Bab 21

814 Words

Hari mulai beranjak gelap, mentari telah kembali ke peraduannya kembali semburat merah yang indah di cakrawala. Aku terus berjalan menuju posko. Pertanyaan dari masyarakat tentang penampilanku yang masih lusuh, kucel dan kumal seakan memandangku penuh tanya, penuh iba, dan penuh curiga. Tapi aku tidak ingin menghiraukan tatapan mereka yang memandangku seperti itu, aku hanya ingin ingin sembuh dengan nyaman di posko. Saat sampai posko, aku langsung duduk berselonjor di teras. Aku tidak menghiraukan setiap tanya yang dilontarkan oleh teman-temanku. Rasanya aku masih sangat marah kepada mereka atas sikap mereka tadi pagi. Seakan mereka tidak akan peduli akan Lia saat ini. Buka sepatuku dan menggantinya dengan sandal jepit. Aku Berjalan menuju kran air yang ada di halaman. Aku nyalakan kran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD