Nico nama yang cukup bagus menurutku, meski pria yang bernama Nico ini sepertinya orang baik tapi aku tidak mau mempercayai nya , Aku mengabaikannya seperti biasa yang ku lakukan kepada orang-orang yang mencoba dekat denganku ,
Lalu Aku melihat pria botak yang sedang tersungkur di bawah pohon itu, Lalu aku dekati Pria Botak itu .
"Awww ahhh tolong maafkan aku tolong!! "
Ucap si botak saat aku menyetuh tubuhnya, Nampaknya si Botak ini tak akan pernah mengganggu ku lagi , lalu aku ambil uang si botak ini dari saku bajunya, si botak ini hanya terdiam saat aku mengambil uangnya.
Aku mengambil uang si botak ini bukan berarti Aku membutuhkan uang ini, Aku hanya ingin membuat Nico yang melihatku mengambil uang dari si botak ini merasa jijik dengan kelakuan ku ini , agar Nico juga berhenti mendekatiku.
Aku berjalan meninggalkan tempat itu ,aku ingin kembali ke kelasku
"Hay kau belum memberi tahu nama mu"
Hmm aku yang mendengar kata-kata itu dari belakangku menghentikan langkah kaki Ku lalu aku menoleh ke belakang ,
"Siapa namamu?"
Nico kembali bertanya saat Aku menoleh ke arahnya dia bertanya dengan senyumnya yang membuat perasaan Ku menjadi aneh, tapi aku tetap mengabaikan nya dan kembali berjalan meninggal kan Nico di tempat itu.
Aku tidak tau ekpresi seperti apa yang Nico tunjukan ketika aku meninggalkannya ,tapi menurutku mungkin dia sekarang akan menyerah untuk mendekatiku
Aku kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran , hingga saat jam pulang sekolah aku yang ingin keluar kelas mendengar dua wanita yang sedang berbicara
"Lihat pria tampan itu! , sedang apa dia di depan kelas kita?"
"Hey coba kau dekati dia, mungkin dia sedang menunggu mu hahaha"
"Haaha ya mungkin saja"
Aku yang mendengar itu sedikit penasaran dengan pria yang ke dua wanita itu bicarakan , saat baru saja keluar kelas.
"Hay kau masih belum memberi tahu namamu!"
Aku yang terkejut ternyata pria yang di bicarakan kedua wanita itu adalah Nico.
Aku pun kembali mendengar obrolan dua wanita itu
"Ehh sungguh! pria tampan itu apa kenalan si murid baru brandalan itu?"
Aku yang mendengar itu pun mencoba mengabaikan kata-kata Nico dan kedua wanita itu, aku terus berjalan mengabaikan mereka , tapi Nico terus mengikuti Ku
"Hy ayolah aku hanya ingin tahu namamu saja ko"
Ucap Nico yang terus mengikutiku di sampingku , Nico terus mengikuti ku sampai di gerbang sekolah di terus memohon sampai para murid lain melihat ke arah kami berdua
"ayolah beritahu namamu aku mohon"
Ucap Nico kepadaku yang mulai berdiri diam di depan gerbang sekolah , Aku mendengar para murid lain yang melihat ke arahku dan Nico sedang membicarakan kami berdua
"Lihat apa pasangan itu sedang bertengkar ?"
Aku yang tidak pernah memiliki pacar ini ,saat murid lain mengira kalau Aku dan Nico adalah pasangan membuat presaanku kembali menjadi aneh.
"ayolah beritahu namamu!
Ucap nico sambil menatap mataku , aku pun menatap matanya juga dan tanpa sadar Aku
"Elena namaku Elena"
Ucapku tanpa sadar memberi tahu namaku kepada Nico , sungguh saat aku menatap matanya aku seakan seperti terhipnotis sehingga mulutku ini berucap dengan sendirinya.
Aku pun pergih meninggalkan Nico di depan gerbang sekolah dan dia pun nampaknya tidak mengikuti lagi.
"Baiklah El sampai jumpa besok"
Ucap Nico di belakangku dengan cukup keras , tapi aku tidak memperdulikannya dan terus berjalan meninggalkan nya.
Saat aku berjalan aku teringat dengan uang pria botak yang tadi aku ambil , lalu aku mengambil uang itu lalu memberikannya ke gelandangan yang tak jauh dari tempatku berada.
Tak lama berhenti sebuah mobil limosin di sampingku , lalu pria yang menyetir mobil itu keluar dari dalam mobil
"Nona silahkan"
Ucap pria itu sambil membukakan pintu mobil limosin itu kepadaku , pria itu adalah supir pribadiku , sebenarnya aku tidak membutuhkan supir, Aku lebih suka berjalan kaki tapi karna ayahku yang tak ingin Aku berjalan sendirian kemana-mana makannya dia memberiku supir pribadi untuk ku
Tapi Aku menyuruh supirku ini untuk tidak menjemput ku di depan sekolah , karna aku tidak mau murid-murid lain melihatku menaiki mobil mewah ini.
Taklama kemudian akhirnya aku sampai di rumah ku yang bisa di bilang layaknya istana dengan beberapa penjaga dan bahkan ada beberapa pelayan .
"Selamat datang nona "
Ucap pelayan yang menyambutku di depan pintu rumahku, pelayan ini bernama Nina
"Apa ayah dan ibu sudah pulang?"
Ucapku yang bertanya kepada Nina
"kalau tuan dia mengabari kalau dia akan pulang dua hari lagi ,sedangkan nyonya nampaknya dia masih sibuk mengurusi bisnis yang ada di luar kota"
Jawab Nina kepadaku , Aku pun hanya diam mendengarkan jawaban Nina dan pergih menuju ke kamarku.
Ayah dan Ibu ku memang selalu sibuk ,jadi mereka jarang berada di rumah, bahkan Aku pernah di tinggal sendiri selama berbulan-bulan , dan itu yang membuat aku merasa kesepian di rumah sebesar ini.
Sesampainya di kamar ,Aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasurku, aku menatap langit-langit di kamarku , aku merasa sangat bosan dan kesepian .
Drttttdrrttttdrrtt
Terdengar suara ponselku , aku mengambil ponselku yang ada di sebelahku ,ternyata ada panggilan masuk dari nomor yang tidak aku kenal, lalu aku mengangkat panggilan itu.
"Kau punya misi! , aku sudah mengirim detail misinya lewat pesan"
Ucap pria di dalam telpon itu dan langsung mematikan ponselnya , Aku pun langsung membuka lemari meja di kamarku itu dan mengambil ponsel jadul yang berada dalam lemari itu , terdapat pesan di ponsel jadul itu yang berisi detail misi dan ciri-ciri target yang harus ku habisi.
Ya untuk mengisi kebosananku dan rasa kesepianku aku bekerja sambilan sebagai Pembunuh Bayaran .
Pada malam harinya saat aku akan bersiap-siap untuk menjalankan misiku ,
Toktoktok
"nona makan malam sudah siap"
Ucap Nina sambil mengetuk pintu kamarku
"Aku mau tidur nanti saja aku makannya"
Balasku mencoba membohongi Nina yang berada di luar kamarku
"Baik lah Nona kalau anda mau makan panggil aku saja Nona"
Ucap Nina di balik pintu dan terdengar langkah kakinya yang nampaknya Nina sudah pergih dari depan kamarku
Lalu aku mengambil sebuah kotak di bawah kasurku , lalu Aku buka isi kotak itu yang berisi pelengkapanku ,terdapat dua buah kerambit senjata tajam kecil yang biasa aku gunakan dan satu pistol beserta pelurunya .
"Hari ini akan sangat menyenangkan!"
Ucapku sambil melihat diriku di cermin.
Lalu aku mengendap-ngendap ke jalan rahasia dimana aku bisa keluar dari rumahku tanpa ada yang melihatku .