantuk telah datang dari sejam yang lalu. Bayangan di balik pintu itu selalu menghantuiku setiap kali aku memejamkan mata. Raut wajahnya, senyumnya, dan sorot matanya, semuanya membuatku ketakutan setengah mati. Aku ingin bercerita tentang semuanya, tapi pada siapa? Pada teman-temanku? Itu tidak mungkin kulakukan. Mereka memang pasti akan mempercayaiku tapi efeknya akan sangat tidak baik. Semuanya akan merasa ketakutan dan pasti akan langsung ingin pulang, dan jika pulang, maka sudah barang pasti KKN kami gagal. Jam menunjukkan pukul 01.00 tapi aku masih juga tidak dapat memejamkan mataku. Ayam yang entah berada di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD