zooy
zooy Ivanya Lazzaro Putri
Gadis 17 Tahun Yang Cukup Populer Di kalangan Remaja Seusianya Di Kota Tempat Dia tinggal.Selain Ramah,Cantik,Staylelish dan fashionable
dia Juga tipe Gadis Yang Friendly dan tidak memilih Teman.
tidak Heran Jika Dia Punya Banyak Teman
Ditambah Lagi Pacarnya Ivander yang Tidak Kalah Populernya.Bisa Dibilang Mereka Berdua Adalah Pasangan Yang Di idam idamkan Remaja Seusia Mereka Di kotanya
***
"Iye Tau,Hari Minggu Iye"
Ujar Seorang Wanita Berambut Setengah Bahu Menghampiri Zooy Yang Sedang Modar Mandir Gelisah Memegang Ponselnya wanita Itu Adalah Abigail sahabat Zooy
sembari Menatap Sahabatnya, Zooy menarik Nafasnya Pelan Lalu Melepaskanya perlahan
"Gk usah Gelisah Gitu Zooy,Ivander pasti Lagi Usaha Buat Ngabarin Lo kok" Tambah Abigail
"gw Takut Dia Ketahuan Abi"
"Yaelah,Udah Kyk Orang Baru Pacaran Aja Dia Pasti Udah Senior Dalam Hal gituan Zooy,Lebih Baik Lo Tenang Deh" Abigail Berusaha Meyakinkan Sahabatnya Yang semakin Gelisah.
hari Minggu Adalah hari Yang Paling Ditunggu zooy Dalam Sepekan
entah Sebuah SMS dari Nomor Asing,Ataupun telpon Dari Nomor Tak Dikenal.
trittt tritttt trittttt
hp Zooy Bergetar
incoming call dari nomor Yang Tidak Dikenal
Sontak,Gadis Itu Berteriak Kegirangan seperti Orang Kesurupan
"Sape?" tanya Abigail sahabatnya yang Kaget Dengan Suara Zooy Yang Hampir Membuat Bocor Atap Kamar Itu
"Ivander Nelpon Gw, ivander Nelpon!"
ujar zooy kegirangan sembari Memukul Pundak Abigail Karena Kegirangan
"iyah Udah Angkat Bego,Keburu Dimatiin balik noh" Ujar Abigail sembari Menarik Guling Dan Menghempaskan badanya Pelan Di Atas Ranjang
"Gw Deg Degan Abi" zooy menepuk Dadanya Pelan
"Yaelah,Baru Juga Seminggu Gk Telponan zooy"
dengan Mata Terbelalak Zooy Menjawab Teleponya
"Hallo?"
Suara Zooy Dengan Lembutnya saat Menerima Telpon Itu.
"Zooy"
"Ivander,It's You?"
Tanya Zooy dengan Tenangnya
"Apakah Kamu Baik-Baik Saja zooy? dont Sv This Number.Ini Hp Punya Suster" Jelas Pria Dari itu dari Balik Telpon yang Di Tempelkan Zooy Di Telinga Mungilnya dengan Nada Sedikit Terburu-Buru
"Aku Baik van,Are u?"
"Syukurlah Kalau Kau Baik-Baik Saja,Aku Sudah Harus Menutup Telponya Zooy,Pastikan Kau Menghapus Kontak Ini Dan Tidak Menelpon Kembali Setelah Kuakhiri Panggilanya"
"Aku Meng..."
tuut tuuut tuut
telpon Terputus Sebelum Zooy Mengakhiri ucapanya.
tanpa Ucapan Selamat Tinggal dari Ivander,Zooy Kelihatanya Sudah Terbiasa Akan Hal Ini
memang Selalu Begitu Setiap Minggunya
dimana Zooy Harus Menunggu Sepekan Untuk Dikabari Ivander.Namun Ketika Dikabari Hanya 5 menit bahkan tidak Sampai 5 Menit.
Zooy dan Ivander Harus Ldr karena Bersekolah Di Kota Yang Berbeda.
ditambah Lagi Ivander Yang Seorang Anak Seminari Menengah Membuat Zooy Harus Bersabar Untuk Sebuah Pertemuan.
"Udah Seneng sekarang?" Tanya Abigail Dengan Mata Yang Tertutup dan Masih Belum Beranjak Dari Ranjang
"Entahlah Abi,Makin Kesini Ivander Semakin Berubah.Udah Gk Kyk dulu Lagi" Ucap Zooy Sembari berbaring Di Samping Sahabatnya Itu
"Maksud Lo,Ivander Udah Jarang Bolos Buat Ngabarin Lo Kan?"
"Gw Mau Diprioritasin Abi!"
" lo gk boleh Egois Zooy.Gimana Ivander Mau Prioritasin Lo,Orang udah Jelas-Jelas Dia Prioritasin Panggilanya!"
skakmat Dari Abigail
zooy Terdiam Sejenak
"Nanti Bakal Sakit Banget Gk Yah Bi kalau Dia Ninggalin Gw?" Tanya Zooy Sembari Menatap Sahabatnya Yang Sudah Tak Engan Membuka Matanya Itu
Abigail Mengambil Nafas Pelan lalu Memalingkan Wajahnya Ke Sahabatnya Yang Sedang Bimbang Akan Perasaanya Sendiri itu "Entahlah Zooy,Sewajarnya Saja!" Abigail Seakan tidak Ingin Sahabatnya Terluka karena Harapanya Sendiri
karena Abigail Tau,Bahwa Zooy Begitu Mencintai Ivander
zooy Dan Ivander Berpacaran Sudah Hampir 2 Tahun
saat Ivander Masih Di Kelas Peralihan,Dia Selalu bolos Hampir selang 2 hari dalam seminggu Untuk Mengabari zooy
hanya Saja naas Nya Ivander Ketahuan Bolos Dan Mendapat Surat Panggilan Dari Kepala Sekolahnya. sejak Saat Itu,Ivander Sudah Jarang Mengabarinya.
Mereka Jarang Bertemu dan Ivander Jarang Berkabar.akan Tetapi Zooy Gadis Yang Sabar Menunggu
Ia Bahkan Tidak Pernah Berfikir Untuk Mencari Penganti Ivander Ketika Ivander Dan Dirinya Sedang Tidak Bertemu.
dan Tak Berkabar Satu sama Lain