Adi mengetuk pelan pintu kamar sang kakek. Hingga pintu itu terbuka memperlihatkan keadaan kakeknya yang tampak terkejut melihat kehadirannya tepat di depan pintu kamar. "Masuk, Di." Pamungkas mempersilahkan cucu nya itu untuk masuk ke dalam sedangkan ia sendiri duduk di atas ranjang menatap ke arah Adi yang terlihat sedang menilai suasana kamar nya. "Cukup serem untuk seukuran kakek," ujar Adi melihat suasana kamar kakeknya yang serba hitam. Tak hanya dinding saja bahkan perabotan yang ada di dalam kamar juga berwarna yang sama. Pamungkas terkekeh geli mendengar ucapan sang cucu. Memang sedari dulu ia penggemar warna gelap dan kamar miliknya memang selalu berwarna monokrom. "Kakek gak mau kalah dong sama anak muda kayak kalian, ngomong-ngomong ada apa? Kenapa datang ke sini?" "

