Hari ini tiba-tiba hujan. Padahal langit masih terlihat terang. Tidak ada tanda-tanda kalau hujan akan turun. Tidak mendung, bahkan berawan pun tidak. Benar-benar panas. Tapi hujan turun begitu deras. Tidak hanya di langit. Hujan juga turun di mata mereka. Terlebih di mata perempuan tua itu. Perempuan yang berdiri di ambang pintu belakang setiap kali aku memasukkan anak-anak ayam milik Nyai yang kebetulan kandangnya ada di belakang rumahnya. Perempuan tua itu kini seorang diri. Ia tidak mempunyai anak, sanak saudaranya pergi setelah seminggu sejak kematian suaminya itu. Benar, perempuan tua itu adalah orang yang sejak seminggu lalu memiliki tangisan paling deras di antara ki semua. Selang tiga hari sejak kejadian malam itu, Ki Jaman meninggal dunia. Saat kami menemukannya berontak m

