"Eum, bisakah kau melepaskanku?" April berucap ragu. Hampir tiga puluh menit Dedrick memeluknya erat dan belum ada tanda-tanda jika pria itu akan melepaskan pelukannya. Jujur, April merasa sedikit sesak karena pelukan dari Dedrick. Dan Dedrick, hanya menggeleng pelan sebagai jawaban dari pertanyaan April. Bahkan pria itu semakin menelusupkan wajahnya pada ceruk leher April dan mengenduanya hingga membuat kesan geli pada sekitar leher April. "Dedrick, jangan seperti ini," "Kenapa? Kau istriku, jadi wajar jika aku bermanja denganmu, Baby." April tergelak, memang benar dengan apa yang Dedrick ucapkan, namun, tentu saja April merasa lelah jika harus bertahan dalam posisi tersebut terus menerus. Mereka masih duduk di tepi ranjang, sejak kejadian tadi. Dan Dedrick enggak untuk melepaskannya

