BAB 16

1136 Words

"Egh Pak Jaxton," kata Mark dengan sepupunya. Kalau di kantor bukan sepupu, tetap atasan. Mark sudah meminta izin ke Jaxton, meskipun Jaxton tidak memintanya. Denada mengedip-ngedipkan matanya, saat mata dingin Jaxton menatap pada dirinya, Mark dan Anas. "Apa di sini ada tarzan? sampai kamu perlu teriak-teriak?" tanya Jaxton dengan datar ke Denada. Sebenarnya Jaxton tadi itu juga kaget dengar suara si Denada yang fals nya kelewatan. "Gak ada sih Pak, cuma olah vocal aja pak." balas Denada menunduk. "Bukan ada tarzan kok Pak, cuma lagi mau trio kitanya. Ya begitulah Pak," Mark membantu Denada. Mark tau sifat asli si Jaxton, kalau sedang dingin seperti sekarang, pertanda Jaxton sedang kesal dengan orang yang di tatapnya. "Kalau kalian mau latihan vocal, ada baiknya jangan di perusahaan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD