Sonya Abigail
zooy berjalan Menuju Dapur hendak Mengambil Segelas Air Minum
pagi Yang Cerah
Abigail Masih Terlelap Diranjang.
zooy Dan Abigail bersahabat Sudah kurang lebih 3 tahun terakhir
Abigail berasal Dari Latar Belakang Keluarga Yang Kurang Sehat
dimana Ayah Abigail Adalah Seorang Penjudi Dan Ibunya adalah Seorang Guru di Sebuah SD katolik
Abigail Anak Tunggal
Kehidupan Abigail bisa Dibilang Cukup Kelam
ketika Ayah Abigail Gemar Berjudi ibunya Menjadi Depresi hingga Pada Akhirnya Ibunya Meninggal Karena gumpalan Darah Diotaknya.Tak Heran Jika Ibunya Meninggal Karena Gumpalan Darah Di Otaknya.
ayah Abigail Sering melakukan KDRT kepada Ibunya
ketika Ibunya Meninggal,Ayahnya Mulai Menjual Semua Yang Mereka Punya Termasuk Rumah Yang Ditempati Mereka Dan Mulai Gemar Berjudi
terkadang,Abigail Sering Mendapatkan Kekerasan Dari Ayahnya. Lantaran Ayahnya Stres Karena Tidak Lagi Punya Uang Untuk Judi.
Abigail Sudah 2 hari Menginap Di Rumah Zooy,Dia Kabur Dari Rumahnya
"Bi.. Abi! "suara Zooy Yang Sedang Berusaha Membangunkan Sahabatnya Itu
"Kebo,Bangun Weh!"
zooy Menepuk Pelan Pundak sahabatnya Itu
perlahan Gadis Itu Mulai Menghempaskan selimutn Dari badanya
dan berusaha Mengumpulkan niat untuk Beranjak Dari Tempat Tidur
dengan Tangannya masih Mengosok kedua Matanya Pelan ,dia Berjalan Menuju Kamar Mandi dengan Langkah Kaki Yang Terantuk Antuk Tanpa Menghiraukan Zooy Yang Sudah Membangunkanya
"tungguin Gw Bi" seru zooy Yang Tak Ingin Ditinggal Sahabatnya Itu
ini bukan Kali Pertamanya abigail Menginap Di Rumah Zooy
abigail Bisa Saja Menginap Sampai Seminggu ketika Dia Merasa Suasana Rumah Sedang tidak Aman Untuk Dirinya zooy Dan Keluarganya Tak Pernah Mempersalahkan Kehadiran Abigail Ditengah Keluarga Mereka.malahan Orang tua zooy mendukung Zooy Untuk Selalu Mensuport Abigail Kapanpun Itu
"sikat Gigi Bareng Lu Mulu Zooy,Kapan Yah Bareng Pacar gw" seru Abigail Dengan Nada suara Yang Kurang Jelas Karena Busa Pasta Gigi di dalam Mulutnya
"yaelah,Gimana Mau Punya Pacar Lo Bi,Orang Pas Ada Cowok Yang Deketin Lo. Lo ngakunya Lesbi HAHAHA" jawab Zooy Dengan senyum sedikit mengejek sahabatnya itu Sembari Membersihkan Sikat gigi yang di tanganya
"faedahnya Pacaran Emng Apa sih?" tanya Abigail
"Yah Banyak,Bisa Jalan Bareng,Nonton Bareng ke Minimarket Bareng Pokoknya Seru Deh" Jawab Abigail Tersenyum
"Dih,Kyk Lo sama Si Ivander yang Gk Ldran Aja Hahaha" Skakmat dari Abigail
Abigail menyimpan Sikat Giginya Kemudian Berjalan Keluar Kamar Mandi
"Tapi Gw Sama Ivander Beda Abi"
"Beda Apanya,Ibaratnya Lo Pacaran Sama Angin Doang,Udah Ldr si IvanderNya Mau Jadi Frater Lagi"
lagi Lagi perkataan Abigail Membuat Zooy Terdiam Seribu Bahasa
Memang Betul Yang Dikatakan Abigail Sahabatnya Itu
zooy Tahu Kalau Ivander ingin Menjadi Seorang Frater Tapi Dia Nekat Mencintainya
"Gw Bakalan buat Dia Ex" seru Zooy dengan Nada terbata-Bata
"Gk Usah Ngadi Ngadi Deh,Dosa tau G"
abigail Seakan Tidak Suka Dengan Apa Yang Dikatakan Zooy Barusan
Abigail Tahu,Sahabatnya Berkata Demikian Karena sebegitu mencintai Ivander
"Inget Kata Gw Zooy?" tanya Abigail sembari Merai sebuah Apel Di Atas Meja Belajar Zooy
dan Mulai Melahapnya
zooy Menjawab Denga Nada Berat
"Boleh Pacaran Sama Ivander Tapi Gk Boleh Sampai Dia Keluar Dari Seminari"
"Pinter Banget Besti gw" Abigail tersenyum Ke Arah Zooy
percakapan Keduanya Pun Terhentikan Ketika seseorang Mengetuk Pintu Kamar zooy.
zooy Bergegas Membuka Pintu Kamarnya
"Sarapan sudah siap Tuan Putri" Suara Seorang Wanita Paruh Baya Membawakan Dua Gelas Susu Dan Sepiring Roti Bakar Di tanganya
wanita Itu Adalah Cloe,Ibu Zooy
"Pagi Tante" Seru Abigail Dari Dalam Kamar zooy
"Eh Abi Udah Bangun Juga?,selesaikan Sarapan Kalian yah! keburu Dingin Rotinya" jelas Cloe Sembari berjalan Masuk Ke dalam Kamar lalu meletakan Sarapan Itu di Atas Meja Belajar
zooy Sontak Memeluk Erat Tubuh Wanita Itu lalu Mengecup Pipi Nya
"Thank You Mah,Zooy Bersyukur Banget"
Cloe Menepuk Tangan Anak gadisnya Pelan
"selesaikan Sarapanmu Sayang,Mama Harus Menyiapkan Perlengkapan untuk Papa Yang Mau ke Kantor" Sembari Melepaskan Pelukannya Masing-Masing
zooy Mengaguk Seakan Mengiyakan Perkataan Ibunya Itu
"Abi,Kamu juga Yah!" Cloe menepuk Pundak Abigail
"iyah Tante" jawab Abigail Dengan Senyum Hangatnya
cloe meninggalkan Zooy Dan Abigail dengan Bau Roti Bakar Yang Masih wangi Tercium Dari atas Meja belajar Zooy
kedua Gadis Itu Saling Bertatapan,Abigail Tersenyum Kecil ke arah zooy
"Thnk's Udah Nerima Gw di tengah Keluarga Lo zooy"
"Lo udah Kyk Kakak Gw Abi,So Dont Say That"
Zooy mengerti Arti Dibalik Perkataan Abigail Itu
ia Tahu Apa Yang Dirasakan Gadis Itu
kehilangan Sosok Ibu,Dan Juga Kehilangan Kasih Sayang Ayahnya di Tambah Lagi Dengan Posisinya Sebagai Putri Tunggal keluarganya Tentu Saja Sangatlah Berat Bagi Abigail Untuk Menjalani Hari-Harinya