Pembicaraan Meja Makan

1149 Words

Anehnya, setelah kejadian malam itu, kampung tetap sepi. Seolah menutup mata dengan apa yang baru saja mereka lihat. Tidak ada mulut yang berbicara tentang hal itu sama sekali. Padahal, setelahnya tidak hanya tiga kepala yang melihat dan menjadi saksi bagaimana Ki Jaman bisa diketemukan dengan kondisi yang amat mengerikan. Mata yang melotot, tangan dan kaki terikat di kiri dan kanan, seolah sedang dibentangkan bak layang-layang. Ia bahkan bergumam sesuatu yang entah, saat itu kami tidak dapat mendengar suaranya dengan jelas. Setelah mendengar jeritan Nyai yang spontan itu, bukan hanya aku dan Nia yang bergegas masuk dan melihat apa yang terjadi. Lelaki paruh baya yang tidak lama pergi itu pun ternyata kembali dengan beberapa orang dalam rombongannya. Mereka memutuskan untuk membagi tim m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD