• "Mana yang anaknya Rojak?" Semua nengok ke belakang, kening Abeen berkerut. Dia menggeser kursinya ke belakang lalu berdiri. "Saya, Bu." Bu, Abeen menyapanya begitu karena perempuan itu ada seumuran Nyaknya. "Oh, kamu?" Perempuan itu bersidekap dan menilai dengan mata sipitnya. "Iya, ada perlu apa? Abdul Rojak bin Rahman, itu nama babeh saya. Dan nama saya Muhammad Zabidin," jawab Abeen tandas. "Berarti kita sodara, aku tantemu," cetusnya. Abeen merasa aura nggak enak yang diuarkan perempuan paruh baya ini. "Udah ketemu nenekmu?" tanyanya. "Sudah. Bisa Tante to the point'?" "Wahh... Memang ya, kalo anak dari pinggiran tuh seperti ini. Kampungan. Tidak terdidik!" cebiknya menghina. "Bisa langsung aja?" Abeen melenggang mendekat. Sempat niat ngilangin tata krama tapi d

