Kedatangan Arkan sudah bisa menjelaskan kalau hubungan pernikahan mereka nyata adanya. Hanya saja ayahnya Lunar tidak suka mengenai pernikahan yang mana tanpa dibicarakan dengannya terlebih dahulu. Hampir saja suasana menjadi tegang kalau tidak sang ibu yang menenangkan. “Sudahlah. Jangan buat semuanya menjadi rumit. Pernikahan sudah terlanjur dilangsungkan." Mendekat pada suaminya sebentar agar bisa terdengar suaranya yang rendah, “Yang penting anak kita sudah punya suami. Apalagi lebih kaya daripada Nico. Hidup Lunar pasti akan sejahtera." Sang ayah berdeham dan diikuti dengan geleng kepala sebelum menatap lurus kembali, "Arkan ..," tiba-tiba suasana berubah serius, "Aku menyerahkan anakku padamu. Kau harus melindunginya dan juga merawatnya dengan baik." Lunar menatap ke arah pria

