Didalam ruang kerjanya pak Aditiya memikirkan putrinya yang berani sekali membuat malu keluarga, dia tidak habis fikir putrinya minta cerai pada suaminya yang baru menikahinya
"ada apa ayah menelponku..."kata Anna di seberang sana
"Apa maksudmu dengan minta cerai pada suamimu, apa kamu tahu konsekuensinya dengan apa yang kamu lakukan" kata pak Aditiya marah
"aku sudah berusaha ayah...tapi aku tidak bisa... aku minta maaf..." kata Anna
"tindakanmu sudah mempermalukan ayahmu ini... sampai sampai ayah tidak bisa mengangkat kepala ayah lagi di depan suamimu..."
"Maafkan aku ayah.... bukankah aku sudah menolaknya tapi ayah memaksanya, aku mencintai orang lain dan aku tidak cinta padanya...." kata Anna membela diri
"Apa katamu cinta.... cinta dengan si b******k itu yang kerjanya tidak jelas..."pak Aditiya emosi
"yang ayah sebut b******k itu punya nama ayah..." Anna pun emosi
"Ayah tidak mau tahu...kamu harus memperbaiki hubunganmu dengan suamimu..." pak Aditya memerintah anaknya
Tiba tiba dadanya terasa sakit dan nafasnya terasa sesak, pria tua itu menjatuhkan handponenya dan roboh ke lantai dengan posisi handphone masih aktif
"ayah....ayah...ayaaah..."terdengar suara Anna di telpon
****
Dirumah sakit Anna mondar mandiri di didepan ruang perawatan dimana ayahnya sedang di tangani dokter
Arya pun saat itu berada disana menemani sang istri
"tenang saja.. ayah ditangani dokter yang terbaik... dia akan baik baik saja" Arya berusaha menenangkan istrinya
"Jika ada apa apa dengan ayah kamulah yang harus bertanggung jawab..." Anna menyalahkan Arya karena sudah memberitahukan ayahnya perihal permintaan nya
Arya hanya bisa diam, dia hanya berfikir istrinya panik karena ayahnya sedang sakit
Tak lama dokter keluar, Anna dengan terburu buru menghampiri dokter
"Bagaimana ayahku dokter...." Anna tampak khawatir
"pasien sudah terlihat stabil, dia mau menemui anak dan menantunya... akan tetapi pesan saya jangan membuat pasien untuk berfikir dulu biarkan istirahat" dokter menjelaskan
Anna buru buru langsung masuk kedalam kamar perawatan ayahnya
"terima kasih dokter...." kata Arya sambil menyusul istrinya masuk kedalam kamar
bersambung...