“Sayang … Sayang, kamu dengar Mama, kan?” panggil Dista dengan cemas. “Ma … ma, Serra su … sah napas,” ucap Serra dengan napas yang sudah tersengal-sengal. Gadis kecil itu memang tampak kesulitan untuk bernapas. Dista pun tidak ingin membuang-buang waktu lagi karena melihat keadaan putrinya yang sudah terlihat tidak baik-baik saja. Tanpa pikir panjang ia pun langsung menggendong sang anak untuk menuju mobilnya. Tampak ada dua orang pelayan resto yang membantunya hingga ke mobil. Perempuan itu langsung membawa tubuh kecil itu untuk menuju ke rumah sakit. Selama mengemudikan mobilnya, Dista tampak terlihat panik. Meskipun dia sudah berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri, tetap saja ketakutan merambat naik ke permukaan. Beberapa kali dia melihat ke arah putrinya yang ada di kursi

