Kecolongan

1326 Words

Senyum pun seketika menghiasi bibir Dista ketika melihat bocah perempuan yang memanggil dirinya tampak sedang berlari ke arahnya. Hatinya senang, bahkan menghangat karena anak yang dilahirkan dari rahim kakak perempuannya itu bisa menerima dirinya seperti mama kandungnya sendiri. Tubuh gadis kecil itu pun langsung menabrak dan memeluk erat perempuan yang dia panggil mama. Entah kenapa dia merasa sangat senang jika mama sambungnya yang menjemputnya. Bukan berarti dia tidak suka jika papanya yang menjemput, tapi jika bersama dengan Dista, Serra tidak langsung pulang karena pasti mamanya akan mengajak untuk membeli ini dan itu terlebih dahulu. Sama dengan bocah perempuan itu, Dista pun langsung membalas pelukan Serra dengan tak kalah eratnya. Tak lupa dia juga mencium dahi gadis kecil i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD