Rasa jengah yang dirasakan Zayn saat ini dengan tumpukan berkas diatas mejanya, sudah dari tadi pagi hingga sore hari ini berkas-berkasnya tak kunjung menjusut, tangannya sudah kebas dengan terus berkliaran menanda tangani proyek besarnya
Kreeeteekk kreeteek..
Bunyi leher, tangan serta punggung Zayn saat pria itu merenggangkan badannya, satu hari full ia habiskan dalam ruangan pribadinya tanpa memanfaatkan waktu istirahat tadi siang, hingga bunyi perut terdengar menandakan ia begitu lapar dan butuh asupan makanan.
Zayn memutuskan menghentikan pekerjaannya ia keluar dari ruangannya dan mencari restaurant dekat kantornya untuk mengganjal perutnya yang kosong sejak tadi siang, Zayn berharap menemukan restaurant seafood dekat kantornya agar segera memenuhi asupan nutrisi tubuh lemas miliknya, lama mencari dengan memutar kepalanya kekanan-kiri beberapa kali akhirnya Zayn melihat papan nama restaurant yang menyajikan hidangan seafood kesukaannya dan memasuki rumah makan itu dengan langkah kaki jenjangnya, para pengunjung restaurant terlihat berbisik-bisik berbicara soal Zayn
"Ehh liat deh itu pak Zayn Ceo Crafair Group ..gila tampangnya ...jadi pengen peluk deh"bisik ibu-ibu yang sedang berkumpul
"Iya yaa ganteng bangett"
"Udah punya calon belum ya?"
Mendengar bisikan ibu-ibu itu Zayn nampak tenang saja ia bahkan tersenyum ramah pada sekumpulan ibu-ibu itu
"Iya aduuh senyumnya jadi klepek-klepek deh.. andai anak saya bisa punya suami kayak dia udah ganteng, kaya, ramah lagi ,,"
"Iya paket komplit tuuh"
Tak risih dengan ucapan ibu-ibu itu Zayn bahkan mengambil duduk disamping cendela dekat sekumpulan ìbu-ibu tadi ia akan suka disanjung banyak orang itulah sifat Zayn
"Pelayan"ucap Zayn sambil melambaikan tangannya
"Iya tuan .. anda ingin memesan apa?"tanya pelayan itu sambil menyodorkan daftar menu direstaurantnya
"Aku ingin sepageti saus udang bakar dan secangkir cofee latte"
"Baik tuan"
Tak lama menunggu pesananpun datang,seorang gadis dengan memakai pakaian pelayan sama seperti yang lainya tapi wajahnya seperti yang ia kenal
"Ini tuan pesanannya"
"Kamu....Nana bukan?"
"Eh iya"
"Kamu kerja disini?" Tanya Zayn antusias
"Iya saya bekerja disini"
"Ohh...kemarilah temani aku makan"
"Ehm maaf tapi saya masih banyak kerjaan yang belum saya selesaikan..permisi"tolak halus Nana tapi cekalan pada tangan kanannya menghentikan langkah Nana
"Kamu tidak akan dipecat hanya karena menemaniku makan..duduklah"
"Tapi..."
"Kamu tak perlu takut nanti aku akan beri tau bosmu duduklah dan nikmati sanset"
"Baiklah"
"Kamu tak ingin pesan makanan ,,aku tau kamu lapar pesanlah dan makan bersamaku"
"Tidak perlu tuan. Saya tidak lapar"bohong Nana yang tidak berirama dengan perutnya
Kruuurkk kruuurkk...
"Bahkan sunyi perutmu tidak sama dengan ucapanmu nona"ejek Zayn sambil mengangkat tangannya memanggil pelayan.
Pelayan itu perjalan kearah Zayn sambil membawa buku yang ada ditangannya
"Ekhhmm..ada yang bisa saya bantu tuan"kagok pelayan itu saat menjumpai Nana duduk berhadapan bersama pria tampan dengan setelan jas warna hitam dihadapannya
"Berikan saya menu seperti yang saya pesan tadi"
"Iy-ya mohon tunggu sebentar tuan" jawab pelayan yang masih kagok itu sedangkan nana hanya menundukkan kepalanya menyadari Rayna pelayan yang menghampirinya ini dengan ekspresi kaget.
"Kamu sudah lulus kuliah"
"Eh...belum masih semester 3 karena memang saya masuk kuliah lambat 1tahun"ujar Nana bercerita sedikit pada Zayn
"Dan kamu baru bekerja disini"
"Ya baru 5bulan lalu"
"Baru 5bulan?.."ucap Zayn dengan mengangkat satu alis tebalnya
"Iya dulu saya hanya bantu-bantu dibengkel kakaku, tapi kurasa lebih baik saya mulai bekerja sampingan dan mendapat gaji sendiri ...biar ngeringanin beban orang tua hehehh"cerita Nana dengan antusias sambil mengulas senyum indah diwajahnya
"Senyumanmu begitu indah...tapi akan lebih indah bila kau mendesah dibawahku dengan air mata dimatamu gadis kecil"lirih hati Zayn dengan kebencian
Makanan sampai dihadapan Nana,pandangan Rayna pada Nana yang begitu tajam seolah-olah berkata bahwa Nana harus menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Zayn pria kaya ini hingga ia terlihat begitu dekat dengan Zayn melihat tatapan Rayna seolah tau maksudnya Nana hanya membalasnya dengan gerakan bahu seolah tak perduli dengan tatapan tajam Rayna kepadanya.
Kepergian Rayna membuat keduanya diam kembali, Nana tak mempermasalahkannya ia menyantap makanannya dengan lahap "Wah..jarang-jaring niih gue makan-makanan mahal spagetti pakek saus udang bakar lagii ...yaaammmm"lirih Nana dihatinya dengan mata berbinar.
"Aku harus pergi trimakasih sudah menemaniku makan"ucap Zayn setelah menyesap coffe lattenya
"Ya sama-sama dan trimakasih juga sudah mentraktirku"
"Ya itu tak masalah"ucap Zayn dengan mengelap mulutnya dengan tisu
"Ehh ..ituu masih ada sisa makanan di pinggir mulut anda"tunjuk Nana dengan jari telunjuknya dengan canggung
"Emm ..ini"sambung Nana dengan mengambil sisa makanan dimulut Zayn yang tadi merasa kesulitan mengambilnya, tatapan keduanya saling bertemu Nana tak tau ia begitu mengagumi sosok Zayn dihatinya padahal baru beberapa hari bertemu berbeda dengan tatapan Zayn pada Nana.
"Maaf tuan saya tidak bermaksud untuk..."ujar Nana memecah pandangan keduanya
Zayn bangkit dari tempat duduknya pergi tanpa mengucap sepatah katapun, senyum Nana kembali terbit menatap kepergian Zayn.
"Heh...Na coba lo cerita sama gua bagaimana lo bisa kenal bos tampan itu"kejut Rayna pada Nana
"Eh gila lo ya kalau jantung gue jatoh kebawah gimana?mau lo tanggung jawab"
"Mau jantung jatoh kek keplintir atau kebelahpun gak peduli gue ...gue cuma mau tau lo kok bisa deket sama dia sih"tanya Rayna tak sabaran
"Ihhh..kepo amat luu ..weeekk"jawab Nana dengan juluran lidah dan lari dari Rayna
"Anjiirr ..awas lo yaa!!ehhh Na bantuin gue bersihin meja niih ..wooooy Suunaa"teriak Rayna yang ditatap para pengunjung restaurant itu.
******
Langkah Zayn berhenti saat seorang memanggilnya dengan nafas terengah-engah berlari kearahnya
"Tuan Zayn!"
"Ada apa hery"
"Gawat tuan projek dengan Sanjaya group dibatalkan, mereka ingin memutus kerjasama dengan kita"
"Kenapa? Apa yang terjadi"
" ini tuan"Hery memberikan berkas yang ada di tangannya pada Zayn
"Saya yakin tuan ini pasti kerjaan Alan yang sengaja menghancurkan perusahaan anda"sambung Hery
"Alan...waah baiklah dia ingin bermain-main denganku"jawab santai Zayn setelah membuka berkas itu
"Dia terus saja membuatku mencari tak bisakah langsung berhadapan denganku...ck!pria pengecut tetaplah pengecut terus saja bersembunyi dirumah jamur itu, aku akan segera menemukannya"kesal Zayn dengan ulasan senyum liciknya
"Dan sepertinya Alan telah menyewa mata-mata untuk mengetahui seluk beluk perusahaaan anda tuan"
"Ya aku sudah tau...seret pegawai ob yang selalu bekerja tanpa kenal lelah itu"
"Tu-an anda mengetahuinya?"tanya Hery dengan penasaran
"Iya sudah 2minggu ini mungkin...rasanya aneh ob itu bekerja tanpa henti tapi dibalik itu semua aku tak tau aku apa maksud dan tujuanya itu..dan dengar hery aku menyuruhmu untuk membawanya kehadapanku tanpa kekerasan..ku harap sibodoh itu akan merelakan sendiri tubuhnya disakiti olehku"jelas Zayn dan Hery mengangguk tanda ia faham maksud tuannya itu
******
Malam hari tiba Nana melangkahkan kakinya ke-gang sempit belakang sekolah smp dengan ulasan senyum yang tak pudar entah kenapa ia terus membayangkan wajah pria tampan yang tadi duduk dihadapannya menyantap makanan dengan memandangi sanset yang kedua kali bersamanya dengan lebih romantis dari sebelumnya...Romantis! ya itulah yang dirasakan Nana saat berjalan menuju rumahnya sepulang kerja.
"Ibu aku sudah pulang"
"Kau ini bisakah sebelum masuk ketuk pintu dulu dan mengucap salam ...kau membuat ibumu ini kaget"ujar bumarta dengan sedikit kesal pada Nana
"Heheheh...iya bu maaf yaa aku terlalu bersemangat pulang kerumah soalnya ..hehehhe."ucap Nana dengan senyum-senyum sendiri
"Kau ini ..cepatlah mandi dan makanlah!.. ibu tau kau pasti belum makan dari tadi siang"
"Aku tadi sore sudah makan kok bu...tapi sekarang lapar lagii heheheh"jelas Nana pada bu marta dengan cengengesan
"Ya sudah kalau masih lapar makan saja lagipun kakakmu menyisakan makanan banyak untukmu"
**
"Tak biasanya kau senyum-senyum sendiri ..ada apa cerita sama ibu?ehhmmm ibu tau kau pasti sedangg..."ujar bumarta dengan trus memandang tingkah Nana
"Tidak bu ...akuu suka makanan ini ...sangat lezat emmm"potong Nana
"Bilang saja kalau kau sedang jatuh cinta dek.."sabut Kak Vio datang keluar kamarnya menghampiri adek dan ibunya
"Ihhh apaan sik kak"
"Ciiee sama siapa siih??...kaka pngen tau siapa sih pria beruntung itu?"
"Ihhh kepo deh"ucap Nana yang bangkit dari kursi makannya
"Lhoo kok udah selesai makannya"
"Ya bu..udah gak nafsu ..ada manusia oli siih"
"Heh..dasar adek gak ada akhlaq"
.
.
.
Dah mulai part dewasanya niih
Hehehe bacanya enjoy aja genk..
Jangan lupa like n coment sebanyak banyaknya biar gue semangat buat chapter selanjutnya...