9 — Sisa Hujan

1089 Words

"Beberapa kesedihan memang tak bisa disembuhkan dengan kata-kata. Ia hanya perlu dibiarkan larut perlahan, sampai waktu sendiri yang melunakkannya." --- Pagi di Lincheng datang dengan langkah lambat. Sinar matahari menembus tirai di ruang tamu, membentuk garis cahaya di lantai. Suara air menetes dari talang terdengar berulang, pelan, ritmis, seperti detak waktu yang enggan berjalan cepat. Di dapur kecil, Shen Li menyiapkan bubur hangat. Gerakannya hati-hati. Ibunya telah kembali dari rumah sakit kemarin sore, dan rumah yang lama sunyi itu kembali dipenuhi napas selain miliknya. Untuk sementara waktu, Shen Li memindahkan ranjang ke ruang tamu agar lebih mudah dijaganya. “Ma, makan dulu, ya,” ucap Shen Li lembut, mendorong kursi ke dekat ranjang. Nyonya Zhang tersenyum, wajahnya letih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD